Jumat, 03 April 2020

5 film wajib nonton bersama keluarga. Salah satunya film kontroversi yang sempat ditolak beberapa kelompok.

All around you...
Ada yang rindu dengan suara tersebut? Hihi, iya itu adalah pembuka dari film-film box office yang menggunakan sound dolby saat diputar di biosop.

Dalam keadan pandemi covid19 ini, kita diperintahkan untuk tetap di rumah aja. Dan mengurangi kegiatan luar. Apalagi kegiatan yang tidak penting menjadi larangan oleh pemerintah. Sehingga tak ada lagi ajang ngopi cantik, arisan sosialita, apalagi nonton bareng film-film bagus yang ternyata beberapa filmpun menunda penayangannya karena wabah ini. 

Dari anjuran pemerintah tersebut hingga beberapa orang memutuskan untuk melakukan seabrek kegiatan dari buka mata hingga tutup mata lagi. Ada yang beres-beres rumah, olahraga, recreate berbagai masakan. Buka tutup sosmed, tidur-bangun-makan-tidur (repeat). Atau ada yang nonton terus untuk menghabiskan waktu.

Nah, berhubung dengan nonton... 30 maret kemarin diperingati sebagai hari film nasional. Sekarang ini, kualitas film nasional itu keren-keren sekali. Ini bukan berarti film-film dulu tidak bagus. Maksudnya, film lokal itu kulitasnya semakin meningkat bukan lagi sekedar cerita seperti ftv-ftv. Nih, 5 film nasional yang wajib kamu nonton bersama keluarga. Bisa kamu cari di platform-platform resmi seperti viu, hooq, iflix, catchplay. 

1. Kartini (2017)
Film garapan Hanung bramantyo ini bercerita tentang kisah kartini serta saudara-saudarnya. Dari film ini kita bisa mengambil pelajaran tentang perjalanan kartini yang memerdekakan kaum perempuan untuk memperoleh hak yang sama dengan laki-laki. Menperjuangkan emansipasi. Dan juga tentang kisah percintaan kartini. Film, yang dibintangi oleh Dian sastrowardhoyo ini memiliki durasi yang cukup panjang yaitu 2 jam 2 menit. Tapi, dengan alur cerita yang menarik membuat waktu tersebut tak terasa. Tak hanya ada Dian sastro, film ini juga dibintangi oleh beberapa aktris papan atas lainnya seperti Acha septriasa, Ayushita, serta Christin Hakim. Film ini bisa kamu tonton di hooq

2. Cek Toko Sebelah (2016)
Cek Toko sebelah merupakan film komedi Indonesia produksi Starvision Plus yang dirilis pada 28 Desember 2016 dan disutradari oleh Ernest Prakasa. Ide cerita film ini dibuat berdasarkan pada realitas etnis Tionghoa saat anak beranjak dewasa, kuliah yang tinggi, mirisnya ujung-ujungnya bekerja di toko orang tuanya sendiri. (Source: wikipedia.org)
Di film ini kamu bisa mengambil beberapa hikmah tentang hubungan keluarga. Antara orang tua dan anak dan juga hubungan antar saudara yang kadang sering berselisih paham. Kadang ada yang merasa benar dan saling menyalahkan yang lain. Film ini bisa kamu tonton juga di hooq.

3. Ghost Writer (2019)
Ghost Writer adalah sebuah film horor komedi Indonesia tahun 2019 garapan Bene Dion. Film tersebut dibintangi oleh Tatjana Saphira sebagai penulis novel bernama Naya. Saat mengalami writer block dan pindah rumah, dia bertemu dengan hantu bernama Galih (Ge Pamungkas). Film tersebut juga dibintangi oleh Deva MahenraErnest PrakasaAsmara Abigail, hingga Muhadkly Acho. (Wikipedia.org)

Film ini mungkin sedikit creepy tapi tidak akan lama, karena ada komedinya juga. Jadi lumayan membuat kita tertawa ditengah ketakutan. Dan membuat heartwarming pada bagian endingnya. Tak hanya itu, ada kisah menarik dari hantu Galih yang ditulisnya di buku diary. Dari membaca buku itu Naya memperoleh ide untuk novelnya. Karena kisah galih memang cukup menyentuh. Untuk tau apa yang dialami oleh galih semasa hidupnya, dan dibuatkan novel oleh naya kamu bisa tonton di iflix.

4. Dua garis biru (2019)
Film yang sempat menjadi kontroversi ini, memang bagus ditonton bersama keluarga. Pasalnya, film yang jika dilihat dari judulnya mungkin menggambarkan kebebasan pergaulan remaja. Tentang kisah Bima dan Dara yang memadu kasih. Merasakan bahagianya jatuh cinta dan berbunga-bunga. Namun, kebahagiaan itu justru berubah menjadi bencana ketika Dara hamil. 
Film ini sangat memainkan emosi kita sebagai penonton. Film ini bukan mengajarkan tentang pergaulan bebas. Bukan mengajarkan bahwa pacaran itu wajar-wajar saja (yang ditentang oleh sebagian golongan tertentu).
Tapi, film ini justru mengedukasi masyarakat. Mengedukasi orangtua bagaimana mendekatkan emosional batin antara orangtua dan anak. Mengajarkan pada remaja apa akibatnya jika kehamilan terjadi di luar pernikahan. Mengajarkan bahwa bertangungjawab itu bukan sekedar kata. Mengajarkan orangtua untuk lebih mawas pada anak. Memberikan gambaran masa depan, jika hal tersebut terjadi pada ssorang remaja. Dan pentingnya sex edukasi pada anak. Hal ini mungkin menjadi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Hingga beberapa anak segan untuk membahas hal tersebut pada orangtua. Begitupun sebaliknya. Orangtua merasa anak masih terlalu kecil untuk mengetahui hal-hal yang berhububgan dengan sex. 
Bahkan pada pembelajaran biologi yang khusus membahas reproduksi ini, seringkali siswa tertawa malu-malu. Padahal membahas organ reproduksi sama halnya dengan bagaimana kita mempelajari organ lainnya seperti mata, hidung, kerjanya jantung, fungsinya paru-paru dan lain sebagainya. 
Ada beberapa makna tersembunyi, pada film tersbut. Yang digambarkan untuk memberi sign tertentu. Untuk kamu yang tidak sempat menonton film ini karena terhasut kontroversi, kamu bisa menontonnya di aplikasi iflix

5.  Mau jadi apa? (2017)
Film ini bercerita tentang kisah hidup Soleh solihun. Seorang komika dan juga mantan jurnalis. Dengan premis serius soal pertanyaan yang muncul oleh banyak mahasiswa saat ditanya hendak jadi apa setelah lulus kuliah, film ini tampil dengan balutan komedi yang kental, nuansa khas tahun ’90an lengkap dengan musiknya,  serta sedikit bumbu romantis yang mewarnai film berdurasi 103 menit ini. (Source : review film movieden.net)
Kisah soleh solihun bersama sahabatnya bisa menjadi gambaran untuk para mahasiswa bahwa prospek masa depan kadang tidak linear dengan jurusan yang diambil. Karena itulah banyak yang merasa salah jurusan juga. 
Film ini saat menghibur karena dibalut dengan komedi yang kental tapi juga tidak mengurangi nilai-nilai kehidupan. Kamu bisa nonton film ini di VIU.

Huh, akhirnya selesai juga menimbang-nimbang yang mana yang menjadi rekomendasi saya untuk teman-teman yang sedang di rumah aja. Bingung sekali memilih judul film indonesia yang berkualitas, karena ada begitu banyak film-film nasional yang tidak kalah keren dengan 5 film di atas. Ada Sabtu Bersama Bapak, Athirah, Belok kanan Barcelona dan masih banyak lagi.


Oiya, saya membuat rekomendasi ini daam rangka hari film nasional Indonesia. Collabs dengan kak citra. Baca di sini : kalau kamu mau tau film favourite Kak Citra. Semoga film-film Indonesia semakin banyak yang tembus keajang International. 

Selasa, 24 Maret 2020

Sinar Mas Galang Dana untuk Datangkan 1 Juta Rapid Test Corona


Apa itu COVID-19?
COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)  adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami gangguan  pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, tidak sedikit yang mengalami gangguan pernapasan yang serius hingga menyebabkan kematian.
Virus COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan air liur atau keluarnya dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, keadaan seperti ini membuat kita harus mempelajari etika ketika batuk. Yaitu, menggunakan masker saat diri sedang mengalaminya atau terjangkit flu. Jika dalam keadaan tidak menggunakan masker dan hendak batuk atau bersin tutup mulut menggunakan lengan bagian dalam. Sehingga tetesan air liur tidak menyembur ke orang sekitar. Tak hanya itu, jaga harak hingga 1 meter lebih jika bertemu dengan orang lain. Karena pada saat ini, tidak ada vaksin atau perawatan khusus untuk COVID-19. Namun, ada banyak uji klinis yang sedang berlangsung mengevaluasi perawatan potensial. 

Pandemi COVID-19 kini, 23 Maret 2020 sudah menyebar ke 187 negara. Dan terdapat 294.110 kasus postive yang terkonfirmasi. Berdasarkan Pusat Informasi COVID-19 Republik Indonesia  untuk wilayah Indonesia sendiri tercatat 579 kasus positive. 30 diantaranya berhasil sembuh, dan 49 orang meninggal.

Cara kita melawan COVID-19
Wabah ini ibarat sebuah perang melawan monster, yang sedang terjadi di bumi pertiwi bahkan di seluruh dunia. Masing-masing kita punya peran untuk melawannya. Dengan tim medis di garda terdepan untuk mengobati yang terserang, Pemerintah yang mengatur strategi perlawanan, dan kita masyarakat sebagai para prajurit yang mengikuti aturan dari pemerintah. Mulai dari aturan social distancing atau jaga jarak dan tetap di rumah. Rajin cuci tangan. Jaga kebersihan dan kesehatan diri serta keluarga. 

Namun, ada beberapa golongan yang tergerak untuk membantu pemerintah serta para tenaga medis melawan COVID-19 dengan cara menggalang dana. Yang tujuannya itu berbeda-beda. Ada yang mengumpulkan donasi untuk membeli Alat Pelindung Diri yang akan digunakan para tenaga medis. Ada yang berdonasi untuk beberapa kelompok masyarakat tertentu. Seperti pemberian makanan gratis untuk driver ojek online.

Tak hanya perseorangan, donasi juga dilakukan oleh Sinar Mas bersama perusahaan lainnya bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chii Indonesia. Bantuan disalurkan melalui Kementrian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Donasi yang digalang nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan uji coba cepat (rapid test kit) sebanyak 1 juta buah. Selain itu, donasi juga dimanfaatkan untuk membeli 20 ribu baju isolasi, 4 unit alat bantu pernafasan, termasuk 1 juta masker.


Para pengusaha sudah bergerak membantu pemerintah untuk bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19. Kegiatan ini juga menciptakan empati dan kepedulian terhadap tenaga medis yang berjuang di lapangan merawat para pasien yang terjangkit virus corona.

Berharap akan semakin banyak perusahaan-perusahaan lainnya yang tergerak untuk bersama mengatasi virus corona.

Stay at home. And stay healthy.



Rabu, 18 Maret 2020

Event PRUCinta : Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu


Apa yang akan Anda tinggalkan, jika harus meninggalkan orang tercinta?

Cinta Terus Hidup, Kita tidak.
Pertanyaan di atas cukup menohok. Membuat kita merenung sejenak. Siapkah kita jika saat itu telah tiba? Bagaimana dengan keluarga yang harus terus melanjutkan hidup tapi, selama ini kitalah yang menjadi tulang punggung mereka? 

Cinta kita terus hidup di hati mereka. Tapi, kita tidak. Dan cinta mungkin saja bisa jadi penguat kehidupan tapi apakah hanya dengan cinta saja mereka mampu memenuhi kesehariannya? 

Tak ada yang tau apa yang akan terjadi. Hari ini kita berpamitan pada anak dan istri atau keluarga untuk pergi ke kantor, atau sekedar bertemu kolega namun nyatanya itu menjadi pamitan kita untuk selamanya. 

Selain Cinta, mungkin tabungan telah ada tapi kebutuhan keluarga tidak hanya tentang tempat tinggal yang nyaman atau makanan sehari-hari. Ada saat dimana mereka mungkin butuh ke dokter, atau kebutuhan sekolah anak. Tabungan saja bisa jadi tak akan cukup. 

Ini sedikit mengingatkan saya tentang kisah seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya. Suami yang meninggalkan banyak aset dan harta untuk istri serta 2 orang anaknya. Tak hanya itu sebelumnya sudah ada deposit untuk pendidikan anak masing-masing sejumlah Rp. 1 Milyar. Keseharian istri semasa hidup suaminya, hanya seorang ibu rumah tangga. Yang terima beres tentang urusan keungan. Bahkan untuk mengisi waktu luang istri ini melakukan kegiatan seprti ibu-ibu pada umumnya, yakni yoga, arisan, dan bisnis ala kadarnya untuk menyibukkan diri. Karena anak-anak mereka sudah remaja. Namun, yang terjadi sepeninggal suami. Si istri tak pandai mengelola keseluruhan harta yang ada. Mencoba berbagai bisnis untuk mencari penghasilan tambahan tapi tak ada untung yang ada malah rugi besar-besaran. Dari harta yang tertumpuk-tumpuk tersebut tertinggal secuil saja. Tak ada lagi simpanan yg banyak. Bahkan deposit untuk anakpun hanya tersisa 1/4nya saja. Padahal belum beberapa tahun si suami meninggal. Dari kisah tersebut mungkin bisa menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa bukan seberapa banyak harta warisan yang ditinggalkan ketika kita wafat melainkan bagaimana kita pandai mengelola seberapapun harta yang dimiliki selama masih hidup. Agar trus bermanfaat untuk orang yang ditinggalkan. Bermanfaat bukan hanya beberapa bulan pasca-kematian tapi beberapa tahun kedepannya lagi.

Pertanyaan renungan di awal saya peroleh ketika menghadiri event yang diselenggarkan oleh Prudential Indonesia, saat peluncuran PRUCinta. Yang bisa jadi PRUCinta adalah jawab atas tanya tersebut.


Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu : PRUCinta
Pada 12 Maret 2020  lalu PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. Dengan sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah.




Ari Purnomo selaku Head of Sharia Business Prudential Indonesia menjelaskan "unit usaha syariah prudential Indonesia telah mengembanglan berbagai macam solusi perlindungan dan terus menjadi pemimpin pasar asuransi jiwa syariah sejak diluncurkan pertama kali pada 2007. Seiring waktu, tren permintaan atas produk keungan berbasis syariah terus meningkat, okeh karena itu Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan  berbasis syariah untuk semua dengan menghadirka PRUCinta.  Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya "

Saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2018, tingkay penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%),dan Tiongkok (2,8%).

PRUCinta lahir di tengah masih minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya,indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,92% (ini berdasarkan survei natiobal Literasi dan Inkludi Keuangan 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan).  Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartal tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu  namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki syariah. Padahal, asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting untuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Siapkah dana darurat mengcover kebutuhan keluarga?
Menurut data dari OJK, masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Tentunya hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir 3 dari 4 orang (72,1%) mengakui hanya mampu bertahan dari 3 bulan, bahkan sebagian di antaranya tidak lebih dari satu bulan. 
Padahal, sebaiknya paling tidak punya keuangan atau simpanan buat setahun untuk keluarga yang ditinggalkan oleh pencari nafkah selamanya.

Buktikan Cintamu dengan PRUCinta

Di berbagai belahan dunia, penyebab utama kematian masih didominasi oleh Penyakit Tidak Menular, yaitu sebesar 60.26% disusul oleh penyakit menular sebesar 29,02%. Namun di balik itu, risiko kematian akibat kecelakaan- baik itu kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran dan lainnya juga masih mengintai, yaitu sebesar 10,19% (berdasarkan ourworldindata.org). Artinya, risiko kematian dapat terjadi pada siapa pun dan kapan pun. Oleh karena itu asuransi diperlukan untuk melindungi ketahanan keuangan keluarga. Seperti ungkapan To love is to protect ,Cinta itu untuk perlindungan. Hanya cinta kita dan asuransi yg bisa kita tinggalkan sebagai bukti dan peranan kita untuk orang yang dicintai.


Kenapa harus PRUCinta?

Siang itu, hadir pula Suhartini Munadi yaitu Product Marketing & Implementation Prudential Indonesia memaparkan "berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini dengan mudah dicairkan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama setahun. Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tinai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.


"Selain itu untuk memberikan ketenangan pikiran, PRUCinta juga memberikan manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan serta 4x santunan asuransi meninggal, dari Dana Tabarru dan sesuai ketentuan Polis, jika insiden tersebut terjadi dalam periode ebam minggu sejak tanggal 1 ramadhan yang ditetapkan oleh pemerintah" lanjut Suhartini.

PRUCinta Untuk Semua

"Prucinta untuk semua kalangan, sebagai proteksi dan sebagai penggnti income. Yang paling penting pada para pencari nafkah. Apalagi untuk orang-orang yang tergolong sandwich generation. Tapi ini bisa juga dimiliki selain itu. PRUCinta bersifat syariah, namun Syariah di sini bukan dominansi tertentu. Ini solusi untuk semua orang. Produk ini, simple, terjangkau dan relevan. Dengan produk ini kita bisa memperluas kesenjangan perlindungan di Indonesia" Ari menambahkan

Di akhir sesi event tersebut, terdapat sesi peluncuran  PRUCinta secara resmi dengan menekan tombol merah oleh kedua narasumber kita. 

Jika kamu berminat untuk menjadi nasabah dari PRUCinta, syaratnya mudah saja 
1. Usia mulai 1 hari sampai 60 tahun
2. Rate harga dimulai dari Rp. 300.000,-
Cara memperoleh produk tersebut bisa melalui website untuk mengajukan produk. Nanti akan direfrensikan untuk calon nasabah dengan mengikuti petunjuk pada website. Kamu bisa klik Asuransi Syariah PRUCinta

Kamis, 06 Februari 2020

Je'neberang Ranrang Tattapuna Gowa (Je'neberang Penunjang Utama Kehidupan Masyarakat Gowa, Makassar, Takalar) oleh alm. Drs. H. Usman Awing


Saya akan memberi sedikit pengantar, sebelum menuliskan kembali tulisan dari alm. Drs. H. Usman Awing. Beliau merupakan kakek saya. Ayah dari ayah saya, yg begitu suka akan sastra. Rasa-rasanya kesukaan saya akan dunia sastra diturunkan oleh beliau. Hahaha. Ya.. meskipun beliau dulu adalah penulis aktif di beberapa surat kabar dan punya beberapa buku sedangkan saya hanya penulis blog. Sayangnya, saya tidak punya jejak tulisan beliau selain tentang sungai je'neberang ini. 
Saya bersama kakek (alm. Drs. Usman Awing)

Tulisan beliau berikut ini membahas tentang Sungai Jeneberang dengan beberapa kisah yang berhubungan dengan sungai tersebut. Disisipi kalimat-kaimat puisi yabg syahdu pada beberapa bagiannya.
Karena cerita berikut akan saya buat perbagian-bagian yang terpisah pada setiap satu postingan. Yuks, silahkan dibaca ya..

Je'neberang Ranrang Tattappuna Gowa
(Je'neberang penunjang utama kehidupan masyarakat Gowa, Ujung Pandang, dan Takalar) - oleh Drs. H. Usman Awing (Guru SMU Negeri Bontonompo, Juni 1997)

Pendahuluan
Banyak yang sungguh dapat dibicarakan tentang sungai Jeneberang. Tetapi yang berpokok pada pembicaraan ini adalah penunjang utama dalam kehidupan masyarakat Gowa, Ujung Pandang, Takalar.
Sungai Jeneberang
Source : pinterest.

Sungguh kata ini bukan semata isapan jempol, tetapi adalah kenyataan kecil yang patut kita akui. Untuk itu marilah kita mencoba melihat apa, mengapa, dan bagaimana sehingga penulis mengutarakan demikian.

Pengertian
Jeneberang (Makassar) 
air pasang, air yang dahsyat.
Ranrang Tattappu
Tali tambang yang pantang putus.

Demikian sungai Jeneberang dijuluki oleh orangtua kita dahulu kala. Jauh sebelum kerajaan Gowa beribukota dan berpusat di Sungguminasa.

Sungai Jeneberang pada mulanya mengalir ke daerah Takalar melalui Polombangkeng Utara, bagian barat menuju ke Palleko (Ta'bing Siwalia) dan terus ke pantai Takalar. Bekas sungai Jeneberang masih dijumpai telaga dan rawa-rawa yang dalam disepanjang alirannya yang melalui Kampung Mata' (Liku Lamberek), menuju ke Mattoanging kemudian ke pinggiran Pannyangkalan dan terus ke Palleko daerah Takalar bagian utara. Rawa-rawa disepanjang bekas aliran sungai ini sangat subur bagi pertanian. Masyarakat sekitarnya menggarap tanah negara ini, bahkan banyak pula yang telah menjadi tanah milik penduduk di sekitarnya.

Sungai Jemberang
Source : Pinterest.

Jeneberang Sebelum ke Gowa - Sungguminasa

Sungai Jeneberang sebelum ke Gowa atau sebelum melalui Sungguminasa,telah mengalir dengan aman menggenangi lembah dan rawa-rawa disepanjang daerah alirannya yang menuju ke Daerah Tingkat II Takalar. Masyarakat dan punggawa atau penguasa setempat, semuanya merasa puas dan tentram menikmati kemakmuran yang ditimbulkan oleh air sungai Jeneberang yang memberikan sumber penghidupan, utamanya bidang pertanian.

Salah satu kampung kecil yag terletak di tepi sungai itu disebut Desa Lassang (Polombangkeng Utara). Yakni, daerah yang merupakan bagian Tingkat II Takalar belahan utara yang berbatasan Derah Tingkat II Gowa.

Konon di kampung itulah hidup seorang Boto (Panrita) yakni orang cendekia yang lazim disebut Boto Lassang. Boto Lassang inilah yang kemudian menjalin persahabatan dengan Boto Lempangang di Gowa yang berada pada Kerajaan di Gowa. Boto Lassang sangat terkenal dengan segala kearibannya,kesaktian dan kebijaksanaannya. Ia sangat dicintai oleh rakyat Lassang dan Polombangkeng. Boto Lassang mengajari masyarakat menyembah Yang Maha Kuasa, melaksanakan ibadah, dan menjauhi larangan Allah SWT. Boto Lassang mengajarkan dan menganjurkan pada masyarakat banyak supaya memanfaatkan rahmat Allah dengan air sungai Jenebrang yang dapat menyuburkan tanaman mereka. Kemakmuran rakyat Lassang terdengar kemana-mana,bahkan sampai ke beberapa kerajaan di sekitar daerah itu.

Boto Lempangang sering berkunjung ke Lassang menemui sahabatnya sesama Boto. Kemakmuran daerah Lassang/Polombangkeng  mulai didengar di mana-mana sehinga sampai ke Gowa. Sayang sekali hal ini tidak berlangsung lama disebabkan kedatangan kemarau panjang yang berakibat sangat kekurangan air dan makanan. Kiranya hal inilah yang menyebabkan perubahan keadaan perekonomian dan penghidupan masyarakat.

Kemarau Panjang Menimpa Daerah Pesisir Selatan

Kemarau panjang menimpa seluruh daerah pesisir selatan Makassar, termasuk kerajaan Gowa.
Kerajaan Gowa pada masa itu sangat terkenal kejayaannya karena ditopang oleh pertaniannya yang sangat maju, disamping kekuatan armada lautnya, dan laskar keajaan yang gagah perkasa. Kehidupan masyarakatnya sangat sejahtera demikian juga kehidupan di istana kerajaan Gowa sebagai cerminan kejayaan rakyatnya sangat nampak tergambar.

Namun ketika kemarau panjang melanda masyarakat Kerajaan Gowa yang menyebabkan kepanasan dimana-mana, sehingga tanah berbongkah-bongkah, rumput kering menjarum, semuanya menjadi kerontang dan kering kisut. Binatang ternak banyak yang mati karena kehausan, dan kelaparan disebabkan sulitnya merumput.

Masyarakat Gowa merasa risau dan bersusah hati. Namun  tak seorangpun yang berani mengadukan pada Raja (Somba ri Gowa). Para Punggawa/Bate salapang berpikir, lalu mereka sepakat berusaha mendekati inang-inang agar inanglah yang berusaha membisikkan pada tuan putri. Mungkin melalui tuan putri sehingga kerisauan ini dapat sampai ke telinga Raja Gowa.

Bate Salapang sangat merasa malu mengadukan langsung pada Raja Gowa, kalau-kalau hal ini dianggap masalah perut saja. Jangan sampai Raja menganggap bahwa Bate Salapang hanya berpikir masalah makan semata. Maka sepakatlah agar hal ini tak usah dengan resmi Bate Salapang mengadukan pada Raja, mengingat Bate Salapang adalah wadah yang sangat bergengsi di samping Raja dan Kerajaan Gowa. Jadi, masalah yang agak ringan tak perlu melalui wadah Bate Salapang.

Bate Salapang hanya berharap, mudah-mudahan Tuan Putri dapat mempengaruhi Ayahandanya sehingga memperhatikan betapa bencana alam ini akan menyengsarakan masyarakat Gowa. Mereka berdoa bersama semoga dapat dipikirkan bagaimana menanggulangi, dan mencari jalan sehingga bencana kekeringan ini dapat diatasi. Mudah-mudahan  hasil panen dapat diperoleh dengan jalan pembuatan irigasi yang kemungkinannya dapat diambil dari air sungai jeneberang.

Demikian Punggawa dan Bate-Bate berhasil membujuk inang sehingga para inang membisikkan Tuan Putri, anak Sombaya ri Gowa "Sitti Daeng Nisanga". Berkat kepandaian inang membujuk merayu dan bijak bertutur menyusun kata sehingga Tuan putri sangat tersentuh hatinyadan bersimpatik mendengar keluhan rakyat.

Disuatu malam, Putri Raja Gowa berdendang menyanyi sendu di kamarnya yang sangat dekat dengan kamar peraduan Raja Gowa. Lantunnya demikian :

Tunisombaki bedeng ri Gowa
(Apalah arti kita dipertuan)
Tunicinde ri Lakiung
(Dipertuan yang muliakan di Lakiung)
Kiero' Je'ne
(Sedang mau mandi saja,)
Nataeba lanije'ne
(Air tak ada untuk dimandi)

Batara passunggu tongki
(Wahai Tuhan, bahagiakanlah kami)
Lebba tommaki' salasa
(Kami sudah cukup merasakan derita)
Jokjokkang tongki'
(Kini tunjukkan padaku)
Rappo ganggaya ri Gowa
(Manakah hidup bahagia di Gowa)

Nyanyian ini didendangkan oleh Tuan Putri Sitti Daeng Nisanga sampai Raja Gowa secara diam-diam mendengar dan memperhatikan apa gerangan yang dilakukan oleh Tuan Putri. Dilain pihak yakni Sitti Daeng Nisanga pun mengetahui bahwa Sombaya (Raja Gowa) yaitu Ayahandanya memperhatikan nyanyiannya itu. Rupanya Sitti Daeng Nisanga dibisiki oleh salah seorang inang yang sempat memperhatikan tingkah laku Tunisombaya ri Gowa.

Sitti Daeng Nisanga kemudian menyambung nyanyiannya dengan mnyanyikan lagu "Bulan Sapparak"

Bulang Sapparak bulang mabajik
I bajik nikunjungi
Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawana binanga Jeneberang

Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawana binangaya
Ribawana
Binanga Jenberanga

Jeneberang monjo cinik
Ranrang tattappuna Gowa
Nappajekneki, nappajekneki
Tumangeya rannu-rannu sayang..

Ma'rannu-rannu, ma'jeknek'jeknek
Ribawa, ribawana binanga
Ribawana Binanga 
Jeneberang..

Artinya:
Bulan Safar Bulan yang mulia
Bulan terbaik kita saling mengunjungi
Bermandi-mandi, bersuka ria
Di tepian muaranya Jeneberang

Bersuka ria bermandi-mandi
Ketepian muaranya sungai 
Kemuaranya sungai.muaranya sungai Jeneberang..

Coba pandangi muaranya Jeneberang
Laksana tali tambang yang tak kunjung putus
Tali tambang, pengharapan orang Gowa
Tempat bermandi, bersuka ria bagi pengunjungnya.

Mari berdendang bersuka ria
Bermandi-mandi sampai ke tepiab
Di sanalah dimuaranya sungai
Di muaranya sungai Jeneberang

***
Nyanyian sang putri ini sangat diperhatikan oleh sang Raja sehingga matanya tiada terpicing memikirkan apa gerangan yang menimpa dan apa yang mendamba di hati Tuan Putri kesayangannya. Gelisah sungguh Raja Gowa memikirkan hal ini, sehingga kadang-kadang bangun lalu berbaring kembali.

Akhirnya terlintas di hati Raja Gowa ingin merundingkannya dengan Pernaisuri. Kemudian, Somba pun menemui Permaisuri lalu membisikkan keinginannya untuk merundingkan sesuatu yang menyangkut putrinya. Sangat gembira Sang permaisuri mendengarnya, lalu menjawab "kalau tentang Putri Kita, alangkah baiknya bila kita lebih dahulu meminta infromasi dari inang." Permaisuri yakin bahwa inanglah yang banyak mengetahui keadaan sang Putri.

Mendengar keterangan Sang Permaisuri, Rajapun memerintahkan agar inang dipanggil bersembah pada Raja. Sambil menunggu inang, Sombaya mengajak Istrinya untuk bersama-sama mencoba menyimak makna kelong (syair) yang dinyanyikan oleh putrinya. Sombaya menyatakan keheranannya karena baru sekali ini Sitti Daeng Nisanga berdendang seperti itu. Mudah-mudahan  makna kelong itu dapat memberi penafsiran yang berhubungan dengan keterangn sang inang nanti. Itulah yang paling baik kita lakukan sambil menunggu kedatangan sang inang.

Pesuruh yang diperintahkan memanggil inang telah menyampaikan perintah panggilan itu. Alangkah terkejut dan ketakutan sang inang menerima perintah berhadap sembah  panggilan segera dipenuhi dan inangpun segera bersujud sembah dan berusaha menuturkan sebatas kemampuan dan pengetahuannya. Inang lalu menggambarkan keluh kesah Tuan Putri yang selalu mencela air mandinya yang disediakan oleh sang inang. Menurur inang, Tuan Putri sepertinya ingin mandi di telaga atau di muara. Kadang-kadang Tuan putri menyebut-nyebut "Jenebrang" yang sesungguhnya bagi inang sangatlah samar, bahkan tak ada yang jelas, namun tak berani mengusik Tuan Putri.

Demikian sembah sujud sang inang, lalu memohon semoga Raja mengundang Boto Lempangang. Mungkin Boto Lempangang dapat mengetahui apa makna nyanyian Sitti Daeng Nisanga, Putrinya. Dan bagaimana sesungguhnya keadaan Tuan Putri tersebut?

Karena inang bertutur demikian khidmat dan penuh hormat maka Somba ri Gowa agak tertarik dengan segala yang diutarakan inang. Somba teringat dan terkesan sekali atas permohonan inang mengundang Boto Lempangang, disamping sebagian hal yang wajar mencari dan meminta pertimbangan serta pandangan bila ada yang menjadi kemelut di Istana. Somba juga sangat rindu bertemu Boto Lempangang.

Sombaya juga berpikir bahwa alangkah ceroboh, bila terlalu cepat menyerahkan persoalannya pada Bate Salapang atau pada Tumailalang. Sebab persoalan Tuan Putri masih soal istana yang belum menyangkut masyarakat Gowa, namun tidak menutup kemungkinan bahwa persoalan Tuan Putri akan menyangkut masalah masyarakat. Mungkin saja Tuan Putri hanya sebagai penyambung lidah rakyat Gowa


--bersambung--