Rabu, 18 Maret 2020

Event PRUCinta : Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu


Apa yang akan Anda tinggalkan, jika harus meninggalkan orang tercinta?

Cinta Terus Hidup, Kita tidak.
Pertanyaan di atas cukup menohok. Membuat kita merenung sejenak. Siapkah kita jika saat itu telah tiba? Bagaimana dengan keluarga yang harus terus melanjutkan hidup tapi, selama ini kitalah yang menjadi tulang punggung mereka? 

Cinta kita terus hidup di hati mereka. Tapi, kita tidak. Dan cinta mungkin saja bisa jadi penguat kehidupan tapi apakah hanya dengan cinta saja mereka mampu memenuhi kesehariannya? 

Tak ada yang tau apa yang akan terjadi. Hari ini kita berpamitan pada anak dan istri atau keluarga untuk pergi ke kantor, atau sekedar bertemu kolega namun nyatanya itu menjadi pamitan kita untuk selamanya. 

Selain Cinta, mungkin tabungan telah ada tapi kebutuhan keluarga tidak hanya tentang tempat tinggal yang nyaman atau makanan sehari-hari. Ada saat dimana mereka mungkin butuh ke dokter, atau kebutuhan sekolah anak. Tabungan saja bisa jadi tak akan cukup. 

Ini sedikit mengingatkan saya tentang kisah seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya. Suami yang meninggalkan banyak aset dan harta untuk istri serta 2 orang anaknya. Tak hanya itu sebelumnya sudah ada deposit untuk pendidikan anak masing-masing sejumlah Rp. 1 Milyar. Keseharian istri semasa hidup suaminya, hanya seorang ibu rumah tangga. Yang terima beres tentang urusan keungan. Bahkan untuk mengisi waktu luang istri ini melakukan kegiatan seprti ibu-ibu pada umumnya, yakni yoga, arisan, dan bisnis ala kadarnya untuk menyibukkan diri. Karena anak-anak mereka sudah remaja. Namun, yang terjadi sepeninggal suami. Si istri tak pandai mengelola keseluruhan harta yang ada. Mencoba berbagai bisnis untuk mencari penghasilan tambahan tapi tak ada untung yang ada malah rugi besar-besaran. Dari harta yang tertumpuk-tumpuk tersebut tertinggal secuil saja. Tak ada lagi simpanan yg banyak. Bahkan deposit untuk anakpun hanya tersisa 1/4nya saja. Padahal belum beberapa tahun si suami meninggal. Dari kisah tersebut mungkin bisa menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa bukan seberapa banyak harta warisan yang ditinggalkan ketika kita wafat melainkan bagaimana kita pandai mengelola seberapapun harta yang dimiliki selama masih hidup. Agar trus bermanfaat untuk orang yang ditinggalkan. Bermanfaat bukan hanya beberapa bulan pasca-kematian tapi beberapa tahun kedepannya lagi.

Pertanyaan renungan di awal saya peroleh ketika menghadiri event yang diselenggarkan oleh Prudential Indonesia, saat peluncuran PRUCinta. Yang bisa jadi PRUCinta adalah jawab atas tanya tersebut.


Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu : PRUCinta
Pada 12 Maret 2020  lalu PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. Dengan sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah.




Ari Purnomo selaku Head of Sharia Business Prudential Indonesia menjelaskan "unit usaha syariah prudential Indonesia telah mengembanglan berbagai macam solusi perlindungan dan terus menjadi pemimpin pasar asuransi jiwa syariah sejak diluncurkan pertama kali pada 2007. Seiring waktu, tren permintaan atas produk keungan berbasis syariah terus meningkat, okeh karena itu Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan  berbasis syariah untuk semua dengan menghadirka PRUCinta.  Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya "

Saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2018, tingkay penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%),dan Tiongkok (2,8%).

PRUCinta lahir di tengah masih minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya,indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,92% (ini berdasarkan survei natiobal Literasi dan Inkludi Keuangan 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan).  Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartal tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu  namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki syariah. Padahal, asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting untuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Siapkah dana darurat mengcover kebutuhan keluarga?
Menurut data dari OJK, masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Tentunya hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir 3 dari 4 orang (72,1%) mengakui hanya mampu bertahan dari 3 bulan, bahkan sebagian di antaranya tidak lebih dari satu bulan. 
Padahal, sebaiknya paling tidak punya keuangan atau simpanan buat setahun untuk keluarga yang ditinggalkan oleh pencari nafkah selamanya.

Buktikan Cintamu dengan PRUCinta

Di berbagai belahan dunia, penyebab utama kematian masih didominasi oleh Penyakit Tidak Menular, yaitu sebesar 60.26% disusul oleh penyakit menular sebesar 29,02%. Namun di balik itu, risiko kematian akibat kecelakaan- baik itu kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran dan lainnya juga masih mengintai, yaitu sebesar 10,19% (berdasarkan ourworldindata.org). Artinya, risiko kematian dapat terjadi pada siapa pun dan kapan pun. Oleh karena itu asuransi diperlukan untuk melindungi ketahanan keuangan keluarga. Seperti ungkapan To love is to protect ,Cinta itu untuk perlindungan. Hanya cinta kita dan asuransi yg bisa kita tinggalkan sebagai bukti dan peranan kita untuk orang yang dicintai.


Kenapa harus PRUCinta?

Siang itu, hadir pula Suhartini Munadi yaitu Product Marketing & Implementation Prudential Indonesia memaparkan "berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini dengan mudah dicairkan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama setahun. Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tinai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.


"Selain itu untuk memberikan ketenangan pikiran, PRUCinta juga memberikan manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan serta 4x santunan asuransi meninggal, dari Dana Tabarru dan sesuai ketentuan Polis, jika insiden tersebut terjadi dalam periode ebam minggu sejak tanggal 1 ramadhan yang ditetapkan oleh pemerintah" lanjut Suhartini.

PRUCinta Untuk Semua

"Prucinta untuk semua kalangan, sebagai proteksi dan sebagai penggnti income. Yang paling penting pada para pencari nafkah. Apalagi untuk orang-orang yang tergolong sandwich generation. Tapi ini bisa juga dimiliki selain itu. PRUCinta bersifat syariah, namun Syariah di sini bukan dominansi tertentu. Ini solusi untuk semua orang. Produk ini, simple, terjangkau dan relevan. Dengan produk ini kita bisa memperluas kesenjangan perlindungan di Indonesia" Ari menambahkan

Di akhir sesi event tersebut, terdapat sesi peluncuran  PRUCinta secara resmi dengan menekan tombol merah oleh kedua narasumber kita. 

Jika kamu berminat untuk menjadi nasabah dari PRUCinta, syaratnya mudah saja 
1. Usia mulai 1 hari sampai 60 tahun
2. Rate harga dimulai dari Rp. 300.000,-
Cara memperoleh produk tersebut bisa melalui website untuk mengajukan produk. Nanti akan direfrensikan untuk calon nasabah dengan mengikuti petunjuk pada website. Kamu bisa klik Asuransi Syariah PRUCinta

Kamis, 06 Februari 2020

Je'neberang Ranrang Tattapuna Gowa (Je'neberang Penunjang Utama Kehidupan Masyarakat Gowa, Makassar, Takalar) oleh alm. Drs. H. Usman Awing


Saya akan memberi sedikit pengantar, sebelum menuliskan kembali tulisan dari alm. Drs. H. Usman Awing. Beliau merupakan kakek saya. Ayah dari ayah saya, yg begitu suka akan sastra. Rasa-rasanya kesukaan saya akan dunia sastra diturunkan oleh beliau. Hahaha. Ya.. meskipun beliau dulu adalah penulis aktif di beberapa surat kabar dan punya beberapa buku sedangkan saya hanya penulis blog. Sayangnya, saya tidak punya jejak tulisan beliau selain tentang sungai je'neberang ini. 
Saya bersama kakek (alm. Drs. Usman Awing)

Tulisan beliau berikut ini membahas tentang Sungai Jeneberang dengan beberapa kisah yang berhubungan dengan sungai tersebut. Disisipi kalimat-kaimat puisi yabg syahdu pada beberapa bagiannya.
Karena cerita berikut akan saya buat perbagian-bagian yang terpisah pada setiap satu postingan. Yuks, silahkan dibaca ya..

Je'neberang Ranrang Tattappuna Gowa
(Je'neberang penunjang utama kehidupan masyarakat Gowa, Ujung Pandang, dan Takalar) - oleh Drs. H. Usman Awing (Guru SMU Negeri Bontonompo, Juni 1997)

Pendahuluan
Banyak yang sungguh dapat dibicarakan tentang sungai Jeneberang. Tetapi yang berpokok pada pembicaraan ini adalah penunjang utama dalam kehidupan masyarakat Gowa, Ujung Pandang, Takalar.
Sungai Jeneberang
Source : pinterest.

Sungguh kata ini bukan semata isapan jempol, tetapi adalah kenyataan kecil yang patut kita akui. Untuk itu marilah kita mencoba melihat apa, mengapa, dan bagaimana sehingga penulis mengutarakan demikian.

Pengertian
Jeneberang (Makassar) 
air pasang, air yang dahsyat.
Ranrang Tattappu
Tali tambang yang pantang putus.

Demikian sungai Jeneberang dijuluki oleh orangtua kita dahulu kala. Jauh sebelum kerajaan Gowa beribukota dan berpusat di Sungguminasa.

Sungai Jeneberang pada mulanya mengalir ke daerah Takalar melalui Polombangkeng Utara, bagian barat menuju ke Palleko (Ta'bing Siwalia) dan terus ke pantai Takalar. Bekas sungai Jeneberang masih dijumpai telaga dan rawa-rawa yang dalam disepanjang alirannya yang melalui Kampung Mata' (Liku Lamberek), menuju ke Mattoanging kemudian ke pinggiran Pannyangkalan dan terus ke Palleko daerah Takalar bagian utara. Rawa-rawa disepanjang bekas aliran sungai ini sangat subur bagi pertanian. Masyarakat sekitarnya menggarap tanah negara ini, bahkan banyak pula yang telah menjadi tanah milik penduduk di sekitarnya.

Sungai Jemberang
Source : Pinterest.

Jeneberang Sebelum ke Gowa - Sungguminasa

Sungai Jeneberang sebelum ke Gowa atau sebelum melalui Sungguminasa,telah mengalir dengan aman menggenangi lembah dan rawa-rawa disepanjang daerah alirannya yang menuju ke Daerah Tingkat II Takalar. Masyarakat dan punggawa atau penguasa setempat, semuanya merasa puas dan tentram menikmati kemakmuran yang ditimbulkan oleh air sungai Jeneberang yang memberikan sumber penghidupan, utamanya bidang pertanian.

Salah satu kampung kecil yag terletak di tepi sungai itu disebut Desa Lassang (Polombangkeng Utara). Yakni, daerah yang merupakan bagian Tingkat II Takalar belahan utara yang berbatasan Derah Tingkat II Gowa.

Konon di kampung itulah hidup seorang Boto (Panrita) yakni orang cendekia yang lazim disebut Boto Lassang. Boto Lassang inilah yang kemudian menjalin persahabatan dengan Boto Lempangang di Gowa yang berada pada Kerajaan di Gowa. Boto Lassang sangat terkenal dengan segala kearibannya,kesaktian dan kebijaksanaannya. Ia sangat dicintai oleh rakyat Lassang dan Polombangkeng. Boto Lassang mengajari masyarakat menyembah Yang Maha Kuasa, melaksanakan ibadah, dan menjauhi larangan Allah SWT. Boto Lassang mengajarkan dan menganjurkan pada masyarakat banyak supaya memanfaatkan rahmat Allah dengan air sungai Jenebrang yang dapat menyuburkan tanaman mereka. Kemakmuran rakyat Lassang terdengar kemana-mana,bahkan sampai ke beberapa kerajaan di sekitar daerah itu.

Boto Lempangang sering berkunjung ke Lassang menemui sahabatnya sesama Boto. Kemakmuran daerah Lassang/Polombangkeng  mulai didengar di mana-mana sehinga sampai ke Gowa. Sayang sekali hal ini tidak berlangsung lama disebabkan kedatangan kemarau panjang yang berakibat sangat kekurangan air dan makanan. Kiranya hal inilah yang menyebabkan perubahan keadaan perekonomian dan penghidupan masyarakat.

Kemarau Panjang Menimpa Daerah Pesisir Selatan

Kemarau panjang menimpa seluruh daerah pesisir selatan Makassar, termasuk kerajaan Gowa.
Kerajaan Gowa pada masa itu sangat terkenal kejayaannya karena ditopang oleh pertaniannya yang sangat maju, disamping kekuatan armada lautnya, dan laskar keajaan yang gagah perkasa. Kehidupan masyarakatnya sangat sejahtera demikian juga kehidupan di istana kerajaan Gowa sebagai cerminan kejayaan rakyatnya sangat nampak tergambar.

Namun ketika kemarau panjang melanda masyarakat Kerajaan Gowa yang menyebabkan kepanasan dimana-mana, sehingga tanah berbongkah-bongkah, rumput kering menjarum, semuanya menjadi kerontang dan kering kisut. Binatang ternak banyak yang mati karena kehausan, dan kelaparan disebabkan sulitnya merumput.

Masyarakat Gowa merasa risau dan bersusah hati. Namun  tak seorangpun yang berani mengadukan pada Raja (Somba ri Gowa). Para Punggawa/Bate salapang berpikir, lalu mereka sepakat berusaha mendekati inang-inang agar inanglah yang berusaha membisikkan pada tuan putri. Mungkin melalui tuan putri sehingga kerisauan ini dapat sampai ke telinga Raja Gowa.

Bate Salapang sangat merasa malu mengadukan langsung pada Raja Gowa, kalau-kalau hal ini dianggap masalah perut saja. Jangan sampai Raja menganggap bahwa Bate Salapang hanya berpikir masalah makan semata. Maka sepakatlah agar hal ini tak usah dengan resmi Bate Salapang mengadukan pada Raja, mengingat Bate Salapang adalah wadah yang sangat bergengsi di samping Raja dan Kerajaan Gowa. Jadi, masalah yang agak ringan tak perlu melalui wadah Bate Salapang.

Bate Salapang hanya berharap, mudah-mudahan Tuan Putri dapat mempengaruhi Ayahandanya sehingga memperhatikan betapa bencana alam ini akan menyengsarakan masyarakat Gowa. Mereka berdoa bersama semoga dapat dipikirkan bagaimana menanggulangi, dan mencari jalan sehingga bencana kekeringan ini dapat diatasi. Mudah-mudahan  hasil panen dapat diperoleh dengan jalan pembuatan irigasi yang kemungkinannya dapat diambil dari air sungai jeneberang.

Demikian Punggawa dan Bate-Bate berhasil membujuk inang sehingga para inang membisikkan Tuan Putri, anak Sombaya ri Gowa "Sitti Daeng Nisanga". Berkat kepandaian inang membujuk merayu dan bijak bertutur menyusun kata sehingga Tuan putri sangat tersentuh hatinyadan bersimpatik mendengar keluhan rakyat.

Disuatu malam, Putri Raja Gowa berdendang menyanyi sendu di kamarnya yang sangat dekat dengan kamar peraduan Raja Gowa. Lantunnya demikian :

Tunisombaki bedeng ri Gowa
(Apalah arti kita dipertuan)
Tunicinde ri Lakiung
(Dipertuan yang muliakan di Lakiung)
Kiero' Je'ne
(Sedang mau mandi saja,)
Nataeba lanije'ne
(Air tak ada untuk dimandi)

Batara passunggu tongki
(Wahai Tuhan, bahagiakanlah kami)
Lebba tommaki' salasa
(Kami sudah cukup merasakan derita)
Jokjokkang tongki'
(Kini tunjukkan padaku)
Rappo ganggaya ri Gowa
(Manakah hidup bahagia di Gowa)

Nyanyian ini didendangkan oleh Tuan Putri Sitti Daeng Nisanga sampai Raja Gowa secara diam-diam mendengar dan memperhatikan apa gerangan yang dilakukan oleh Tuan Putri. Dilain pihak yakni Sitti Daeng Nisanga pun mengetahui bahwa Sombaya (Raja Gowa) yaitu Ayahandanya memperhatikan nyanyiannya itu. Rupanya Sitti Daeng Nisanga dibisiki oleh salah seorang inang yang sempat memperhatikan tingkah laku Tunisombaya ri Gowa.

Sitti Daeng Nisanga kemudian menyambung nyanyiannya dengan mnyanyikan lagu "Bulan Sapparak"

Bulang Sapparak bulang mabajik
I bajik nikunjungi
Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawana binanga Jeneberang

Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawana binangaya
Ribawana
Binanga Jenberanga

Jeneberang monjo cinik
Ranrang tattappuna Gowa
Nappajekneki, nappajekneki
Tumangeya rannu-rannu sayang..

Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawa, ribawana binanga
Ribawana Binanga 
Jeneberang..

Artinya:
Bulan Safar Bulan yang mulia
Bulan terbaik kita saling mengunjungi
Bermandi-mandi, bersuka ria
Di tepian muaranya Jeneberang

Bersuka ria bermandi-mandi
Ketepian muaranya sungai 
Kemuaranya sungai.muaranya sungai Jeneberang..

Coba pandangi muaranya Jeneberang
Laksana tali tambang yang tak kunjung putus
Tali tambang, pengharapan orang Gowa
Tempat bermandi, bersuka ria bagi pengunjungnya.

Mari berdendang bersuka ria
Bermandi-mandi sampai ke tepiab
Di sanalah dimuaranya sungai
Di muaranya sungai Jeneberang

***
Nyanyian sang putri ini sangat diperhatikan oleh sang Raja sehingga matanya tiada terpicing memikirkan apa gerangan yang menimpa dan apa yang mendamba di hati Tuan Putri kesayangannya. Gelisah sungguh Raja Gowa memikirkan hal ini, sehingga kadang-kadang bangun lalu berbaring kembali.

Akhirnya terlintas di hati Raja Gowa ingin merundingkannya dengan Pernaisuri. Kemudian, Somba pun menemui Permaisuri lalu membisikkan keinginannya untuk merundingkan sesuatu yang menyangkut putrinya. Sangat gembira Sang permaisuri mendengarnya, lalu menjawab "kalau tentang Putri Kita, alangkah baiknya bila kita lebih dahulu meminta infromasi dari inang." Permaisuri yakin bahwa inanglah yang banyak mengetahui keadaan sang Putri.

Mendengar keterangan Sang Permaisuri, Rajapun memerintahkan agar inang dipanggil bersembah pada Raja. Sambil menunggu inang, Sombaya mengajak Istrinya untuk bersama-sama mencoba menyimak makna kelong (syair) yang dinyanyikan oleh putrinya. Sombaya menyatakan keheranannya karena baru sekali ini Sitti Daeng Nisanga berdendang seperti itu. Mudah-mudahan  makna kelong itu dapat memberi penafsiran yang berhubungan dengan keterangn sang inang nanti. Itulah yang paling baik kita lakukan sambil menunggu kedatangan sang inang.

Pesuruh yang diperintahkan memanggil inang telah menyampaikan perintah panggilan itu. Alangkah terkejut dan ketakutan sang inang menerima perintah berhadap sembah  panggilan segera dipenuhi dan inangpun segera bersujud sembah dan berusaha menuturkan sebatas kemampuan dan pengetahuannya. Inang lalu menggambarkan keluh kesah Tuan Putri yang selalu mencela air mandinya yang disediakan oleh sang inang. Menurur inang, Tuan Putri sepertinya ingin mandi di telaga atau di muara. Kadang-kadang Tuan putri menyebut-nyebut "Jenebrang" yang sesungguhnya bagi inang sangatlah samar, bahkan tak ada yang jelas, namun tak berani mengusik Tuan Putri.

Demikian sembah sujud sang inang, lalu memohon semoga Raja mengundang Boto Lempangang. Mungkin Boto Lempangang dapat mengetahui apa makna nyanyian Sitti Daeng Nisanga, Putrinya. Dan bagaimana sesungguhnya keadaan Tuan Putri tersebut?

Karena inang bertutur demikian khidmat dan penuh hormat maka Somba ri Gowa agak tertarik dengan segala yang diutarakan inang. Somba teringat dan terkesan sekali atas permohonan inang mengundang Boto Lempangang, disamping sebagian hal yang wajar mencari dan meminta pertimbangan serta pandangan bila ada yang menjadi kemelut di Istana. Somba juga sangat rindu bertemu Boto Lempangang.

Sombaya juga berpikir bahwa alangkah ceroboh, bila terlalu cepat menyerahkan persoalannya pada Bate Salapang atau pada Tumailalang. Sebab persoalan Tuan Putri masih soal istana yang belum menyangkut masyarakat Gowa, namun tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan Tuan Putri akan menyangkut masalah masyarakat. Mungkin saja Tuan Putri hanya sebagai penyambung lidah rakyat Gowa


--bersambung--





Senin, 18 November 2019

(Ibu, wajib tau !) Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama

Apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan ?
1000 Hari Pertama Kehidupan atau biasa disingkat dengan HPK adalah masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia 2 Tahun (24 bulan). 1000 HPK ini biasa juga disebut dengan periode emas. Mengapa demikian? Karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.

 Oleh karena itu, status nutrisi ibu berperan penting. Apa yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang mengandung itu pula yang akan dikonsumsi si calon bayi dalam kandungan. Dari makanan tersebut yang akan membantu pertumbuhan otak calon bayinya. Tak hanya itu si calon bayi, membutuhkan gizi mikro yaitu vitamin, dan mineral untuk membangun tinggi badan potential. Sedangkan, untuk membantu berat badan yang potential diperlukan kalori. Sehingga terjadinya stunting bisa dicegah.

 
Nutrisi pada 1000 HPK
Nutrisi terbagi dalam dua kelompok yaitu Makronutrien dan Mikronutrien. Makronutrienn adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah banyak seperti karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikronutrien yaitu nutrisii yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu besar seperti vitamin dan mineral tapi sangat mempengaruhi pertumbuhan. Nutrisi dini pada janin dan anak, ini memberikan dampak pada jangka pendek yaitu perkembangan otak. Lalu, dari perkembangan otak bisa memberikan efek jangka panjang berupa kemampuan kognitif dan edukasional. Dampak jangka pendek lainnya yaitu pertumbuhan dan massa otot, serta komposisi tubu yang nantinya akan memberikan pengaruh pada imunitas si anak dan produktivitasnya. Supaya ngga jadi generasi yang rebahan aja anaknya, hihi... Dari pemberian nutrisi ini juga memberikan pengaruh pengaturan metabolisme Glukosa, Lipid, Protein Hormon/reseptor/gen yang jangka panjangnya itu bisa mencegah terjadinya berbagai macam penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan stroke. 
Jadi, Bunda.. Sudahkah kita memberikan nutrisi yang cukup pada anak?
Salah satu mikronutrien yang yang mempunyai peranan penting yaitu zat besi karena berfungsi sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga menghasilkan energi. 
Angka Kebutuhan zat besi berbeda-beda pada setiap usia dimulai dari usia 7 bulan, yang membutuhkan zat besi dalam tubuh sekitar 7 mg. Sedangkan dalam usia ini, salah satu sumber zat besinya diperoleh dari ASI yang ternyata hanya 0,5 mg yang terserap oleh anak. 

Asupan zat besi.
Ada beberapa asupan zat besi yang kadang dikesampingkan padahal itu merupakan sumber zat besi yang penting, yaitu terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tapi, taukah Bunda kalau beberapa sayuran, dan klasium pada produk susu ternyata menghambat penyerapan zat besi tersebut. Padahal, kadang kita sebagai ibu yang mengatur menu makanan si kecil lebih banyak memberikan konsumsi buah dan sayur dibanding kelompok daging-dagungan.

Tips Memberi makan pada Bayi dan anak.
1. Menurut dr. Fictor salah satu dokter spesialis anak di Makassar, Jika Bunda merasa ragu dengan berapa banyak kandungan zat besi dalam menu makanan si kecil tak ada salahnya memberikan makanan fortifikasi atau biasa disebut bubur instan kemasan. Karena, diproduk tersebut kandungan gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan si kecil. Bunda, tidak perlu lagi mengira-ngira berapa banyak daging dan sayur yang akan dimasak. Karena, kebanyakan tidak sesuai kebutuhan si kecil. Aplagi untuk bayi yang makanannya disaring. Seringkali, makanan yang disaring agar teksturnya lebih halus itulah yang menyebabkan zat besi dan nutrisi lainnya tidak seluruhnya trdaoat pada maknan.

2. Pemberian makan pada anak, maksimal durasinya 30 menit saja bunda. Namun, lakukan lagi di 2 jam berikutnya. Jangan memaksa anak untuk makan hingga durasi waktunya berjam-jam

3. Cukupi kebutuhan zat besi dengan konsumsi daging daging yang cukup serta dari Produk suplemen.

Kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi pada orang dewasa bisa ditandai dengan hemoglobin atau Hb yang rendah. Hal ini, biasa disebut dengan anemia atau kurang darah. Namun sejatinya, kekurangan zat besi ini menjadi penyebab paling umum dari kekurang zat gizi yang terjadi di dunia.

Anemia berat atau defisiensi zat besi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak. Sehingga menyebabkann kinerja kognitif buruk, fungsi motorik juga buruk. Jadi, diperlukan asupan zat besi yang cukup sejak dari dalam kandungan. 

Gejala yang sering muncul pada kondisi kekurangan zat besi adalah mudah lelah, penurunan prestasi di sekolah maupun kantor, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan tumbuh kembang anak.

Hal ini umum terjadi pada wanita, apalagi jika periode menstruasi sedang datang.
Sebaiknya, mencegah kekurangan zat besi ini dengan mengonsumsi Suplemen Zat besi, yaitu Maltofer.

Semua informasi diatas saya peroleh dari beberapa narasumber ketika menghadiri aacara Maltofer, women community. Bersama teman teman blogger Makassar. Pada tanggal 3 November 2019 di Hotel Aston, Makassar. 

Narasumber yang hadir pada siang itu ialah dr. Fictor S. Candra, Sp.A. lalu ada perwakilan dari  PT. Combiphar dr. Karlinda Ekawati selaku medical Junior Manager dari PT. Combiphar. 

Makassar merupakan kota ke-3 dari acara Maltofer ini. Sekaligus penutup dari perkenalan maltofer dibeberpa kota. Di awal acara, para peserta disarankan untuk mengecek Hb-nya (sudah taukan, untuk apa Hb diperiksa?). Sayapun demikian, meski dengan sangat takut. Tetap saja saya harus tau, berapa hemoglobin saya. Jangan sampai saya salah satu orang yang mengalami anemia. Untuk ukuran Hemoglobin Normal yaitu sekitar 12 - 14. Dan Hb saya berada di angka 11,5. 

Lalu, apa sih Maltofer itu?
Maltofer adalah suplemen zat besi yang bodyfriendly kareba memberikan efek samping secara minimal. Kandungan Iron Polymatose Complex diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantunh dan susah BAB

Pada maltofer ini, memiliki rasa coklat Swedia yang sangat enak. Sehingga dapat dikonsumsi dengan baik. Pas tau klo maltofer ini rasanya coklat, saya langsung nyari sampel yg diberikan dan langsung makan.

Tadinya sempat, khawatir karena belum makan sama sekali. Tapi, ternyata maltofer  seaman itu. Bahkan bisa dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan minuman maupun obat-obatan lain dan tidak menimbulkan stress oksidatif.

Ini produk maltofer yang chew.
(credit foto : facebook.com/nurcahya.dewi)

Maltofer punya 4 kemasan yang berbeda : ada maltofer fol yaitu maltofer yang diperkaya dengan asam folat untuk ibu hamil. Maltofer chew tablet kunyah untuk segala usia. Maltofer syrup, merupakan kemasan sirup isi 150 ml. Dan yang terakhir Maltofer drops kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak.

Jadi, untuk kamu yang sering mengalami anemia. Bisa mengonsumsi maltofer sebagai suplemen yang mencukupi kebutuhan zat besi kamu setiap hari.







Jumat, 01 November 2019

#30DaysInThai : Sedikit Masalah di Minggu Terakhir


nama perumahan tempat kami tinggal

ini rumahnya
Tinggal menghitung hari lagi kami akan kembali ke Indonesia. Setelah hampir satu bulan tinggal di perumahan praempracha Season, rumah baru yang belum sempat di tinggali oleh teacher Kanock. Dan degan berbesar hati merelakan rumahnya ditempati oleh kami berempat. Beliau sudah seperti seorang Guru, Ayah, tour guide dan juga teman bagi kami.
Hari kedua di minggu ini saya harus melakukan praktik mengajar lagi , yang sudah pasti akan di evaluasi dari pihak universitas Valaya Alongkorn Rajabath. Topik pengajaran saya kali ini yaitu praktikum membuat awan. Dengan materi jenis jenis awan. Susah susah gampang mengumpulkan peralatan untuk praktikum kali ini.


Awalnya saya mengajak siswa menuju laboratorium sains sambil memperhatikan bentuk bentuk awan yang ada di luar kelas. Menyenangkan sekaligus menegangkan. Sepertinya bukan cuma saya saja yang tegang, tapi para guru pamong pun turut tegang dengan kehadiran para dosen dan dekan dari pihak Universitas Valaya Alongkorn Rajabath. Oiya, saya juga dibantu oleh rekan mahasiswi dari Valaya Alongkorn Rajabath yang sedang ikut Praktek Kerja Lapangan. Ada Mad, Ben dan dua orang lainnya membantu saya mengumpulkan botol botol bekas.
demo praktek membuat awan

Saya menampilkan video pembeljaran tentang jenis awan, sambil menjelaskan beberapa. Soal model pembelajaran yang saya terapkan jangan ditanya, karena saya tidak tau. Saya mengajar saja apa adanya, seperti biasa. Tanpa tau model apa yang saya aplikasikan (guru macam  apa ini?hahha, yang penting ilmu nya sampai. –pembelaan-). Lalu, saya Membagi siswa kedalam beberapa kelompok, ada tugas perkelompok yang melakukan praktek membuat awan dan tugas perorangan yang mengisi lembar kerja Siswa. Tentu materinya tentang awan. Dan nilai mengjar saya hari itu, not bad lah. Cukup baik untuk kali kedua.
***


“i have a challenge for you. If you can do it and win, you’ll get a bonad (bonus)  from dailektor (directur)” kata teacher Op pagi itu , dalam perjalanan menuju sekolah.
Ya, setiap hari memang beliau yang mengantar jemput kami ke sekolah dan rumah ataupun ke supermarket. Meski dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu fasih dan dialeg Thailand yang sangat kental, kadang –kadang membuat kami tertawa serta menebak nebak apa yang di ucapkannya. Seperti ketika beliau mengatakan bonad. Berulang kali saya ataupun teman yang lainnya bertanya “what is bonad, teacher?” hingga ia pun harus mengetiknya kedalam translate google. Oke, thanks google. Kehadiranmu sangat sangat membantu kami.
Dan ternyata tantangan yang dimaksud adalah, bahwa mulai besok kami menuju sekolah menggunakan transportasi umum. Tidak adalagi mobil teacher opp yang akan berklakson ria di pagi buta. Kita diminta untuk menjadi mandiri di hari hari terkahir menuju pemulangan ke Indonesia. Seketika kami berempat bertatap tatapan. Bagaimana ceritanya ini. Bilangnya apa nanti ke tukang becaknya. Atau ke bapak sopir angkotnya. –anggap saja itu becak dan angkot-
Pagi pun tiba, ternyata teacher opp tetap datang meski tidak dengan sedannya yang selalu berdebu. Katanya hari itu dia mengajarkan kami bagaimana menuju ke sekolah dengan transportasi umum. Di awali dari berjalan kaki hingga pintu gerbang perumahan lalu menyberang jalan, menunggu “Songteaw” semcam mobil angkutan oplet jaman dulu. Di pagi hari Songteaw penuh dengan anak sekolah. Kami turun di terminal. Ternyata kami tidak langsung sampai ke sekolah. Mesti lanjut menaiki “Samleaw”, angkutan umum yang persis seperti bentor (beca-motor). Kami diajari memilih Songteaw berwarna merah dan putih sebagai tanda, bahwa rute nya menuju terminal. dan juga diajari bagaimana menawar harga samleaw menuju sekolah.
source : Google (Songtheaw)

"Ratcha to rai, watchumpon Long lien ?" kurang lebih artinya , berapa ke sekolah Watchumpon?. Harganya harus disepakati sebesar THB 30. Untuk tarif Songtheaw sendiri itu rata THB 10 untuk semua anak sekolah. Selain dari anak sekolah bayar nya THB 15. ( currency 1 THB = Rp. 350,- Rp. 400).


***
Tibalah hari dimana kami harus berangkat sendiri kesekolah. berhubung pagi itu kami sedang tidak terburu buru, dan kami berempat tidak lagi memiliki jadwal mengajar. Jadilah, semuanya serba agak lambat dibanding biasanya. Mulai menikmati sarapan tanpa memikirkan klakson Teacher Opp. Dan kami pikir, tidak masalah kalau datang agak terlambat. Toh kemarin juga teacher opp memberikan jadwal paling lambat ada di sekolah pukul 08.30 pagi. 
kami meninggalkan rumah pukul 07.15, yang biasanya kami keluar rumah pukul 06.00. Paling lambat sampai di Sekolahan itu Pukul 06.30. jarak antara sekolah dan rumah paling lama memakan waktu 20 menit.
Namun, yang terjadi hari itu tidak semudah yang kami pikir. 30 menit berlalu kami menunggu depan perumahan, tak ada Songtheaw yang lewat. sekalinya ada, cuma bisa mengangkut dua orang disamping sopir. Jadilah saya mendahulukan Inya dan Ria. Saya dan Tiara menunggu lagi. jangan pikir tempat kami menunggu ramaii dengan kendaraan yang lalu lalang. Tidak. Meskipun kami menunggu di Jaln raya , kendaraan yang lewat itu bisa dihitung jari per 15 menitnya. 
Pukul 08.00. Inya dan Ria sudah sampai di Terminal. tapi, mereka berdua enggan untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah tanpa saya dan Tiara. Padahal, 30 menit lagi sisa waktu kami untuk mengakhir games ini. saya berjalan sedikit menuju halte yang tak jauh dari perumahan, pikirku mungkin kendaraan umum akan berhenti disitu. Selang 5 menit, Teacher Kung menghubungi saya, dia khawatir pikirnya teacher opp tidak menjemput kami. Saya pun akhirnya menjelaskan semuanya, bahwa hari itu kami memang harus naik kendaraan umum ke sekolah. Sayangnya, tidak ada satupun kendaraan umum yang lewat. Kami sudah menunggu satu jam. Matahari pun cukup terik membakar wajah pagi itu. Akhirnya, Teacher Kung berinisiatif untuk menjemput kami di Halte tempat saya dan tiara menunggu. Sambil menunggu, Teacher Opp menghubungi saya. mencoba mengkonfirmasi kenapa kami tidak juga sampai di sekolah. Saya menyampaikan segala kendala kami pagi itu. dan juga tentang Ria dan Inya yang sudah menunggu di Terminal. Tak lupa, sayapun memberitahukan bahwa Teacher Kung akan segara sampai menjemput kami. Mendengar hal itu, sontak membuat Teacher Opp sedikit emosi, katanya kenapa harus menghubungi Teacher Kung untuk sampai ke Sekolah? Padahal kan, Teacher Kung Sendiri yang menghubungi kami. bukan kami yang seolah olah mengadu.
Tak lama sejak teacher opp mengomel di telpon, beliaupun menjemput kami. bersamaan dengan Teacher Kung, Mobil Teacher Op memutar didepan halte. saya dan Tiara saling menunjuk akan memlilih ikut sama siapa. Akhirnya, Tiara ikut bersama teacher Kung dan Saya ikut bersama Teacher Opp. itu karena saya memang perlu berbicara dengan Teacher Opp tentang kesalahapahamannya.
Ok, Teacher Opp mempermasalahkan kenapa harus memanngil Teacher Kung. Kenapa tidak berusaha sendiri?
Ya Allah, saya menjelaskan secara rinci tentang segala kenapa yang dipertanyakan teacher Opp, tapi tetap saja dimata teacher opp pagi itu kami salah. karena menurut teacher opp, pertama kami keluar rumah terlalu lama. sedangkan Seamlew itu hanya ada di jam berangkat sekolah. lewat dari jam 07.00 maka kendaraan itu susah lagi ditemui. kedua, menurut Teacher Opp kenapa kami tidak berusaha dengan menggunakan ojek. (hello... mana kita tau, kalo kita boleh naik ojek. lagian juga ojeknyaaa mana? sejam lebih berdiri kita tidak tau yang mana tukang ojek yang mana warga biasa. bicara pun nda nyambung. kemarin waktu training, kita hanya di ajarkan naik Songteaw dengan Seamlew.)
setelah sampai di sekolah, saya tidak melihat Mobil Teacher Kung terparkir. tidak ada pula tanda tanda Inya, Ria dan Tiara. setelah menghubungi mereka via telepon, ternyata mereka bertiga singgah ke tempat sarapan dong. Sementara itu, Teacher Opp masih saja menggerutu kesal.
"ini bukan kemauan kami, ini permintaan dari Universitas kalian. kalian harus tau juga bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat disini. Kamu itu kan Calon Guru, Bukan anak anak lagi yang merengek, ketika tidak menemukan jalan keluar" omelan tecaher Opp masih berlanjut setelah turun dari mobil. Tepat di depan ruang guru dia memarahiku, sesekali saya mencoba menjelaskan bahwa saya paham yang dia maksud tapi kami sama sekali bingung, karena fokus kami kendaraan yang bisa digunakan hanya Songteaw dan somlew tadi.
Disisi lain saya membenarkan dalam hati apa yang dikatakan Teacher Opp bahwa kami ke sini seharusnya bisa bersosialisasi dengan baik. Tapi, amarahnya pagi itu membuat saya merasa dipermalukan. Hiks. (rasanya seperti bertengkar dengan pacar gaes, yang lagi nuduh selingkuh padahal buktinya kurang valid. Poinnya pada kesalahpahaman yang terjadi).
Sambil menunggu teman teman lain yang bersama Teacher Kung. saya menunggu di Area tempat duduk belakang ruang guru, mengamati para tukang yang sedang membuat bangunan baru untuk sekolah itu. Selang beberapa menit, Teacher Kung menghampiri saya "it's Ok" katanya. "Don't be cry, everything will be alright" lanjut Teacher Kung. hahha, dia mengira saya sedang menangis, padahal tidak sama sekali kawan kawan. saya baik baik saja. B aja, gitu
Selama ini, yang menjadi ruangan kami berempat adalah ruangan Teacher Opp. Tapi, karena hari itu mood beliau sedang tidak bagus begitupun kami. Jadinya kami berempat menempati Ruang Fitness sebagai markas untuk siang itu. Ditemani Mother yang baik hati. Oiya, mother ini merupakan bujang sekolah kalau saya tidak salah. beliau yang mengatur segala keamanan sekolah. keperluan makan siang guru dan pak Direktur. Beliau juga yang menemani kami di hari pertama tinggal di rumah Teacher Kanok, membuatkan sarapan dan pulang di pagi buta bahkan sebelum kami bangun.

Menunggu Mood yang sedang bagus, Pak directur yang tiap hari meneraktir saya ice cream lewat bersama Teacher opp. Beliau menyapa kami. dan mengatakan kami gagal sambil tertawa dan kemudian melanjutkan langkah. sepertinya hari ini beliau terlalu sibuk. sedangkan Teacher Opp, jangankan untuk tersenyum seperti biasa, menatap kami pun enggan. haahhaa, saking Jengkelnya mungkin.

Beberapa jam berlalu, Teacher Opp memanggil saya yang sedang asyik mencoba semua alat olahraga di ruang itu. "Nuro...." begitu cara beliau memanggil saya.. "deailectul will give you second change fot tomollow.. But, no failed anymore. and He ask you to accompani the student go to Education Exhibition in Bang Pa in" terang teacher Op. Oke, sepertinya ini salah satu solusi terbaik yang diberikan ke kami agar tak ada lagi kesenjangan diantara kami beremoat dan tecaher Op. Baik, siap laksanakan ! Akhirnya kami berempat menuju Pameran Pendidikan di Bang Pa in School. Tadinya kupikir, kita akan ikut naik bus bersama siswa siswi. Ternyata, pak Direktur yang mengantar 🤭.