Senin, 18 November 2019

(Ibu, wajib tau !) Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Kehidupan Pertama

Apa itu 1000 Hari Pertama Kehidupan ?
1000 Hari Pertama Kehidupan atau biasa disingkat dengan HPK adalah masa sejak anak dalam kandungan hingga seorang anak berusia 2 Tahun (24 bulan). 1000 HPK ini biasa juga disebut dengan periode emas. Mengapa demikian? Karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat, yang mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna.

 Oleh karena itu, status nutrisi ibu berperan penting. Apa yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang mengandung itu pula yang akan dikonsumsi si calon bayi dalam kandungan. Dari makanan tersebut yang akan membantu pertumbuhan otak calon bayinya. Tak hanya itu si calon bayi, membutuhkan gizi mikro yaitu vitamin, dan mineral untuk membangun tinggi badan potential. Sedangkan, untuk membantu berat badan yang potential diperlukan kalori. Sehingga terjadinya stunting bisa dicegah.

 
Nutrisi pada 1000 HPK
Nutrisi terbagi dalam dua kelompok yaitu Makronutrien dan Mikronutrien. Makronutrienn adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah banyak seperti karbohidrat, protein dan lemak. Sedangkan mikronutrien yaitu nutrisii yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang tidak terlalu besar seperti vitamin dan mineral tapi sangat mempengaruhi pertumbuhan. Nutrisi dini pada janin dan anak, ini memberikan dampak pada jangka pendek yaitu perkembangan otak. Lalu, dari perkembangan otak bisa memberikan efek jangka panjang berupa kemampuan kognitif dan edukasional. Dampak jangka pendek lainnya yaitu pertumbuhan dan massa otot, serta komposisi tubu yang nantinya akan memberikan pengaruh pada imunitas si anak dan produktivitasnya. Supaya ngga jadi generasi yang rebahan aja anaknya, hihi... Dari pemberian nutrisi ini juga memberikan pengaruh pengaturan metabolisme Glukosa, Lipid, Protein Hormon/reseptor/gen yang jangka panjangnya itu bisa mencegah terjadinya berbagai macam penyakit seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan stroke. 
Jadi, Bunda.. Sudahkah kita memberikan nutrisi yang cukup pada anak?
Salah satu mikronutrien yang yang mempunyai peranan penting yaitu zat besi karena berfungsi sebagai transportasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga menghasilkan energi. 
Angka Kebutuhan zat besi berbeda-beda pada setiap usia dimulai dari usia 7 bulan, yang membutuhkan zat besi dalam tubuh sekitar 7 mg. Sedangkan dalam usia ini, salah satu sumber zat besinya diperoleh dari ASI yang ternyata hanya 0,5 mg yang terserap oleh anak. 

Asupan zat besi.
Ada beberapa asupan zat besi yang kadang dikesampingkan padahal itu merupakan sumber zat besi yang penting, yaitu terdapat pada daging, ayam, dan ikan. Tapi, taukah Bunda kalau beberapa sayuran, dan klasium pada produk susu ternyata menghambat penyerapan zat besi tersebut. Padahal, kadang kita sebagai ibu yang mengatur menu makanan si kecil lebih banyak memberikan konsumsi buah dan sayur dibanding kelompok daging-dagungan.

Tips Memberi makan pada Bayi dan anak.
1. Menurut dr. Fictor salah satu dokter spesialis anak di Makassar, Jika Bunda merasa ragu dengan berapa banyak kandungan zat besi dalam menu makanan si kecil tak ada salahnya memberikan makanan fortifikasi atau biasa disebut bubur instan kemasan. Karena, diproduk tersebut kandungan gizinya sudah sesuai dengan kebutuhan si kecil. Bunda, tidak perlu lagi mengira-ngira berapa banyak daging dan sayur yang akan dimasak. Karena, kebanyakan tidak sesuai kebutuhan si kecil. Aplagi untuk bayi yang makanannya disaring. Seringkali, makanan yang disaring agar teksturnya lebih halus itulah yang menyebabkan zat besi dan nutrisi lainnya tidak seluruhnya trdaoat pada maknan.

2. Pemberian makan pada anak, maksimal durasinya 30 menit saja bunda. Namun, lakukan lagi di 2 jam berikutnya. Jangan memaksa anak untuk makan hingga durasi waktunya berjam-jam

3. Cukupi kebutuhan zat besi dengan konsumsi daging daging yang cukup serta dari Produk suplemen.

Kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi pada orang dewasa bisa ditandai dengan hemoglobin atau Hb yang rendah. Hal ini, biasa disebut dengan anemia atau kurang darah. Namun sejatinya, kekurangan zat besi ini menjadi penyebab paling umum dari kekurang zat gizi yang terjadi di dunia.

Anemia berat atau defisiensi zat besi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak. Sehingga menyebabkann kinerja kognitif buruk, fungsi motorik juga buruk. Jadi, diperlukan asupan zat besi yang cukup sejak dari dalam kandungan. 

Gejala yang sering muncul pada kondisi kekurangan zat besi adalah mudah lelah, penurunan prestasi di sekolah maupun kantor, penurunan sistem kekebalan tubuh, hingga gangguan tumbuh kembang anak.

Hal ini umum terjadi pada wanita, apalagi jika periode menstruasi sedang datang.
Sebaiknya, mencegah kekurangan zat besi ini dengan mengonsumsi Suplemen Zat besi, yaitu Maltofer.

Semua informasi diatas saya peroleh dari beberapa narasumber ketika menghadiri aacara Maltofer, women community. Bersama teman teman blogger Makassar. Pada tanggal 3 November 2019 di Hotel Aston, Makassar. 

Narasumber yang hadir pada siang itu ialah dr. Fictor S. Candra, Sp.A. lalu ada perwakilan dari  PT. Combiphar dr. Karlinda Ekawati selaku medical Junior Manager dari PT. Combiphar. 

Makassar merupakan kota ke-3 dari acara Maltofer ini. Sekaligus penutup dari perkenalan maltofer dibeberpa kota. Di awal acara, para peserta disarankan untuk mengecek Hb-nya (sudah taukan, untuk apa Hb diperiksa?). Sayapun demikian, meski dengan sangat takut. Tetap saja saya harus tau, berapa hemoglobin saya. Jangan sampai saya salah satu orang yang mengalami anemia. Untuk ukuran Hemoglobin Normal yaitu sekitar 12 - 14. Dan Hb saya berada di angka 11,5. 

Lalu, apa sih Maltofer itu?
Maltofer adalah suplemen zat besi yang bodyfriendly kareba memberikan efek samping secara minimal. Kandungan Iron Polymatose Complex diserap secara aktif dan terkontrol sehingga tidak menimbulkan kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan mual, luka lambung, gangguan jantunh dan susah BAB

Pada maltofer ini, memiliki rasa coklat Swedia yang sangat enak. Sehingga dapat dikonsumsi dengan baik. Pas tau klo maltofer ini rasanya coklat, saya langsung nyari sampel yg diberikan dan langsung makan.

Tadinya sempat, khawatir karena belum makan sama sekali. Tapi, ternyata maltofer  seaman itu. Bahkan bisa dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan minuman maupun obat-obatan lain dan tidak menimbulkan stress oksidatif.

Ini produk maltofer yang chew.
(credit foto : facebook.com/nurcahya.dewi)

Maltofer punya 4 kemasan yang berbeda : ada maltofer fol yaitu maltofer yang diperkaya dengan asam folat untuk ibu hamil. Maltofer chew tablet kunyah untuk segala usia. Maltofer syrup, merupakan kemasan sirup isi 150 ml. Dan yang terakhir Maltofer drops kemasan tetes isi 30 ml untuk bayi dan anak.

Jadi, untuk kamu yang sering mengalami anemia. Bisa mengonsumsi maltofer sebagai suplemen yang mencukupi kebutuhan zat besi kamu setiap hari.







Jumat, 01 November 2019

#30DaysInThai : Sedikit Masalah di Minggu Terakhir


nama perumahan tempat kami tinggal

ini rumahnya
Tinggal menghitung hari lagi kami akan kembali ke Indonesia. Setelah hampir satu bulan tinggal di perumahan praempracha Season, rumah baru yang belum sempat di tinggali oleh teacher Kanock. Dan degan berbesar hati merelakan rumahnya ditempati oleh kami berempat. Beliau sudah seperti seorang Guru, Ayah, tour guide dan juga teman bagi kami.
Hari kedua di minggu ini saya harus melakukan praktik mengajar lagi , yang sudah pasti akan di evaluasi dari pihak universitas Valaya Alongkorn Rajabath. Topik pengajaran saya kali ini yaitu praktikum membuat awan. Dengan materi jenis jenis awan. Susah susah gampang mengumpulkan peralatan untuk praktikum kali ini.


Awalnya saya mengajak siswa menuju laboratorium sains sambil memperhatikan bentuk bentuk awan yang ada di luar kelas. Menyenangkan sekaligus menegangkan. Sepertinya bukan cuma saya saja yang tegang, tapi para guru pamong pun turut tegang dengan kehadiran para dosen dan dekan dari pihak Universitas Valaya Alongkorn Rajabath. Oiya, saya juga dibantu oleh rekan mahasiswi dari Valaya Alongkorn Rajabath yang sedang ikut Praktek Kerja Lapangan. Ada Mad, Ben dan dua orang lainnya membantu saya mengumpulkan botol botol bekas.
demo praktek membuat awan

Saya menampilkan video pembeljaran tentang jenis awan, sambil menjelaskan beberapa. Soal model pembelajaran yang saya terapkan jangan ditanya, karena saya tidak tau. Saya mengajar saja apa adanya, seperti biasa. Tanpa tau model apa yang saya aplikasikan (guru macam  apa ini?hahha, yang penting ilmu nya sampai. –pembelaan-). Lalu, saya Membagi siswa kedalam beberapa kelompok, ada tugas perkelompok yang melakukan praktek membuat awan dan tugas perorangan yang mengisi lembar kerja Siswa. Tentu materinya tentang awan. Dan nilai mengjar saya hari itu, not bad lah. Cukup baik untuk kali kedua.
***


“i have a challenge for you. If you can do it and win, you’ll get a bonad (bonus)  from dailektor (directur)” kata teacher Op pagi itu , dalam perjalanan menuju sekolah.
Ya, setiap hari memang beliau yang mengantar jemput kami ke sekolah dan rumah ataupun ke supermarket. Meski dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu fasih dan dialeg Thailand yang sangat kental, kadang –kadang membuat kami tertawa serta menebak nebak apa yang di ucapkannya. Seperti ketika beliau mengatakan bonad. Berulang kali saya ataupun teman yang lainnya bertanya “what is bonad, teacher?” hingga ia pun harus mengetiknya kedalam translate google. Oke, thanks google. Kehadiranmu sangat sangat membantu kami.
Dan ternyata tantangan yang dimaksud adalah, bahwa mulai besok kami menuju sekolah menggunakan transportasi umum. Tidak adalagi mobil teacher opp yang akan berklakson ria di pagi buta. Kita diminta untuk menjadi mandiri di hari hari terkahir menuju pemulangan ke Indonesia. Seketika kami berempat bertatap tatapan. Bagaimana ceritanya ini. Bilangnya apa nanti ke tukang becaknya. Atau ke bapak sopir angkotnya. –anggap saja itu becak dan angkot-
Pagi pun tiba, ternyata teacher opp tetap datang meski tidak dengan sedannya yang selalu berdebu. Katanya hari itu dia mengajarkan kami bagaimana menuju ke sekolah dengan transportasi umum. Di awali dari berjalan kaki hingga pintu gerbang perumahan lalu menyberang jalan, menunggu “Songteaw” semcam mobil angkutan oplet jaman dulu. Di pagi hari Songteaw penuh dengan anak sekolah. Kami turun di terminal. Ternyata kami tidak langsung sampai ke sekolah. Mesti lanjut menaiki “Samleaw”, angkutan umum yang persis seperti bentor (beca-motor). Kami diajari memilih Songteaw berwarna merah dan putih sebagai tanda, bahwa rute nya menuju terminal. dan juga diajari bagaimana menawar harga samleaw menuju sekolah.
source : Google (Songtheaw)

"Ratcha to rai, watchumpon Long lien ?" kurang lebih artinya , berapa ke sekolah Watchumpon?. Harganya harus disepakati sebesar THB 30. Untuk tarif Songtheaw sendiri itu rata THB 10 untuk semua anak sekolah. Selain dari anak sekolah bayar nya THB 15. ( currency 1 THB = Rp. 350,- Rp. 400).


***
Tibalah hari dimana kami harus berangkat sendiri kesekolah. berhubung pagi itu kami sedang tidak terburu buru, dan kami berempat tidak lagi memiliki jadwal mengajar. Jadilah, semuanya serba agak lambat dibanding biasanya. Mulai menikmati sarapan tanpa memikirkan klakson Teacher Opp. Dan kami pikir, tidak masalah kalau datang agak terlambat. Toh kemarin juga teacher opp memberikan jadwal paling lambat ada di sekolah pukul 08.30 pagi. 
kami meninggalkan rumah pukul 07.15, yang biasanya kami keluar rumah pukul 06.00. Paling lambat sampai di Sekolahan itu Pukul 06.30. jarak antara sekolah dan rumah paling lama memakan waktu 20 menit.
Namun, yang terjadi hari itu tidak semudah yang kami pikir. 30 menit berlalu kami menunggu depan perumahan, tak ada Songtheaw yang lewat. sekalinya ada, cuma bisa mengangkut dua orang disamping sopir. Jadilah saya mendahulukan Inya dan Ria. Saya dan Tiara menunggu lagi. jangan pikir tempat kami menunggu ramaii dengan kendaraan yang lalu lalang. Tidak. Meskipun kami menunggu di Jaln raya , kendaraan yang lewat itu bisa dihitung jari per 15 menitnya. 
Pukul 08.00. Inya dan Ria sudah sampai di Terminal. tapi, mereka berdua enggan untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah tanpa saya dan Tiara. Padahal, 30 menit lagi sisa waktu kami untuk mengakhir games ini. saya berjalan sedikit menuju halte yang tak jauh dari perumahan, pikirku mungkin kendaraan umum akan berhenti disitu. Selang 5 menit, Teacher Kung menghubungi saya, dia khawatir pikirnya teacher opp tidak menjemput kami. Saya pun akhirnya menjelaskan semuanya, bahwa hari itu kami memang harus naik kendaraan umum ke sekolah. Sayangnya, tidak ada satupun kendaraan umum yang lewat. Kami sudah menunggu satu jam. Matahari pun cukup terik membakar wajah pagi itu. Akhirnya, Teacher Kung berinisiatif untuk menjemput kami di Halte tempat saya dan tiara menunggu. Sambil menunggu, Teacher Opp menghubungi saya. mencoba mengkonfirmasi kenapa kami tidak juga sampai di sekolah. Saya menyampaikan segala kendala kami pagi itu. dan juga tentang Ria dan Inya yang sudah menunggu di Terminal. Tak lupa, sayapun memberitahukan bahwa Teacher Kung akan segara sampai menjemput kami. Mendengar hal itu, sontak membuat Teacher Opp sedikit emosi, katanya kenapa harus menghubungi Teacher Kung untuk sampai ke Sekolah? Padahal kan, Teacher Kung Sendiri yang menghubungi kami. bukan kami yang seolah olah mengadu.
Tak lama sejak teacher opp mengomel di telpon, beliaupun menjemput kami. bersamaan dengan Teacher Kung, Mobil Teacher Op memutar didepan halte. saya dan Tiara saling menunjuk akan memlilih ikut sama siapa. Akhirnya, Tiara ikut bersama teacher Kung dan Saya ikut bersama Teacher Opp. itu karena saya memang perlu berbicara dengan Teacher Opp tentang kesalahapahamannya.
Ok, Teacher Opp mempermasalahkan kenapa harus memanngil Teacher Kung. Kenapa tidak berusaha sendiri?
Ya Allah, saya menjelaskan secara rinci tentang segala kenapa yang dipertanyakan teacher Opp, tapi tetap saja dimata teacher opp pagi itu kami salah. karena menurut teacher opp, pertama kami keluar rumah terlalu lama. sedangkan Seamlew itu hanya ada di jam berangkat sekolah. lewat dari jam 07.00 maka kendaraan itu susah lagi ditemui. kedua, menurut Teacher Opp kenapa kami tidak berusaha dengan menggunakan ojek. (hello... mana kita tau, kalo kita boleh naik ojek. lagian juga ojeknyaaa mana? sejam lebih berdiri kita tidak tau yang mana tukang ojek yang mana warga biasa. bicara pun nda nyambung. kemarin waktu training, kita hanya di ajarkan naik Songteaw dengan Seamlew.)
setelah sampai di sekolah, saya tidak melihat Mobil Teacher Kung terparkir. tidak ada pula tanda tanda Inya, Ria dan Tiara. setelah menghubungi mereka via telepon, ternyata mereka bertiga singgah ke tempat sarapan dong. Sementara itu, Teacher Opp masih saja menggerutu kesal.
"ini bukan kemauan kami, ini permintaan dari Universitas kalian. kalian harus tau juga bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat disini. Kamu itu kan Calon Guru, Bukan anak anak lagi yang merengek, ketika tidak menemukan jalan keluar" omelan tecaher Opp masih berlanjut setelah turun dari mobil. Tepat di depan ruang guru dia memarahiku, sesekali saya mencoba menjelaskan bahwa saya paham yang dia maksud tapi kami sama sekali bingung, karena fokus kami kendaraan yang bisa digunakan hanya Songteaw dan somlew tadi.
Disisi lain saya membenarkan dalam hati apa yang dikatakan Teacher Opp bahwa kami ke sini seharusnya bisa bersosialisasi dengan baik. Tapi, amarahnya pagi itu membuat saya merasa dipermalukan. Hiks. (rasanya seperti bertengkar dengan pacar gaes, yang lagi nuduh selingkuh padahal buktinya kurang valid. Poinnya pada kesalahpahaman yang terjadi).
Sambil menunggu teman teman lain yang bersama Teacher Kung. saya menunggu di Area tempat duduk belakang ruang guru, mengamati para tukang yang sedang membuat bangunan baru untuk sekolah itu. Selang beberapa menit, Teacher Kung menghampiri saya "it's Ok" katanya. "Don't be cry, everything will be alright" lanjut Teacher Kung. hahha, dia mengira saya sedang menangis, padahal tidak sama sekali kawan kawan. saya baik baik saja. B aja, gitu
Selama ini, yang menjadi ruangan kami berempat adalah ruangan Teacher Opp. Tapi, karena hari itu mood beliau sedang tidak bagus begitupun kami. Jadinya kami berempat menempati Ruang Fitness sebagai markas untuk siang itu. Ditemani Mother yang baik hati. Oiya, mother ini merupakan bujang sekolah kalau saya tidak salah. beliau yang mengatur segala keamanan sekolah. keperluan makan siang guru dan pak Direktur. Beliau juga yang menemani kami di hari pertama tinggal di rumah Teacher Kanok, membuatkan sarapan dan pulang di pagi buta bahkan sebelum kami bangun.

Menunggu Mood yang sedang bagus, Pak directur yang tiap hari meneraktir saya ice cream lewat bersama Teacher opp. Beliau menyapa kami. dan mengatakan kami gagal sambil tertawa dan kemudian melanjutkan langkah. sepertinya hari ini beliau terlalu sibuk. sedangkan Teacher Opp, jangankan untuk tersenyum seperti biasa, menatap kami pun enggan. haahhaa, saking Jengkelnya mungkin.

Beberapa jam berlalu, Teacher Opp memanggil saya yang sedang asyik mencoba semua alat olahraga di ruang itu. "Nuro...." begitu cara beliau memanggil saya.. "deailectul will give you second change fot tomollow.. But, no failed anymore. and He ask you to accompani the student go to Education Exhibition in Bang Pa in" terang teacher Op. Oke, sepertinya ini salah satu solusi terbaik yang diberikan ke kami agar tak ada lagi kesenjangan diantara kami beremoat dan tecaher Op. Baik, siap laksanakan ! Akhirnya kami berempat menuju Pameran Pendidikan di Bang Pa in School. Tadinya kupikir, kita akan ikut naik bus bersama siswa siswi. Ternyata, pak Direktur yang mengantar 🤭.

Sabtu, 27 Juli 2019

Seberapa kenalkah anak dengan pekerjaan orang tuanya?



23 Juli 2019 dijadikan hari anak nasional untuk seluruh anak Indonesia. Dihari special tersebut mungkin ada baiknya jika kita bisa sedikit merenungkan tentang hak-hak anak. Meski hari anak itu yaa.. setiap hari. Bukan hanya pada 23 Juli. Sebagai orang tua kadang kita tidak ingin memperlihatkan keresahan kita pada anak. Kita tidak mau anak terbebani pikiran dengan  ayah atau bunda nya sedang memiliki beban pekerjaan yang menumpuk di kantor. Yang kita inginkan hanyalah, anaknya saja yang berbagi cerita kepada kedua orang tua. Ada kejadian apa di sekolah? Senangkah dia hari ini? Atau mungkin ada yang membuatnya jengkel hari ini. Kita hanya ingin tau kondisi anak, tapi tidak membiarkan anak tau bagaimana kondisi kita. Parahnya, sebagian kecil orangtua malah melampiaskan kelelahan dari kantor pada anak yang sudah menunggunya pulang di rumah. Menyikapi hal tersebut tentu akan membuat anak merasa lebih sedih.




Sebelum jadi orangtua, kita pernah menjadi anak-anak. Tau apa yang dirasakan oleh seorang anak. Tapi, bagi anak kita dia tidak pernah menjadi orang tua sebelumnya. Ingatkah waktu kecil dulu mungkin kita pernah bertanya tanya dalam hati “Apa sih yang ayah/ibu rasakan? Kenapa mukanya murung. Apa pekerjaannya sebegitu melelahkannya? Apa salahku? Kenapa Ayah/ibu memarahiku?”  dan sejuta pertanyaan lainnya yang enggan kita ungkapkan. Hak anak bukan hanya kebutuhan sandang dan pangan. Ada hak batin yang dimilikinya untuk mengenal orangt uanya lebih dalam. Iya, karena tidak semua anak tau apa pekerjaan orang tuanya. Tau dengan siapa ayah/ibu nya berhadapan di kantor. Sebagai bukti, mungkin kalian bisa simak video berkut. Video yang dibuat oleh PT. Sinarmas yang memuat wawancara bersama beberapa pasangan orangtua dan anak. Kalian pasti akan tercengang menyaksikan jawaban jawaban polos dari anak anak tersebut. Ada yang menjawab hobi ayahnya adalah marah, hehe.. langsung saja klik video berikut ini


Bagaimana? Mengejutkan bukan? Kita pikir mungkin anak tau nama pekerjaan orang tuanya. Tapi tidak dengan apa yang dia kerjakan. Bisa dilihat juga reaksi para orang tua yang melihat jawaban anaknya dengan benar. Ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri yang didapatkan rasanya mungkin seperti perasaan cinta tak terduga yang berbalas, heheh. Lalu, bagaimana dengan anak kita? Apakah justru anak-anak kita yang tidak paham dengan apa yang kita kerjakan?

Berikut saya akan membagikan tips, agar anak bisa mengenal orang tuanya lebih jauh..

  1.  Sesekali ajak cerita 2 arah Bersama anak. Maksudnya, minta anak menceritakan kejadian yang dialaminya hari itu di sekolah atau di rumah ketika ayah/bunda tidak bersamanya lalu ceritakan juga keadaan ayah/bunda hari itu kepada anak. Sehingga anak merasa nyaman mengungkapkan apa yang dilakukannya sehari-hari. Kalau anak tidak ingin bercerita lebih dulu, tak ada salahnya kita sebagai orang tua yang memulainya. Tak apa sesekali ayah/bunda mengatakan lelahnya hari itu ditambah dengan kata-kata Lelah tersebut sedikit hilang ketika betemu mereka. Contoh “nak, tadi bunda di kantor kerjaannya banyak banget. Harus kerja ini, kerja itu, tapi pas sampai rumah capeknya bunda sedikit hilang karena bunda bahagia ketemu kamu nunggu bunda. Kalau kamu ada cerita apa hari ini di sekolah? Ngapain aja di rumah”  tak hanya kita yang didengar oleh anak tapi juga mendengarkan cerita anak anak kita.
  2. Setiap ingin berangkat kerja, coba bahas sedikit saja hal utama yag akan ayah/bunda dikerjakan di kantor. Saat yang paling tepat untuk melakukan ini adalah ketika sarapan bersama di meja makan. Cobalah untuk memberi informasi apa yang akan ayah\bunda ingin kerjakan di kantor. Misalnya, akan bertemu client¸ akan mengadakan rapat untuk rencana apa, akan persentasi project baru dan meminta dukungan serta doa. Lalu, tetap kembalikan pada anak apakah hari itu dia ada kegiatan tertentu di sekolah? atau tanyakan apa saja apa yang akan dilakukan anak hari itu.
  3. Untuk lebih mengenalkan anak pada pekerjaan ayah/bunda, tak ada salahnya untuk mengajaknya ke kantor. Hal ini juga membantu anak anak lebih mengenal ligkungan pertemanan kita di kantor. Membuatnya menyaksikan langsung bagaimana kita bekerja. Dan apa yang kita kerjakan. Oiya, untuk menerapkan hal ini pastikan dulu ayah/bunda tidak terlalu sibuk atau menmpunyai banyak perkerjaan. Karena biasanya ketika anak ikut ke kantor, membuat anak merasa kurang nyaman dengan situasi di sana dan sedikit merepotkan orang tuanya. Tapi, ketika anak-anak sudah terbiasa dengan situasi di kantor, sudah mengenal siapa saja teman seruangan kita maka, dia pasti akan merasa lebih nyaman.


Kamis, 11 April 2019

Bunda.. Sudahkah kita bilang "iya,boleh.." Pada Anak?


"Bunda... saya bisa mandi hujan di luar sama Aiman?" izin Revan di suatu sore.
ketika anak meminta izin seperti ini, ada banyak kekhawatiran yang muncul di kepala para bunda. begitupun saya. Awalnya, saya tidak mengizinkan Revan bermain di luar, sambil mandi hujan. Meski saya tau itu sedikit melukai hatinya. Karena yang kupikir, tak apa iya kecewa hari ini untuk kebaikannya di hari nanti. Tapi, nyatanya saya salah. Kenapa bisa salah ?

Dibaca lebih lanjut lagi ya.. tentang hal tersebut. karena ternyata ada usia tertentu yang disarankan dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes yang merupakan Psikiater anak dan Remaja.
kok bisa dapat informasi dari dr.Rinvil Renaldi?

Rayakan Kesuksesan Gerakan "1 Juta iya Boleh dengan meluncurkan Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia"
yaa.. bisa. Karena saya dan Revan sempat menghadiri acara Rayakan Kesuksesan Gerakan "1 Juta iya Boleh dengan meluncurkan Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia" pada hari sabtu 6 April 2019 di Mall Ratu Indah, Makassar. Dan ternyata acara ini dilaksanakan secara bersamaan di 3 Kota yang berbeda yaitu, Jakarta, Yogyakarta dan Makassar.


Gerakan ‘1 Juta Iya Boleh’ dari DANCOW Advanced Excelnutri+ telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1 Juta ‘Iya Boleh’ dari orang tua di seluruh Indonesia dalam kurun waktu dua bulan sejak diluncurkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi si Kecil agar dapat tumbuh berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia. 
Megawati Irawan, Brand Executive DANCOW Advanced Excelnutri+


Megawati Irawan, Brand Executive DANCOW Advanced Excelnutri+ mengatakan, “Sebagai mitra terpercaya orang tua, DANCOW Advanced Excelnutri+ senantiasa mengedukasi dan mendorong para orang tua Indonesia untuk berkata ‘Iya Boleh’ demi mendukung si Kecil bebas bereksplorasi dan mengembangkan potensi mereka. Melanjutkan Gerakan ‘1 Juta Iya Boleh’ yang diluncurkan Februari 2019 lalu, DANCOW Advanced Excelnutri+ meluncurkan modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’.”


Modul ini tersedia dan dapat diakses serta  diunduh e-book pada: dancow.co.id/dpc -; Anak Unggul Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi orang tua di seluruh Indonesia dan memberi dampak positif bagi sebanyak mungkin anak Indonesia. Dengan Modul ini diharapkan para orang tua Indonesia dapat terus mendorong si Kecil berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia dengan lima karakteristik kunci, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan memiliki jiwa Pemimpin. 

ketika saya memenelusuri Modul ini melalui smartphone, ternyata begitu menarik. karena di Modul ini kita akan mendapat informasi perkembangan kecerdasan, kreatifitas, kepemimpinan dan pada poin apa anak kita dirasa masih kurang.
Tak hanya itu, jika para bunda sekalian kebingungan mengatur makanan anak dengan gizi seimbang. di modul ini ada solusinya. namanya Piring Nutrisi. Di Piring Nutrisi, bunda bisa menyesuaikan menu mulai dari Sarapan sampai Makan malam.

Drs. Hendra Jamal, M.Si, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengatakan bahwa orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter generasi mendatang. Untuk itu kami menyambut baik inisiatif pembuatan modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’ sebagai panduan pengasuhan si Kecil yang dilengkapi dengan tips-tips yang bisa dipraktekkan orang tua dalam kehidupan sehari-harinya.

Modul ini juga diharapkan untuk turut berperan dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Diperkirakan dalam periode tahun 2020-2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di mana 70% penduduk Indonesia berusia produktif (15-64 tahun), sehingga pada tahun 2045 Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu dari tujuh kekuatan ekonomi terbesar dunia
Launcing Modul Iya boleh untuk Anak Unggul Indonesia

Kapan waktu anak dibolehkan dan dilarang?
Mendengar kata "larang" berarti ada hal yang tidak boleh dilakukan seseorang. seperti membunyikan tanda "stop" pada otak untuk tidak mengerjakan hal yang dilarang tersebut. Namun, seringkali ketika si kecil tidak diperbolehkan mengerjakan hal yang diinginkannya rasanya dunianya seperti mau runtuh. Seperti segalanya tak boleh lagi Ia jangkau. Meski bukan seperti itu maksud dari para orangtua. Secara emosional, si kecil merasa terluka.

dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes


Menurut dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes yang merupakan Psikiater anak dan Remaja. Perhatikan lagi usia si kecil. Jika usianya masih 1-4 tahun, si Kecil tidak perlu dilarang. Lebih Tepatnya diarahkan mana yang baik dan tidak membahayakan dirinya tetapi bukan dengan melarang. biarkan anak mengeksplorasi semuanya. Mau dia mandi hujan, tidak masalah untuk mengatakan "iya boleh" tapi tetap dalam pengawasan para orang tua. 


Dr. Setia Budi Salekede, Sp.A(K)


Dokter anak,Dr. Setia Budi Salekede, Sp.A(K)mengatakan bahwa ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu, seperti infeksi saluran pernafasan dan diare. Hasil riset menunjukkan 41,9% anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernafasan dan 12,2% anak masih sering terkena diare. Oleh karena itu anak harus mendapatkan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan asupan probiotik seperti Lactobacillus rhamnosusyang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran cerna, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Nah, ketika usianya sudah mencapai angka 5 tahun ke atas. disinilah momen para oarangtua menanamkan apa yang baik dan yang tidak. memberikan contoh Ini bisa kamu beli yang itu tidak perlu. Contoh kasus lain, Jika anak dan ibu akan melakukan aktivitas belanja kebutuhan dapur tetapi sebelum itu si kecil meminta untuk membeli eskrim. Apa yang akan Bunda lakukan? apakah menolak permintaanya karena berbelanja kebutuhan dapur lebih utama atau mengikuti kemauannya dahulu membeli eskrim setelah itu barulah membeli kebutuhan dapur?

Sikap yang tepat untuk kasus seperti itu. Perhatikan lagi usianya. Jika usia anak masih dibawah 5 tahun tidak masalah untuk mengikuti kemauannya terlebih dahulu. tetapi jika Usianya sudah 5 tahuhn keatas maka bisa diberi pengertian untuk sedikit bersabar. Mendahulukan tujuan utama selanjutnya baru mengikuti keinginannya.

“Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila kebutuhan dan pemenuhan emosional selama masa perkembangan anak dapat terpenuhi, maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta memiliki karakteristik Anak Unggul Indonesia, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan memiliki jiwa Pemimpin,” tambah dr. Rinvil Renaldi, Sp.KJ(K), M.Kes, Psikiater anak dan remaja.


para pemateri di evenn Launching Modul Iyaboleh


Bagaimana menghadapai anak tantrum? 
 
Seringkali, jika anak dilarang. Maka reaksinya adalah menangis meraung raung. meronta ronta agar keinginannya tersebut terpenuhi. berada pada situasi ini membuat para orangtua kebingungan, sikap seperti apa yang harus ditunjukkan. Karena orangtua pun mungkin akan merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Apalagi kalau kejadiannya berada di lokasi keramaian.

Sebagai orangtua, jika anak anda mengalami hal ini biarkan dia mengeluarkan emosinya sambil tetap dirangkul. Jangan membiarkannya begitu saja dan berlagak tidak peduli bahkan membiarkannya begitu saja.

Anak perlu dirangkul, dipeluk ditenangkan. Tapi, Bukan di balas dengan emosi juga ya.. Urusannya tidak akan selesai kalau seperti itu heheh..
ambil anaknya, tenangkan dahulu dan beri penjelasan. Jangan memberi p[enjelasan ketika anak sedang emosi. Biarkan dia mengeluarkan amarahnya dengan kita yang tetap ada di sisinya. Karena orangtua adalah naungan pertama para anak. 
Jika kita menjauh, lantas sama siapa lagi si kecil akan merasa terlindungi?