Jumat, 24 Mei 2024

Materi BAB 5, Kelas 6 : Menjelajahi Bumi, Matahari, dan Bulan

 

Tujuan Pembelajaran
  1. Peserta didik mampu mengenal bumi, matahari dan bulan
  2. Peserta didik mampu mengetahui hubungan anatara Bumi, Matahari dan Bulan
  3. Peserta didik mampu menjelaskan gerak rotasi bumi serta dampaknya bagi kehidupan manusia.
  4. Peserta didik mampu menjelaskan gerak revolusi bumi serta dampaknya bagi kehidupan manusia.




Nah, Untuk lebih memahami materi mengenai rotasi dan revolusi bumi, silahkan menyaksikan video di bawah ini :



Sabtu, 27 April 2024

Ki Hadjar Dewantara dan Falsafahnya

 


Dalam hampa waktu, pikiran memutar,

Ki Hadjar Dewantara, filsafat terukir.

Pendidikan berlandaskan kebudayaan,

Menyinari jalan, harapan terang dalam cakrawala.


Jiwanya merayap di lautan pemikiran,

Menggali makna, dalam tiap tanda.

Seperti burung yang terbang tinggi,

Cari cahaya, di kegelapan malam.


Sekolah bukan hanya tembok dan buku,

Namun taman, tempat bermain jiwa.

Anak-anak, seperti bibit yang tumbuh,

Perlu sentuhan, cinta dan arah.


Ki Hadjar Dewantara, guru sejati,

Wariskan filosofi, cahaya kehidupan.

Dalam puisi ini, kita sambut karunia,

Pemikiranmu abadi, dalam setiap jaman.

Rabu, 26 Januari 2022

Virus, Vaksin, dan Islam?

Halo... sudah dua tahun COVID-19, "hidup" bersama kita di bumi pertiwi Indonesia.
Sebenarnya apa itu COVID19? Kenapa harus vaksin? Apa tidak ada cara lain selain vaksin? Kok masalah vaksin ini jadi pemaksaan ya? Vaksin tidak vaksin kan itu hak asasi setiap orang, kenapa pemerintah memaksakan? Dan pertanyaan pertanyaan lain tentang vaksin serta kaitannya dalam pandangan islam.
(Mudah-mudahan dari tulisan ini, bisa sedikit memberi gambaran dan penjelasan tentang virus dan kenapa harus vaksin? Semoga hati kita senantiasa terbuka dan ikhlas untuk menerima setiap ilmu yang diperoleh)

Covid19 atau Corona Virus Desease 19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan. Istilah virus berbeda dengan bakteri. Bakteri adalah makhluk hidup yang berukuran sangat kecil. Dan bakteri ini terbagi dua, ada bakteri baik yang memang diperlukan tubuh ada bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit atau merugikan manusia. Lalu, jika kita terserang penyakit karena bakteri maka yang harus dilakukan adalah membunuh bakteri tersebut dengan mengonsumsi antibiotik yang berperan untuk mengurangi jumlah bakteri jahat dalam tubuh.

Sedangkan virus ini tidak bisa dikatakan makhluk hidup, karena dia hanya hidup kalau ada inang atau "rumah" tempatnya bernaung. Seperti di manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya. Sifat virus tidak ada yang menguntungkan, semuanya bersifat merugikan. Lalu, ketika seseorang terjangkit virus.. tidak ada obat yang bisa melawan. Ibaratnya, virus ini sel penjahat didalam tubuh.. harus dilawan dengan kekebalan atau tentara di dalam tubuh. Tentara yang dimaksud tidak didapatkan dari obat obatan. Karena cara membentuk tentara ini yang biasa disebut dengan sistem imun itu adalah sel sel tubuh sendiri. Jika sel tubuh yang menjadi sistem pertahanan tubuh kuat, maka virus mudah dilumpuhkan. Tapi, beberapa tentara dalam tubuh hanya melawan penjahat (virus) dengan golongan yang sama dengan dirinya. Cara memperolehnya itu tentu dengan vaksin, yang membantu membentuk kekebalan tubuh terhadap virus tertentu.

Jadi, misalkan kita sedang melakukan vaksin covid 19 berarti. Tubuh kita akan dimasukkab tentara yang membentuk sel pertahanan tubuh terhadap virus covid. Proses inilah yang kita sebut imunisasi. Proses pembentukan sistem imun di dalam tubuh. Dan ketika seseorang tediagnosa positive COVID19, karena sudah divaksin tentu gejala yang terjadi di dalam tubuhnya, tidak berat. Karena "tentara covid" sudah terbentuk sejak dilakukannya vaksinasi Covid19.

Lalu, apa yang terjadi jika seseorang tidak mau melakukan vaksin? Ya, tentu saja tentara yang menjadi pertahanan tubuhnya tidak sekuat dengan orang yg sudah di vaksin. Akibatnya, jika orang terssbut terkena virus itu maka gejala yang timbul bisa berat bahkan mungkin menyebabkan kematian.

Dan pada pertanyaan akhir, kenapa pemerintah terkesan memaksakan masyarakat harus di vaksin?

Apa yang dilakukan pemerintah itu untuk kebaikan masyarakat. Karena, dari vaksin yang dilakukan secara gencar maka akan terbentuk yang namanya Herd immunity. Herd immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu, sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Misalnya, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang dengan penyakit tersebut tidak akan sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya 70% hingga 90% populasi membutuhkan kekebalan untuk mencapai kekebalan kelompok.
(Infeksiemerging.kemenkes.go.id)
Nah, jika kita termasuk kelompok 70% yang mampu untuk menciptakan herd immunity, why not for vaccinated?
Karena, herd immunity ini tidak akan terbentuk jika hanya 50% saja jumlah penduduk yg divaksin dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia.

Hal tersebut juga dilakukan pemerintah untuk pertumbuhan masyarakat yang lebih baik, pertumbuhan disini bukan hanya mengenai kesehatan. Tapi pertumbuhan ekonomi negara dan yang lainnya. Yang dimana semua sektor ini saling terhubung, akibat pandemi semua merasakan kerugiannya. Pemerintah tidak hanya mengatur 1, 2 wilayah saja, melainkan seluruh masyarakat indonesia dari ujung sabang sampai merauke. . Itulah kenapa pemerintah mewajibkan seluruh masyarakatnya untuk di vaksin. Vaksin ini, melewati banyak proses, banyak percobaan, banyak tahapan sampai pada distribusi yang aman. Dan tentu saja Halal. Halal dalam acuan Majelis Ulama Indonesia. 

Kalau mengacu pada ajaran Islam, jika ada yang berpandangan "aaahhh.. corona ini buatan luar yang ingin mengurangi ummat Islam, Ummat Nabi Muhammad SAW" . Bukankah ini, termasuk fitnah terhadap orang luar yg dimaksud? Bukankah itu termasuk su'udzon ? sebelum saya menjelaskan lebih jauh yuks, istighfar dulu. Astaghfirullah

Sudah, istighfarnya?
Kalau sasarannya umat muslim, yang katanya kasus positive selalu menibgkat saat hari-hari besar Islam, lalu Kenapa pemerintah Arab Saudi membatasi umat islam yg ingin melaksanakan umroh dan ibadah haji saat pandemi? Dan ketika pintu Masjidil Haram sudah terbuka untuk rakyat Indonesia, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pun mewajibkan setiap jemaah untuk melakukan vaksin pfizer.
Dari gambaran itu saja kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa vaksin ini tidak hanya gencar di Indonesia. Melainkan di Luar negeripun demikian.
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya
(Abdul Aziz 1999 ; al-Bukhari 2003)”.

Obat merupakan antara sekian banyak rahasia milik Allah S.W.T. Siapa yang Allah S.W.T. berikan petunjuk kepadanya, dia amat beruntung baik dari aspek usia, ilmu maupun hartanya. Sedangkan siapa yang tidak memperolehi jalan mencapainya, dia telah kehilangan kebaikan yang banyak (Abdul Rasit 2017: 110).

Bagaimanakah pandangan Islam mengenai vaksin? Apakah penggunaannya dibolehkan atau diharamkan dalam Islam? Kata vaksin maupun  hukum mengenai vaksin serta bahan-bahannya memang sudah jelas tidak ada secara harafia atau tertulis langsung di dalam al-Quran mupun hadis nabi s.a.w. Meski begitu, apakah hukum mengenai penggunaan vaksin ini dibenarkan dengan ‘mudah’ dalam Islam? Walaupun tidak ada dalil pasti yang menyatakan tentang vaksinasi secara nyata. Namun, ada dalil yang merujuk pada konsep pencegahan penyakit. Seperti kata kunci dalam dunia pengobatan ialah ‘mencegah lebih baik daripada mengobati.

Islam sangat menganjurkan pencegahan sesuatu penyakit menggunakan kaedah pengobatan yang halal di sisi Allah S.W.T. dan sama sekali melarang cara pengobatan dengan menggunakan benda atau sesuatu yang haram serta memudaratkan sebagaimana yang diriwayatkan daripada Ummu Darda’, daripada Abu Darda’, dia berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya:
“Sesungguhnya Allah S.W.T. menurunkan penyakit berserta obatnya dan menciptakan penawar untuk setiap penyakit, maka berobatlah. Tetapi jangan berobat dengan yang haram"

Namun, jika tetap tidak ingin melakukan vaksin sedangkan covid19 tetap merajalela. Yang bisa dilakukan ialah tetap di rumah saja. Tidak bepergian yang tidak penting. Dan menjaga kesehatan ala Tibbunnabawi. Karena Nabis SAW pun sudah memperingati dalam hadisnya untuk tidak bepergian ketika terjadi suatu wabah.

Dari Abdullah bin Amir bin Rabi‘ah, Umar bin Khattab RA menempuh perjalanan menuju Syam. Ketika sampai di Sargh, Umar mendapat kabar bahwa wabah sedang menimpa wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Bila kamu mendengar wabah di suatu daerah, maka kalian jangan memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi di daerah kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.’ Lalu Umar bin Khattab berbalik arah meninggalkan Sargh,” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan jika masih ada dalam diri ini ingin menentang pemerintah.. mungkin kita butuh mengingat kembali mengenai Al hadis serta ayat Alquran sebagai pendukungya.

Aku wasiatkan kalian agar bertaqwa kepada Allah, mendengar dan taat kepada pemimpin walaupun ia seorang hamba sahaya habasyah” (HR. At Tirmidzi)

Dalam pemilihan pemimpin secara syariat, hamba sahaya tak mungkin menjadi pemimpin karena semua ulama menyatakan bahwa syarat pemimpin adalah merdeka dan bukan hamba sahaya. Bila ia menjadi pemimpin pasti dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat. Namun Nabi ` tetap menyuruh kita untuk menaatinya. Nabi ` juga mengabarkan akan adanya pemimpin yang tidak berhukum dengan hukum Allah. Beliau bersabda,   “Nanti setelah aku akan ada pemimpin pemimpin yang tidak mengambil petunjukku dan tidak pula melaksanakan sunnahku. Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka” (H.R. Muslim no. 1847).

Hadits ini tegas menunjukkan bahwa walupun mereka tidak mengambil petunjuk nabi dan sunnahnya, tetap harus ditaati dalam hal yang ma’ruf. Ini sebagai bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwa bila pemimpin itu berhukum dengan selain hukum Allah maka tidak disebut ulil amri. Hadits ini juga membantah orang yang mengkafirkan setiap penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah secara mutlak. Namun bukan berarti kita menyetujui perbuatan mereka. Wallahu a’lam.

Wajib Baiat Kepada Ulil Amri

Baiat ialah perjanjian untuk mendengar dan taat kepada pihak yang berkuasa atas urusan kaum muslimin (ulil amri). Baiat berlaku bagi setiap orang yang berada di dalam kekuasaannya. Menjaga janji dalam baiat hukumnya wajib, Allah l berfirman, “Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barang siapa melanggar janji, sesungguhnya dia melanggar janjinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar” (Q.S. al Fath [48]: 10).

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 1851), dari Abdullah ibn Umar k, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah ` bersabda, “Barangsiapa melepas tangannya (baiatnya) dalam mentaati pemimpin, ia akan bertemu dengan Allah di hari kiamat dengan tanpa memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal dalam keadaan tiada baiat di pundaknya maka matinya seperti mati jahiliyah.”Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) v, sebagaimana dalam Ushul As Sunnah hal. 64, berkata, “Wajib mendengar dan menaati para pemimpin dan amirul mukminin yang baik maupun yang fajir (berbuat kerusakan). Wajib pula menaati pemegang kuasa suatu kekhilafahan, dan setiap pemimpin yang disepakati oleh masyarakat, ataupun penguasa yang mengalahkan suatu wilayah dengan pedang (peperangan) hingga ia menjadi khalifah yang disebut amirul mukminin di wilayah tersebut.”

Semoga Allah SWT melindungi kita dari pemimpin atau pemerintah yang berbuat dzolim. Serta wabah ini segera pergi dan tak perlu kembali lagi, hehehhe


(Nih, saya lampirkan beberapa bacaan rujukan berkaitan hal ini. Sebagai bukti bahwa apa yang saya tuliskan berdasarkan jurnal-jurnal penelitian)

*Daftar Pustaka
Ahmad Hisham Azizan. 2018. Kandungan vaksin (vaccine ingredients): Satu analisa menurut perspektif Islam.
BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences 1(4): 61-70.

Abdul Aziz, Soleh. 1999. Kutub al-Sittah. al-Riyad: Dar al-Salam li al-Nashr wa al-Tawzi‘.

Kemenkes.go.id

https://dppai.uii.ac.id/ulil-amri-dan-wajibnya-taat-kepadanya-dalam-kebaikan/

Jumat, 31 Juli 2020

ke Baitullah bagi yang (di) Mampu (kan Allah)

Ingat rukun Islam yang ke 5?
"Naik Haji bagi orang yang mampu"

Saat ini untuk melaksanakan ibadah haji butuh waktu yang sangat lama. Bukan soal biaya yang dikumpulkan dalam jangka waktu yang lama, melainkan juga tentang daftar tunggu yang bertahun tahun. Kecuali kalau kamu punya biaya yang sangat lebih, kamu bisa daftar melalui ONH (ongkos Naik Haji) plus.

Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, beberapa orang memilih ke Tanah Suci Mekkah dengan menunaikan ibadah Umroh saja dahulu. Selain dari biaya yang sedikit lebih murah dari biaya Haji, ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja (tergantung travelnya, hehe) tidak harus menunggu musim haji antara bulan Dzul Qo'dah dan Dzul Hijjah. 

Tapi, jangan berkecil hati jika untuk umrohpun kalian belum mampu dari segi biaya. Karena definisi mampu menurut kita itu berbeda dari definisi mampu menurut Allah SWT.  Iya, Allah mampukan hambanya bagi siapa saja yang Ia hendaki. 

(Setelah bertahun tahun, baru bisa cerita ini)
Dan saya betul betul merasakan Allah SWT itu Maha Pemurah, Maha mendengar segala doa.

Tahun 2015.
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak
(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

Saya mengucapkan talbiyah di atas bus menuju mekkah, perjalanan dari Madinah.

Sebelumnya, saya tidak pernah merencanakan untuk melaksanakan ibadah umroh. Tapi, pernah sekali mendengar seseorang memperoleh hadiah umroh dari undian. Sayapun meminta hal yang sama pada Allah, sekali tapi dengan amin yang paling serius. Setelah itu tak pernah lagi ku minta pada Allah untuk ke Baitullah. Saya masih terlalu sibuk menjadi ibu baru. Mengurus Revan yang usianya belum setahun. Sembari mengejar ketertinggalan dikampus tepatnya di semester 6. Dan sorenya, mengajar part-time di bimbingan belajar. Begitulah kesibukan saya.

Tahun 2014.
Tempat saya mengajar ikut bekerja sama dengan pemerintah Kota Makassar menjadi salah satu sponsor dalam rangkaian acara ulang tahun kota Makassar yang ke 407. Setiap karyawan dan tentor mendapat baju kaos dan kupon undian di acara gerak jalan santai acara tersebut. Sayapun dapat satu. Dan tentu saja pas hari H, saya tidak ikut meramaikan gerak jalan santai itu. Tapi, mencoba keberuntungan dengan menitip kupon undian yang dibagikan dari kantor ke teman yang dengan semangat '45 ingin mengikuti gerak jalan tersebut. 

Beberapa hari telah berlalu. Saya mendapat jadwal mengajar pagi, padahal belum sempat tertidur karena ngelonin bayi yang begadang sampai pagi. Tak ada istirahat, karena ada tanggung jawab yang lain yang harus ku kerjakan. Yaitu mengajar. Karena mengajar ini juga menjadi me time untukku. Pas masuk, FO (front office) langsung kasi selamat ke saya "selamat yaa ul. tawwa ul"

Saya yang kurang tidur ini, bingung. Selamat atas apa. "Maksudnya kak? Selamat apa? Hahah" ucapku.
"Ih.. menangki undian toh? Pergiki gerak jalan santai waktunya hari minggu?" 
"Undian apa kak?" Saya sungguh sudah lupa tentang itu, padahal ini baru hari selasa.
"Liatmi di koran, ada pengumumannya itu nomor nomor undian yang menang. Ku tau bilang kita, karena saya catat nomor-nomor kupon karyawan di cabang sini sebelumnya ambil"
Kak nanni yang bertugas sebagai FO pagi itu menjelaskan, saya masih takjub. Mencoba mengambil koran yang di tunjukkan. Dan mencocokkan nomor kupon yg baru saja ku ambil dari dompet.
Iya nomornya sama. Betulkah ini ya Allah?

Masih ragu dengan kabar pagi itu tapi sekaligus senang. Saya membaca keterangan pengambilan hadiah bagi para pemenang. Selanjutnya hadiah bisa diperoleh setelah mengonfirmasi data diri dan bukti kupon di kantor walikota Makassar. 

Beberapa hari saya melewatkannya, hingga tiba dihari terakhir melapor. Kami bertiga (saya, Epan, dan ayahnya) berangkat ke kantor walikota. Dan menuju bagian yang mengurus hadiah undian. Sampai di ruangan tersebut, beberapa orang menyambut kami. Saya memberikan berkas-berkas yang diperlukan. Mereka bertanya apakah saya membeli kupon dalam jumlah yang banyak? Jawabanku, tentu saja tidak. Itupun juga kebetulan karena pembagian kantor. Karena katanya ada yang membeli kupon undian tersebut berblok-blok. Yaa.. tentang rezeky itu sudah diatur oleh Allah. Hingga akhirnya saya diberi undangan untuk mendatangi malam puncak ulang tahun kota Makassar sekaligus surat keterangan ke travel. Yang ternyata travel yang jadi sponsor Umroh itu pemiliknya Direktur Utama tempat saya kerja. 
Acara HUT Makassar itu di akhir tahun 2014. Karena saya harus mengurus paspor, menunggu visa terbit, tentu tidak langsung berangkat. Akhirnya nyebrang ke tahun 2015. Bahkan beberapa kali keberangkatan saya tertunda. Rencananya saya hanya berangkat sendiri. Tapi, mama (mertua) tidak ingin saya jalan sendiri jadi beliau meminta anaknya alias suami 🤣 untuk menemani saya dan mama yang membayarkannya ditambah bapak memberi kami uang saku selama di sana (semoga rezekynya mama dan bapak lancaar terus dan panjang umur yaa). Alhamdulillahirabbil alamiin. Saya akhirnya tidak jalan sendiri dan rezeki dari Allah SWT kala itu berkali-kali lipat.

Awal tahun 2015 keberangkatan kami masih tertunda, dikarenakan terbitan visa yang susah keluar dari pemerintahan Arab. Tapi, dipertengahan tahun 2015 kita dihubungi pihak travel akan berangkat minggu depan. Iya, semuanya serba tiba-tiba menyiapkan keberangkatan umroh dalam 7 hari 🤦🏻‍♀️. Baju-baju kami packing itu seadanya saja. Tak ada persiapan yang matang. 

Dan itu sudah ketentuan final. Tak ada lagi penundaan karena tiket sudah ada. Rasanya dihidupku ini semua serba tiba-tiba. 
Ketika hari H pun tiba, kami berdua masih miss-komunikasi dengan pihak travel. Dipikiran kami pukul 14.00 sudah ada di bandara jadi perkiraan berangkat pukul 5 sore atau lewat. Ternyata, pukul 14.00 itu pesawat sudah take off. Saya yg tadinya ada di kampus, dan suami yg ada di kantor langsung pulang dengan segera. Berburu ketinggalan, berulang kali kami diteror untuk segera sampai di bandara. Setelah sampai di bandara kami berdua mendengar panggilan terakhir utk nama kami. Berlari-larian di bandara, menenteng masing-masing 2 koper. Dan ternyata salah gate. Lari lagi ke gate yg seharusnya. Alhamdulillah, hampir saja kami ketinggalan pesawat. Pikiranku kala itu, jika memang kami ketinggalan pesawat mungkin memang belum rezeky. Tapi, Allah mudahkan semuanya. Allah berikan jalannya dengan seorang kawan yang terus membujuk Flight Attendant bahwa beberapa menit lagi kami akan sampai. Rute kami saat itu, transit Jakarta-Malaysia-Madinah 4 hari - Mekkah 7 hari. Oiya, rencana lainnya jika ketinggalan pesawat ini, kami akan membeli tiket baru menuju jakarta. Alhamdulillah, kami berdua masih diberi kesempatan. Meski cara kami berpamitan pada keluargapun terburu-buru.

Begitulah, salah satu cara Allah memberikan rezeky pada hambaNya. Seperti pada ayat yang dikenal dengan ayat seribu dhinar 
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)"


Berikut beberapa foto-foto kami selama di tanah suci Madinah dan Mekkah

After Dzuhur, Masjid Nabawi MMadinah



Umroh pertama setelah tiba di Kota Mekkah.
(Mata ngantuk, perjalanan panjang dari madinah ke Mekkah)

                      Loc : Masjid Bir Ali

(umroh selanjutnya, muka bahagia setelah berhasil mencium Hajr Aswad. Dan berakhir dengan tali tas yang putus)


Loc : Jabal Rahmah, tempat bertemunya Adam dan Hawa


Pelataran Masjidil Haram,Mekkah.
Sambil ngabuburid, puasa hari pertama.


area menuju perpustakaan. Soalnya dilarang foto dalam perpustakaannya.


Jalan menuju Masjidil Haram Mekkah.
Dari penginapan 



Loc : Masjid Terapung Laut Merah, Jeddah.


Loc : Mesjid Terapung Jeddah



Bonus 🤣, Our 1st wedding Anniversary


.