Selasa, 08 Juni 2010

Surat Cinta [to: Mr]

Assalamualaikum, akhi !!!
kakak.. yang begitu bermakna dalam hidupku..

kau telah meneteskan air mata rinduku beberapa kali..
karena akhlakmu, aku mngenalmu..
karena iman mu...
aku berpikir tak pantas diriku mendampingimu, aku yang penuh nista ini..
tapi, kuurungkan
karena sayanga mu pada Allah S.W.T, sejak mengenalmu entah sampai kapan..
harapan ku hanya satu
"kaulah yang jadi imam ku, imam rumah tangga ku"
tapi kali ini aku sungguh-sungguh tak pantas menjadi seorang "makmum" seorang imam sepertimu..

dari mu aku mengenal Tuhan lebih dalam,
dari mu aku beljar tentang akhlak

ketika orang bertanya padaku,
apa yang membuatku menyayangimu, aku tak tau..
tapi , kali ini aku pun mengerti,
aku menyayngimu karena..
imanmu.. , karena akhlakmu.
dan sungguh.. hanya dirimu lah yang ku sayangi karena Allah SWT [sepanjang ini, tapi entahlah nanti.. ku harap suami ku juga ku cintai karena allah]

tapi sayangnya kau tak pernah pahami itu.. !!!
tak pernah kau sadari, bahwa kau membawa perubahan yang besar dalam hidupku..
yang mengajarkan indahnya berada di jalan Allah swt..
nikmatnya mempelajari kebesaran-kebesaran tuhan... sungguh,
itu semua karena mu..
tapi, skali lagi.. sayang.. kau tak pernah pahami dirimu dalam hidupku..
kau yang begitu bermakna untukku ...
dari mu lah aku mengerti, arti menyayangi..
arti kehlangan..
pengorbanan,
rasa takut kehilangan..
sungguh itu semua dari mu

orang yang betul-betul menyejukkan jiwaku,
seperti telaga sungai, di tengah gurun..
seperti oase di padang yang gersang..

sungguh, begitu terasa nyaman jika berada disamping mu..
"cukup" berada di samping mu, tak nginkan lebih seperti dalam rangkulan pelukan mu..
karena tak sepantasnya aku berharap seperti itu,
karena ku tau, kau telah menjadi seorang imam
dari makmum yang bukan "saudari ku"..

dan perlahan-lahan, aku pun tersingkir,dari barisan shaf makmum mu..
dan aku pun menyadari, diriku ini..
orang menyebutnya "selir hati"...
aku tak peduli, asalkan bisa bersama mu
dan tetap persaan sejuk yang kau berikan tak berubah..

karena keyakinan yang besar, yang mengiming-imingkan harapan kosong
untuk kembali di shaf makmum mu,
aku seperti qaiz yang begitu merinsukan layla..
samapai orang-orang menyebutnya qiaz "majnun"

"aahhhh !!! tiada pantas seorang wanita mengungkapkan perasaannya...!!
tapi, aku hanya ingin kau untuk pahami semuanya.."

wassalamualaikum warahmatullah..

Permohonan Maaf untuk Mr. S

ada makna dibalik setiap bahasa,
ada dorongan di balik setiap
tindakan
dan terkadang,
manusia tak melihat di balik semua itu
walopun melihat, tapi tak m'perhatikan.. hnya sekedar angin lalu saja...

sesuatu yg terjadi pada setiap insan,
membuat kita berpikir apa penyebabnya
ataukah hanya bermsa bodohh dgn sgalanya..
semuanya penuh dgn pilihan
hingga pda mati pun kita ditetapkan dgn 2 pilihan..
yaitu surga dan neraka..

namun terkadang,
kita memilih untuk mengambil suatu tindakan yang begitu di tolak oleh hati
dan diri kita. yg mungkin
sudah tdak bsa di toleransi lagi oleh akal sehat..
pilihan yg begitu sangat terpaksa untuk kita lalui..

begitu pula dengan
diriku,
melukai hati seseorang yang tak bersalah,
membuat dirinya merasa bersalah
padahal hatiku begitu miris untuk melakukannya

maff..beribu maaf kuucapkan
walopun tiada pantas aku meminta maaf.mu

namun,sungguh..
dari ujung rambut hingga ujung kaki.mu aku bersujud meminta maaf.mu..
dan jika saja kau ada dihadapanku
aku akan berlutut meminta maaf.mu
atas kesalahan yang tak seharusnya ku lakukan

aku yakin kau pasti bertanya-tanya
ada apa dngan diriku?
dan pasti kau merasa seperti tidak mngenaliku,karena melakukan hal yang se-rendah itu..

sungguh, iblis telah menjebakku dan mendorongku
masuk ke dalam lingkarannya
dan aku memohon pada tuhan..
tapi, serasa tuhan hanyamembiarkanku begitu saja..
dan mungkin melalui dirimulah.. perlahan-lahan aku
bisa keluar dri lingkaran iblis ini
hanya dengan keikhlasan.mu untuk memaafkan.ku

dari:
manusia dhaif yang tiada pantas berkata serendah itu pada.mu
-Nurul Hasanah-
[dibuat dengan kata hati yang terdalam & bahasa kalbu]
ku mohon pada.mu jgn pernah
kau bertanya
"ada apa dgn diriku????"
pada siapapun, bgitu malu aku pada.mu
jika kau mnganggap.ku saudara se-iman, tolong jangan beritau siapa2 tntang hal ini..

Hm.. What do you think about “school”??


Adduhh….
Sebelum dilanjut Cuma mau mengingatkan klw ini hanya pemikiran seorang Nurul
Gadis belia yang sudah mulai bosan dengan yang namanya sekolah malahan bisa dikatakan sudah sampai dititik jenuh. Why?? Padhal kan sekolah klw di hitung-hitung tinggal satu tahun lagi. Well, story about school, okey sebenarnya jadi seorang pelajar itu sangat teramat menyenangkan, apalagi menjadi seorang pelajar putih abu-abu. Yang gila-gilaan bareng teman-teman, yang bolos sekolah rame-rame tau nggak masuk peljaran yang gurunya killer dengan alasan organisasi.
So, apa yang buat saya mencapai titik jenuh pada sekolah??
Ya,, sistemnya lah!! semua orang tau klw sekolah itu merupakan tempat pendidikan, tempat untuk mendidik. Tapi, perlahan-lahan sekolah ini sudah mulai jau dari fungsinya. Malahan, bisa dikatakan sekolah saat ini merupakan penindasan pada perkembangan seorang remaja. Lagi  dan lagi, kenapa penindasan?? Kesannya semua memaksa kita untuk ini dan  itu, apalagi klw mendengar ada orang tua yang mengatakan “kamu harus sekolah” klw begini kan kesannya kita dipaksa untuk sekolah. Walopun mungkin alasannya ini semua untuk masa depan kalian juga.
                Klw dilihat dari teman-teman yang saya amati, yang termasuk golongan amal (anak malas) atau kurang memperhatikan pelajarannya. Tidak semua mata pelajaran yang mereka hindari, ada juga subject –subject tertentu yang membuat mereka tetap mengikuti pelajaran itu dengan alasan pelajaran itu memang termasuk meinatnya atau bakatnya atau mungkin guru dari mata pelajaran itu betul-betul mengajar seorang siswa. Bukan menuntut seoranmg siswa mendapat nilai bagus.
                Guru berpengaruh besar pada pendidikan, pada perkembangan seorang siswa di sekolah. Coba qta renungkan dari cerita ini,saya mengambil pelajaran besar saat menduduki bangku SMP. Melihat seorang guru yang betul-betul mentransferkan ilmunya kepada anak didiknya. Yang tidak begitu menuntut nilai , tapi seberapa besar kami sebgai siswanya memahami apa yang di ajarkannya. Karena menurut dia kalau kami paham dengan pelajaran yg diajarkannya,secara otomatis kami akan mendapat nilai yang bagus, dan itu artinya dia (guru) telah berhasil menjadi seorang guru. Dan ternyata kami jarang mendapat nilai rendah pada pelajaran itu. Tapi, suatu ketika tiba-tiba nilai kami rendah yang paling tinggi hanya mencapai angka 70. Dengan raut wajah yang sedih pak guru ini, kemudian berkata “kali ini saya gagal mengajar kalian. Dan saya akui tdiak selamanya saya berhasil, saya juga manusia biasa. Tapi, sebelum saya memberikan remedial kpada kalian saya harus mengoreksi diri saya sendiri, sebelum mengoreksi ulangan kalian” setelah berkata seperti itu dia kemudian keluar dari ruangan kelas yang saat itu ku tempati. Dan membuat ku berpikir, kalau guru yang lain pasti akan mencaci maki kami, tapi dia tidak. Dia malah mencaci dirinya sendiri. Salutt… ten thumb up 4 u sir !!!
                Tapi, coba bayangkan kalau gurunya coba ngasih tugas sebelum dijelaskan !! menjelaskan tentang kimia tapai baca buku cetak kesannya tidak menguasai pelajarnnya itu. Trus klw gurunya menertawakan siswanya yang tidak bisa dalam pelajarannya. Atau ada juga guru yang menjatuhkan atau memeprmalukan siswanya didepan siswa-siswa yang lain. Klw seperti itu apanya coba yang buat kita betah di sekolah!!!
                Truss undang-undang juga sudah menjelaskan, bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sebelum lanjut tentang UU, kalian tau ndagg tentang seorang bupati yang nggak punya ijazah SMP dan menggunakan ijazah palsu?? (saya tidak mungkin menjelaskan itu di sini, silahkan kalian cari tau sendiri) coba bayangkan, ini seorang bupati !! pemimpin masayarakat tingkat kab/lkota, kok ngga punya ijazah?? Usut punya usut karena dia-nya tajirrr ya, otomatis maenn uanglah untuk jadi seorang pemimpin.
                Intinya, kan kita hidup truss sekolah untuk mendapat hidup yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Nahh itu maksudnya mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan seseorang lebih baik lagi dan berguna bagi orang lain. Orang cerdas kan dag harus tau apa itu sistem koloid, tdak harus bisa mengerjakan rumus EK=1/2 mv2.  Truss tidak mesti tau kan apa itu u/v = dx/dy. Biar orang tau semua itu tapi klw dag bisa  di aplikasikan, dag bisa di transfer ke orang lain itu artinya = 0. Nihil.
                So, sekolah tidak sekolah intinya jadilah orang yang b’manfaat bagi org lain. Truss menurutku pelajaran yg betul-betul penting ya.. agama, kewarganegaraan, matematika, bahasa Indonesia, bahasa inggris, bahsa jerman, ekonomi, sosiologi.