Senin, 18 November 2019

(Ibu, wajib tau !) Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama

Apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan ?
1000 Hari Pertama Kehidupan atau biasa disingkat dengan HPK adalah masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia 2 Tahun (24 bulan). 1000 HPK ini biasa juga disebut dengan periode emas. Mengapa demikian? Karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.

 Oleh karena itu, status nutrisi ibu berperan penting. Apa yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang mengandung itu pula yang akan dikonsumsi si calon bayi dalam kandungan. Dari makanan tersebut yang akan membantu pertumbuhan otak calon bayinya. Tak hanya itu si calon bayi, membutuhkan gizi mikro yaitu vitamin, dan mineral untuk membangun tinggi badan potential. Sedangkan, untuk membantu berat badan yang potential diperlukan kalori. Sehingga terjadinya stunting bisa dicegah.

 
Nutrisi pada 1000 HPK
Nutrisi terbagi dalam dua kelompok yaitu Makronutrien dan Mikronutrien. Makronutrienn adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah banyak seperti karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikronutrien yaitu nutrisii yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu besar seperti vitamin dan mineral tapi sangat mempengaruhi pertumbuhan. Nutrisi dini pada janin dan anak, ini memberikan dampak pada jangka pendek yaitu perkembangan otak. Lalu, dari perkembangan otak bisa memberikan efek jangka panjang berupa kemampuan kognitif dan edukasional. Dampak jangka pendek lainnya yaitu pertumbuhan dan massa otot, serta komposisi tubu yang nantinya akan memberikan pengaruh pada imunitas si anak dan produktivitasnya. Supaya ngga jadi generasi yang rebahan aja anaknya, hihi... Dari pemberian nutrisi ini juga memberikan pengaruh pengaturan metabolisme Glukosa, Lipid, Protein Hormon/reseptor/gen yang jangka panjangnya itu bisa mencegah terjadinya berbagai macam penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan stroke. 
Jadi, Bunda.. Sudahkah kita memberikan nutrisi yang cukup pada anak?
Salah satu mikronutrien yang yang mempunyai peranan penting yaitu zat besi karena berfungsi sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga menghasilkan energi. 
Angka Kebutuhan zat besi berbeda-beda pada setiap usia dimulai dari usia 7 bulan, yang membutuhkan zat besi dalam tubuh sekitar 7 mg. Sedangkan dalam usia ini, salah satu sumber zat besinya diperoleh dari ASI yang ternyata hanya 0,5 mg yang terserap oleh anak. 

Asupan zat besi.
Ada beberapa asupan zat besi yang kadang dikesampingkan padahal itu merupakan sumber zat besi yang penting, yaitu terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tapi, taukah Bunda kalau beberapa sayuran, dan klasium pada produk susu ternyata menghambat penyerapan zat besi tersebut. Padahal, kadang kita sebagai ibu yang mengatur menu makanan si kecil lebih banyak memberikan konsumsi buah dan sayur dibanding kelompok daging-dagungan.

Tips Memberi makan pada Bayi dan anak.
1. Menurut dr. Fictor salah satu dokter spesialis anak di Makassar, Jika Bunda merasa ragu dengan berapa banyak kandungan zat besi dalam menu makanan si kecil tak ada salahnya memberikan makanan fortifikasi atau biasa disebut bubur instan kemasan. Karena, diproduk tersebut kandungan gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan si kecil. Bunda, tidak perlu lagi mengira-ngira berapa banyak daging dan sayur yang akan dimasak. Karena, kebanyakan tidak sesuai kebutuhan si kecil. Aplagi untuk bayi yang makanannya disaring. Seringkali, makanan yang disaring agar teksturnya lebih halus itulah yang menyebabkan zat besi dan nutrisi lainnya tidak seluruhnya trdaoat pada maknan.

2. Pemberian makan pada anak, maksimal durasinya 30 menit saja bunda. Namun, lakukan lagi di 2 jam berikutnya. Jangan memaksa anak untuk makan hingga durasi waktunya berjam-jam

3. Cukupi kebutuhan zat besi dengan konsumsi daging daging yang cukup serta dari Produk suplemen.

Kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi pada orang dewasa bisa ditandai dengan hemoglobin atau Hb yang rendah. Hal ini, biasa disebut dengan anemia atau kurang darah. Namun sejatinya, kekurangan zat besi ini menjadi penyebab paling umum dari kekurang zat gizi yang terjadi di dunia.

Anemia berat atau defisiensi zat besi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak. Sehingga menyebabkann kinerja kognitif buruk, fungsi motorik juga buruk. Jadi, diperlukan asupan zat besi yang cukup sejak dari dalam kandungan. 

Gejala yang sering muncul pada kondisi kekurangan zat besi adalah mudah lelah, penurunan prestasi di sekolah maupun kantor, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan tumbuh kembang anak.

Hal ini umum terjadi pada wanita, apalagi jika periode menstruasi sedang datang.
Sebaiknya, mencegah kekurangan zat besi ini dengan mengonsumsi Suplemen Zat besi, yaitu Maltofer.

Semua informasi diatas saya peroleh dari beberapa narasumber ketika menghadiri aacara Maltofer, women community. Bersama teman teman blogger Makassar. Pada tanggal 3 November 2019 di Hotel Aston, Makassar. 

Narasumber yang hadir pada siang itu ialah dr. Fictor S. Candra, Sp.A. lalu ada perwakilan dari  PT. Combiphar dr. Karlinda Ekawati selaku medical Junior Manager dari PT. Combiphar. 

Makassar merupakan kota ke-3 dari acara Maltofer ini. Sekaligus penutup dari perkenalan maltofer dibeberpa kota. Di awal acara, para peserta disarankan untuk mengecek Hb-nya (sudah taukan, untuk apa Hb diperiksa?). Sayapun demikian, meski dengan sangat takut. Tetap saja saya harus tau, berapa hemoglobin saya. Jangan sampai saya salah satu orang yang mengalami anemia. Untuk ukuran Hemoglobin Normal yaitu sekitar 12 - 14. Dan Hb saya berada di angka 11,5. 

Lalu, apa sih Maltofer itu?
Maltofer adalah suplemen zat besi yang bodyfriendly kareba memberikan efek samping secara minimal. Kandungan Iron Polymatose Complex diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantunh dan susah BAB

Pada maltofer ini, memiliki rasa coklat Swedia yang sangat enak. Sehingga dapat dikonsumsi dengan baik. Pas tau klo maltofer ini rasanya coklat, saya langsung nyari sampel yg diberikan dan langsung makan.

Tadinya sempat, khawatir karena belum makan sama sekali. Tapi, ternyata maltofer  seaman itu. Bahkan bisa dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan minuman maupun obat-obatan lain dan tidak menimbulkan stress oksidatif.

Ini produk maltofer yang chew.
(credit foto : facebook.com/nurcahya.dewi)

Maltofer punya 4 kemasan yang berbeda : ada maltofer fol yaitu maltofer yang diperkaya dengan asam folat untuk ibu hamil. Maltofer chew tablet kunyah untuk segala usia. Maltofer syrup, merupakan kemasan sirup isi 150 ml. Dan yang terakhir Maltofer drops kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak.

Jadi, untuk kamu yang sering mengalami anemia. Bisa mengonsumsi maltofer sebagai suplemen yang mencukupi kebutuhan zat besi kamu setiap hari.







3 komentar:

  1. saya sudah coba Maltofer Chew, rasanya enak kayak ngunyah coklat.. dan bagusnya lagi karna Maltofer bisa dikonsumsi dengan minuman teh.. makin mantap deh..

    BalasHapus
  2. Wah kak ul manjanya saat cek hb kecantikannya tetap terjaga mesti telah jadi seorang ibu. Ibu emang wajib tau yah kak betapa pentingnya maltofer dalam kehidupan

    BalasHapus
  3. Berarti udah cocok yang saya lakukan pada bayi-bayiku dulu, memberi makanan yang instan, tapi tetap bagus kualitasnya.
    Soalnya saya gak tau takaran kandungan gizi setiap bahan sih..

    BalasHapus