Jumat, 31 Juli 2020

ke Baitullah bagi yang (di) Mampu (kan Allah)

Ingat rukun Islam yang ke 5?
"Naik Haji bagi orang yang mampu"

Saat ini untuk melaksanakan ibadah haji butuh waktu yang sangat lama. Bukan soal biaya yang dikumpulkan dalam jangka waktu yang lama, melainkan juga tentang daftar tunggu yang bertahun tahun. Kecuali kalau kamu punya biaya yang sangat lebih, kamu bisa daftar melalui ONH (ongkos Naik Haji) plus.

Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, beberapa orang memilih ke Tanah Suci Mekkah dengan menunaikan ibadah Umroh saja dahulu. Selain dari biaya yang sedikit lebih murah dari biaya Haji, ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja (tergantung travelnya, hehe) tidak harus menunggu musim haji antara bulan Dzul Qo'dah dan Dzul Hijjah. 

Tapi, jangan berkecil hati jika untuk umrohpun kalian belum mampu dari segi biaya. Karena definisi mampu menurut kita itu berbeda dari definisi mampu menurut Allah SWT.  Iya, Allah mampukan hambanya bagi siapa saja yang Ia hendaki. 

(Setelah bertahun tahun, baru bisa cerita ini)
Dan saya betul betul merasakan Allah SWT itu Maha Pemurah, Maha mendengar segala doa.

Tahun 2015.
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak
(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

Saya mengucapkan talbiyah di atas bus menuju mekkah, perjalanan dari Madinah.

Sebelumnya, saya tidak pernah merencanakan untuk melaksanakan ibadah umroh. Tapi, pernah sekali mendengar seseorang memperoleh hadiah umroh dari undian. Sayapun meminta hal yang sama pada Allah, sekali tapi dengan amin yang paling serius. Setelah itu tak pernah lagi ku minta pada Allah untuk ke Baitullah. Saya masih terlalu sibuk menjadi ibu baru. Mengurus Revan yang usianya belum setahun. Sembari mengejar ketertinggalan dikampus tepatnya di semester 6. Dan sorenya, mengajar part-time di bimbingan belajar. Begitulah kesibukan saya.

Tahun 2014.
Tempat saya mengajar ikut bekerja sama dengan pemerintah Kota Makassar menjadi salah satu sponsor dalam rangkaian acara ulang tahun kota Makassar yang ke 407. Setiap karyawan dan tentor mendapat baju kaos dan kupon undian di acara gerak jalan santai acara tersebut. Sayapun dapat satu. Dan tentu saja pas hari H, saya tidak ikut meramaikan gerak jalan santai itu. Tapi, mencoba keberuntungan dengan menitip kupon undian yang dibagikan dari kantor ke teman yang dengan semangat '45 ingin mengikuti gerak jalan tersebut. 

Beberapa hari telah berlalu. Saya mendapat jadwal mengajar pagi, padahal belum sempat tertidur karena ngelonin bayi yang begadang sampai pagi. Tak ada istirahat, karena ada tanggung jawab yang lain yang harus ku kerjakan. Yaitu mengajar. Karena mengajar ini juga menjadi me time untukku. Pas masuk, FO (front office) langsung kasi selamat ke saya "selamat yaa ul. tawwa ul"

Saya yang kurang tidur ini, bingung. Selamat atas apa. "Maksudnya kak? Selamat apa? Hahah" ucapku.
"Ih.. menangki undian toh? Pergiki gerak jalan santai waktunya hari minggu?" 
"Undian apa kak?" Saya sungguh sudah lupa tentang itu, padahal ini baru hari selasa.
"Liatmi di koran, ada pengumumannya itu nomor nomor undian yang menang. Ku tau bilang kita, karena saya catat nomor-nomor kupon karyawan di cabang sini sebelumnya ambil"
Kak nanni yang bertugas sebagai FO pagi itu menjelaskan, saya masih takjub. Mencoba mengambil koran yang di tunjukkan. Dan mencocokkan nomor kupon yg baru saja ku ambil dari dompet.
Iya nomornya sama. Betulkah ini ya Allah?

Masih ragu dengan kabar pagi itu tapi sekaligus senang. Saya membaca keterangan pengambilan hadiah bagi para pemenang. Selanjutnya hadiah bisa diperoleh setelah mengonfirmasi data diri dan bukti kupon di kantor walikota Makassar. 

Beberapa hari saya melewatkannya, hingga tiba dihari terakhir melapor. Kami bertiga (saya, Epan, dan ayahnya) berangkat ke kantor walikota. Dan menuju bagian yang mengurus hadiah undian. Sampai di ruangan tersebut, beberapa orang menyambut kami. Saya memberikan berkas-berkas yang diperlukan. Mereka bertanya apakah saya membeli kupon dalam jumlah yang banyak? Jawabanku, tentu saja tidak. Itupun juga kebetulan karena pembagian kantor. Karena katanya ada yang membeli kupon undian tersebut berblok-blok. Yaa.. tentang rezeky itu sudah diatur oleh Allah. Hingga akhirnya saya diberi undangan untuk mendatangi malam puncak ulang tahun kota Makassar sekaligus surat keterangan ke travel. Yang ternyata travel yang jadi sponsor Umroh itu pemiliknya Direktur Utama tempat saya kerja. 
Acara HUT Makassar itu di akhir tahun 2014. Karena saya harus mengurus paspor, menunggu visa terbit, tentu tidak langsung berangkat. Akhirnya nyebrang ke tahun 2015. Bahkan beberapa kali keberangkatan saya tertunda. Rencananya saya hanya berangkat sendiri. Tapi, mama (mertua) tidak ingin saya jalan sendiri jadi beliau meminta anaknya alias suami 🤣 untuk menemani saya dan mama yang membayarkannya ditambah bapak memberi kami uang saku selama di sana (semoga rezekynya mama dan bapak lancaar terus dan panjang umur yaa). Alhamdulillahirabbil alamiin. Saya akhirnya tidak jalan sendiri dan rezeki dari Allah SWT kala itu berkali-kali lipat.

Awal tahun 2015 keberangkatan kami masih tertunda, dikarenakan terbitan visa yang susah keluar dari pemerintahan Arab. Tapi, dipertengahan tahun 2015 kita dihubungi pihak travel akan berangkat minggu depan. Iya, semuanya serba tiba-tiba menyiapkan keberangkatan umroh dalam 7 hari 🤦🏻‍♀️. Baju-baju kami packing itu seadanya saja. Tak ada persiapan yang matang. 

Dan itu sudah ketentuan final. Tak ada lagi penundaan karena tiket sudah ada. Rasanya dihidupku ini semua serba tiba-tiba. 
Ketika hari H pun tiba, kami berdua masih miss-komunikasi dengan pihak travel. Dipikiran kami pukul 14.00 sudah ada di bandara jadi perkiraan berangkat pukul 5 sore atau lewat. Ternyata, pukul 14.00 itu pesawat sudah take off. Saya yg tadinya ada di kampus, dan suami yg ada di kantor langsung pulang dengan segera. Berburu ketinggalan, berulang kali kami diteror untuk segera sampai di bandara. Setelah sampai di bandara kami berdua mendengar panggilan terakhir utk nama kami. Berlari-larian di bandara, menenteng masing-masing 2 koper. Dan ternyata salah gate. Lari lagi ke gate yg seharusnya. Alhamdulillah, hampir saja kami ketinggalan pesawat. Pikiranku kala itu, jika memang kami ketinggalan pesawat mungkin memang belum rezeky. Tapi, Allah mudahkan semuanya. Allah berikan jalannya dengan seorang kawan yang terus membujuk Flight Attendant bahwa beberapa menit lagi kami akan sampai. Rute kami saat itu, transit Jakarta-Malaysia-Madinah 4 hari - Mekkah 7 hari. Oiya, rencana lainnya jika ketinggalan pesawat ini, kami akan membeli tiket baru menuju jakarta. Alhamdulillah, kami berdua masih diberi kesempatan. Meski cara kami berpamitan pada keluargapun terburu-buru.

Begitulah, salah satu cara Allah memberikan rezeky pada hambaNya. Seperti pada ayat yang dikenal dengan ayat seribu dhinar 
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)"


Berikut beberapa foto-foto kami selama di tanah suci Madinah dan Mekkah

After Dzuhur, Masjid Nabawi MMadinah



Umroh pertama setelah tiba di Kota Mekkah.
(Mata ngantuk, perjalanan panjang dari madinah ke Mekkah)

                      Loc : Masjid Bir Ali

(umroh selanjutnya, muka bahagia setelah berhasil mencium Hajr Aswad. Dan berakhir dengan tali tas yang putus)


Loc : Jabal Rahmah, tempat bertemunya Adam dan Hawa


Pelataran Masjidil Haram,Mekkah.
Sambil ngabuburid, puasa hari pertama.


area menuju perpustakaan. Soalnya dilarang foto dalam perpustakaannya.


Jalan menuju Masjidil Haram Mekkah.
Dari penginapan 



Loc : Masjid Terapung Laut Merah, Jeddah.


Loc : Mesjid Terapung Jeddah



Bonus 🤣, Our 1st wedding Anniversary


.

Jumat, 03 April 2020

5 film wajib nonton bersama keluarga. Salah satunya film kontroversi yang sempat ditolak beberapa kelompok.

All around you...
Ada yang rindu dengan suara tersebut? Hihi, iya itu adalah pembuka dari film-film box office yang menggunakan sound dolby saat diputar di biosop.

Dalam keadan pandemi covid19 ini, kita diperintahkan untuk tetap di rumah aja. Dan mengurangi kegiatan luar. Apalagi kegiatan yang tidak penting menjadi larangan oleh pemerintah. Sehingga tak ada lagi ajang ngopi cantik, arisan sosialita, apalagi nonton bareng film-film bagus yang ternyata beberapa filmpun menunda penayangannya karena wabah ini. 

Dari anjuran pemerintah tersebut hingga beberapa orang memutuskan untuk melakukan seabrek kegiatan dari buka mata hingga tutup mata lagi. Ada yang beres-beres rumah, olahraga, recreate berbagai masakan. Buka tutup sosmed, tidur-bangun-makan-tidur (repeat). Atau ada yang nonton terus untuk menghabiskan waktu.

Nah, berhubung dengan nonton... 30 maret kemarin diperingati sebagai hari film nasional. Sekarang ini, kualitas film nasional itu keren-keren sekali. Ini bukan berarti film-film dulu tidak bagus. Maksudnya, film lokal itu kulitasnya semakin meningkat bukan lagi sekedar cerita seperti ftv-ftv. Nih, 5 film nasional yang wajib kamu nonton bersama keluarga. Bisa kamu cari di platform-platform resmi seperti viu, hooq, iflix, catchplay. 

1. Kartini (2017)
Film garapan Hanung bramantyo ini bercerita tentang kisah kartini serta saudara-saudarnya. Dari film ini kita bisa mengambil pelajaran tentang perjalanan kartini yang memerdekakan kaum perempuan untuk memperoleh hak yang sama dengan laki-laki. Menperjuangkan emansipasi. Dan juga tentang kisah percintaan kartini. Film, yang dibintangi oleh Dian sastrowardhoyo ini memiliki durasi yang cukup panjang yaitu 2 jam 2 menit. Tapi, dengan alur cerita yang menarik membuat waktu tersebut tak terasa. Tak hanya ada Dian sastro, film ini juga dibintangi oleh beberapa aktris papan atas lainnya seperti Acha septriasa, Ayushita, serta Christin Hakim. Film ini bisa kamu tonton di hooq

2. Cek Toko Sebelah (2016)
Cek Toko sebelah merupakan film komedi Indonesia produksi Starvision Plus yang dirilis pada 28 Desember 2016 dan disutradari oleh Ernest Prakasa. Ide cerita film ini dibuat berdasarkan pada realitas etnis Tionghoa saat anak beranjak dewasa, kuliah yang tinggi, mirisnya ujung-ujungnya bekerja di toko orang tuanya sendiri. (Source: wikipedia.org)
Di film ini kamu bisa mengambil beberapa hikmah tentang hubungan keluarga. Antara orang tua dan anak dan juga hubungan antar saudara yang kadang sering berselisih paham. Kadang ada yang merasa benar dan saling menyalahkan yang lain. Film ini bisa kamu tonton juga di hooq.

3. Ghost Writer (2019)
Ghost Writer adalah sebuah film horor komedi Indonesia tahun 2019 garapan Bene Dion. Film tersebut dibintangi oleh Tatjana Saphira sebagai penulis novel bernama Naya. Saat mengalami writer block dan pindah rumah, dia bertemu dengan hantu bernama Galih (Ge Pamungkas). Film tersebut juga dibintangi oleh Deva MahenraErnest PrakasaAsmara Abigail, hingga Muhadkly Acho. (Wikipedia.org)

Film ini mungkin sedikit creepy tapi tidak akan lama, karena ada komedinya juga. Jadi lumayan membuat kita tertawa ditengah ketakutan. Dan membuat heartwarming pada bagian endingnya. Tak hanya itu, ada kisah menarik dari hantu Galih yang ditulisnya di buku diary. Dari membaca buku itu Naya memperoleh ide untuk novelnya. Karena kisah galih memang cukup menyentuh. Untuk tau apa yang dialami oleh galih semasa hidupnya, dan dibuatkan novel oleh naya kamu bisa tonton di iflix.

4. Dua garis biru (2019)
Film yang sempat menjadi kontroversi ini, memang bagus ditonton bersama keluarga. Pasalnya, film yang jika dilihat dari judulnya mungkin menggambarkan kebebasan pergaulan remaja. Tentang kisah Bima dan Dara yang memadu kasih. Merasakan bahagianya jatuh cinta dan berbunga-bunga. Namun, kebahagiaan itu justru berubah menjadi bencana ketika Dara hamil. 
Film ini sangat memainkan emosi kita sebagai penonton. Film ini bukan mengajarkan tentang pergaulan bebas. Bukan mengajarkan bahwa pacaran itu wajar-wajar saja (yang ditentang oleh sebagian golongan tertentu).
Tapi, film ini justru mengedukasi masyarakat. Mengedukasi orangtua bagaimana mendekatkan emosional batin antara orangtua dan anak. Mengajarkan pada remaja apa akibatnya jika kehamilan terjadi di luar pernikahan. Mengajarkan bahwa bertangungjawab itu bukan sekedar kata. Mengajarkan orangtua untuk lebih mawas pada anak. Memberikan gambaran masa depan, jika hal tersebut terjadi pada ssorang remaja. Dan pentingnya sex edukasi pada anak. Hal ini mungkin menjadi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Hingga beberapa anak segan untuk membahas hal tersebut pada orangtua. Begitupun sebaliknya. Orangtua merasa anak masih terlalu kecil untuk mengetahui hal-hal yang berhububgan dengan sex. 
Bahkan pada pembelajaran biologi yang khusus membahas reproduksi ini, seringkali siswa tertawa malu-malu. Padahal membahas organ reproduksi sama halnya dengan bagaimana kita mempelajari organ lainnya seperti mata, hidung, kerjanya jantung, fungsinya paru-paru dan lain sebagainya. 
Ada beberapa makna tersembunyi, pada film tersbut. Yang digambarkan untuk memberi sign tertentu. Untuk kamu yang tidak sempat menonton film ini karena terhasut kontroversi, kamu bisa menontonnya di aplikasi iflix

5.  Mau jadi apa? (2017)
Film ini bercerita tentang kisah hidup Soleh solihun. Seorang komika dan juga mantan jurnalis. Dengan premis serius soal pertanyaan yang muncul oleh banyak mahasiswa saat ditanya hendak jadi apa setelah lulus kuliah, film ini tampil dengan balutan komedi yang kental, nuansa khas tahun ’90an lengkap dengan musiknya,  serta sedikit bumbu romantis yang mewarnai film berdurasi 103 menit ini. (Source : review film movieden.net)
Kisah soleh solihun bersama sahabatnya bisa menjadi gambaran untuk para mahasiswa bahwa prospek masa depan kadang tidak linear dengan jurusan yang diambil. Karena itulah banyak yang merasa salah jurusan juga. 
Film ini saat menghibur karena dibalut dengan komedi yang kental tapi juga tidak mengurangi nilai-nilai kehidupan. Kamu bisa nonton film ini di VIU.

Huh, akhirnya selesai juga menimbang-nimbang yang mana yang menjadi rekomendasi saya untuk teman-teman yang sedang di rumah aja. Bingung sekali memilih judul film indonesia yang berkualitas, karena ada begitu banyak film-film nasional yang tidak kalah keren dengan 5 film di atas. Ada Sabtu Bersama Bapak, Athirah, Belok kanan Barcelona dan masih banyak lagi.


Oiya, saya membuat rekomendasi ini daam rangka hari film nasional Indonesia. Collabs dengan kak citra. Baca di sini : kalau kamu mau tau film favourite Kak Citra. Semoga film-film Indonesia semakin banyak yang tembus keajang International. 

Selasa, 24 Maret 2020

Sinar Mas Galang Dana untuk Datangkan 1 Juta Rapid Test Corona


Apa itu COVID-19?
COVID-19 (Corona Virus Disease 2019)  adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami gangguan  pernapasan ringan hingga sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, tidak sedikit yang mengalami gangguan pernapasan yang serius hingga menyebabkan kematian.
Virus COVID-19 menyebar terutama melalui tetesan air liur atau keluarnya dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, keadaan seperti ini membuat kita harus mempelajari etika ketika batuk. Yaitu, menggunakan masker saat diri sedang mengalaminya atau terjangkit flu. Jika dalam keadaan tidak menggunakan masker dan hendak batuk atau bersin tutup mulut menggunakan lengan bagian dalam. Sehingga tetesan air liur tidak menyembur ke orang sekitar. Tak hanya itu, jaga harak hingga 1 meter lebih jika bertemu dengan orang lain. Karena pada saat ini, tidak ada vaksin atau perawatan khusus untuk COVID-19. Namun, ada banyak uji klinis yang sedang berlangsung mengevaluasi perawatan potensial. 

Pandemi COVID-19 kini, 23 Maret 2020 sudah menyebar ke 187 negara. Dan terdapat 294.110 kasus postive yang terkonfirmasi. Berdasarkan Pusat Informasi COVID-19 Republik Indonesia  untuk wilayah Indonesia sendiri tercatat 579 kasus positive. 30 diantaranya berhasil sembuh, dan 49 orang meninggal.

Cara kita melawan COVID-19
Wabah ini ibarat sebuah perang melawan monster, yang sedang terjadi di bumi pertiwi bahkan di seluruh dunia. Masing-masing kita punya peran untuk melawannya. Dengan tim medis di garda terdepan untuk mengobati yang terserang, Pemerintah yang mengatur strategi perlawanan, dan kita masyarakat sebagai para prajurit yang mengikuti aturan dari pemerintah. Mulai dari aturan social distancing atau jaga jarak dan tetap di rumah. Rajin cuci tangan. Jaga kebersihan dan kesehatan diri serta keluarga. 

Namun, ada beberapa golongan yang tergerak untuk membantu pemerintah serta para tenaga medis melawan COVID-19 dengan cara menggalang dana. Yang tujuannya itu berbeda-beda. Ada yang mengumpulkan donasi untuk membeli Alat Pelindung Diri yang akan digunakan para tenaga medis. Ada yang berdonasi untuk beberapa kelompok masyarakat tertentu. Seperti pemberian makanan gratis untuk driver ojek online.

Tak hanya perseorangan, donasi juga dilakukan oleh Sinar Mas bersama perusahaan lainnya bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chii Indonesia. Bantuan disalurkan melalui Kementrian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.


Donasi yang digalang nantinya akan digunakan untuk membeli peralatan uji coba cepat (rapid test kit) sebanyak 1 juta buah. Selain itu, donasi juga dimanfaatkan untuk membeli 20 ribu baju isolasi, 4 unit alat bantu pernafasan, termasuk 1 juta masker.


Para pengusaha sudah bergerak membantu pemerintah untuk bersama-sama menghadapi pandemi COVID-19. Kegiatan ini juga menciptakan empati dan kepedulian terhadap tenaga medis yang berjuang di lapangan merawat para pasien yang terjangkit virus corona.

Berharap akan semakin banyak perusahaan-perusahaan lainnya yang tergerak untuk bersama mengatasi virus corona.

Stay at home. And stay healthy.



Rabu, 18 Maret 2020

Event PRUCinta : Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu


Apa yang akan Anda tinggalkan, jika harus meninggalkan orang tercinta?

Cinta Terus Hidup, Kita tidak.
Pertanyaan di atas cukup menohok. Membuat kita merenung sejenak. Siapkah kita jika saat itu telah tiba? Bagaimana dengan keluarga yang harus terus melanjutkan hidup tapi, selama ini kitalah yang menjadi tulang punggung mereka? 

Cinta kita terus hidup di hati mereka. Tapi, kita tidak. Dan cinta mungkin saja bisa jadi penguat kehidupan tapi apakah hanya dengan cinta saja mereka mampu memenuhi kesehariannya? 

Tak ada yang tau apa yang akan terjadi. Hari ini kita berpamitan pada anak dan istri atau keluarga untuk pergi ke kantor, atau sekedar bertemu kolega namun nyatanya itu menjadi pamitan kita untuk selamanya. 

Selain Cinta, mungkin tabungan telah ada tapi kebutuhan keluarga tidak hanya tentang tempat tinggal yang nyaman atau makanan sehari-hari. Ada saat dimana mereka mungkin butuh ke dokter, atau kebutuhan sekolah anak. Tabungan saja bisa jadi tak akan cukup. 

Ini sedikit mengingatkan saya tentang kisah seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya. Suami yang meninggalkan banyak aset dan harta untuk istri serta 2 orang anaknya. Tak hanya itu sebelumnya sudah ada deposit untuk pendidikan anak masing-masing sejumlah Rp. 1 Milyar. Keseharian istri semasa hidup suaminya, hanya seorang ibu rumah tangga. Yang terima beres tentang urusan keungan. Bahkan untuk mengisi waktu luang istri ini melakukan kegiatan seprti ibu-ibu pada umumnya, yakni yoga, arisan, dan bisnis ala kadarnya untuk menyibukkan diri. Karena anak-anak mereka sudah remaja. Namun, yang terjadi sepeninggal suami. Si istri tak pandai mengelola keseluruhan harta yang ada. Mencoba berbagai bisnis untuk mencari penghasilan tambahan tapi tak ada untung yang ada malah rugi besar-besaran. Dari harta yang tertumpuk-tumpuk tersebut tertinggal secuil saja. Tak ada lagi simpanan yg banyak. Bahkan deposit untuk anakpun hanya tersisa 1/4nya saja. Padahal belum beberapa tahun si suami meninggal. Dari kisah tersebut mungkin bisa menjadi pelajaran untuk kita semua bahwa bukan seberapa banyak harta warisan yang ditinggalkan ketika kita wafat melainkan bagaimana kita pandai mengelola seberapapun harta yang dimiliki selama masih hidup. Agar trus bermanfaat untuk orang yang ditinggalkan. Bermanfaat bukan hanya beberapa bulan pasca-kematian tapi beberapa tahun kedepannya lagi.

Pertanyaan renungan di awal saya peroleh ketika menghadiri event yang diselenggarkan oleh Prudential Indonesia, saat peluncuran PRUCinta. Yang bisa jadi PRUCinta adalah jawab atas tanya tersebut.


Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu : PRUCinta
Pada 12 Maret 2020  lalu PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan asuransi jiwa syariah PRUCinta untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. Dengan sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah.




Ari Purnomo selaku Head of Sharia Business Prudential Indonesia menjelaskan "unit usaha syariah prudential Indonesia telah mengembanglan berbagai macam solusi perlindungan dan terus menjadi pemimpin pasar asuransi jiwa syariah sejak diluncurkan pertama kali pada 2007. Seiring waktu, tren permintaan atas produk keungan berbasis syariah terus meningkat, okeh karena itu Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan  berbasis syariah untuk semua dengan menghadirka PRUCinta.  Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya "

Saat ini, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jiwa masih rendah. Data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan bahwa pada 2018, tingkay penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%),dan Tiongkok (2,8%).

PRUCinta lahir di tengah masih minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya,indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi syariah hanya 1,92% (ini berdasarkan survei natiobal Literasi dan Inkludi Keuangan 2016 oleh Otoritas Jasa Keuangan).  Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartal tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu  namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki syariah. Padahal, asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting untuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Siapkah dana darurat mengcover kebutuhan keluarga?
Menurut data dari OJK, masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Tentunya hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir 3 dari 4 orang (72,1%) mengakui hanya mampu bertahan dari 3 bulan, bahkan sebagian di antaranya tidak lebih dari satu bulan. 
Padahal, sebaiknya paling tidak punya keuangan atau simpanan buat setahun untuk keluarga yang ditinggalkan oleh pencari nafkah selamanya.

Buktikan Cintamu dengan PRUCinta

Di berbagai belahan dunia, penyebab utama kematian masih didominasi oleh Penyakit Tidak Menular, yaitu sebesar 60.26% disusul oleh penyakit menular sebesar 29,02%. Namun di balik itu, risiko kematian akibat kecelakaan- baik itu kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran dan lainnya juga masih mengintai, yaitu sebesar 10,19% (berdasarkan ourworldindata.org). Artinya, risiko kematian dapat terjadi pada siapa pun dan kapan pun. Oleh karena itu asuransi diperlukan untuk melindungi ketahanan keuangan keluarga. Seperti ungkapan To love is to protect ,Cinta itu untuk perlindungan. Hanya cinta kita dan asuransi yg bisa kita tinggalkan sebagai bukti dan peranan kita untuk orang yang dicintai.


Kenapa harus PRUCinta?

Siang itu, hadir pula Suhartini Munadi yaitu Product Marketing & Implementation Prudential Indonesia memaparkan "berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini dengan mudah dicairkan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama setahun. Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tinai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.


"Selain itu untuk memberikan ketenangan pikiran, PRUCinta juga memberikan manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan serta 4x santunan asuransi meninggal, dari Dana Tabarru dan sesuai ketentuan Polis, jika insiden tersebut terjadi dalam periode ebam minggu sejak tanggal 1 ramadhan yang ditetapkan oleh pemerintah" lanjut Suhartini.

PRUCinta Untuk Semua

"Prucinta untuk semua kalangan, sebagai proteksi dan sebagai penggnti income. Yang paling penting pada para pencari nafkah. Apalagi untuk orang-orang yang tergolong sandwich generation. Tapi ini bisa juga dimiliki selain itu. PRUCinta bersifat syariah, namun Syariah di sini bukan dominansi tertentu. Ini solusi untuk semua orang. Produk ini, simple, terjangkau dan relevan. Dengan produk ini kita bisa memperluas kesenjangan perlindungan di Indonesia" Ari menambahkan

Di akhir sesi event tersebut, terdapat sesi peluncuran  PRUCinta secara resmi dengan menekan tombol merah oleh kedua narasumber kita. 

Jika kamu berminat untuk menjadi nasabah dari PRUCinta, syaratnya mudah saja 
1. Usia mulai 1 hari sampai 60 tahun
2. Rate harga dimulai dari Rp. 300.000,-
Cara memperoleh produk tersebut bisa melalui website untuk mengajukan produk. Nanti akan direfrensikan untuk calon nasabah dengan mengikuti petunjuk pada website. Kamu bisa klik Asuransi Syariah PRUCinta