Kamis, 25 Oktober 2018

Weekend 1 : Bang Pa in Palace


"kisah ini merupakan perjalanan tahun 2017. Saat mengikuti  KKN-PPL International program SEATEACHER 3rd"

Setelah hari sabtu kemarin diisi perjalanan bersama buddy. Hari minggu ini kita sudah janjian dengan Teacher Kanok, dan juga Teacher Opp. Ok, karena ini masih minggu pertama gaes jadi yaa masih begitu antusias menjelajahi negri Gajah ini. 

Menurut Teacher Kanok, hari ini kita jalan jalannya tidak jauh dari rumah. Masih dalam wilyah Bang Pa in. Bahkan sehari hari kami melewati tempat yang akan dikunjungi. Namanya, Bang Pa-In Royal Palace. Setiap pergi atau pun pulang dari sekolah Watchumponikayaram tempat kami mengajar, pasti melewati bangunan ini. Bangunan yang begitu luas, tapi tidak bisa dilihat dari luar. Karena sekelilingnya dilindungi oleh tembok tembok yang tinggi.

ki-ka ; Ria, saya, Inya, Tiara. baru sempat foto pas pulang. Board Namenya agak jauh dari pintu parkiran

Dan kini kami pun tau, kalau Bang Pa-In Palace itu adalah sebuah Istana yang juga dikenal dengan Istana Musim Panas. Ini merupakan konmpleks Istana yang di tempati oleh raja-raja Thailand.  Berdsarkan catatan kejadian yang pernah ada di Ayutthaya, Raja Prasat Thong membangun pulau Bang Pa-In di dekat sungai Chao Phraya.

Untuk masuk ke Bang Pa-In Palace tidak dikenakan biaya apapun. Bahkan untuk parkir pun tidak ada biaya nya. Ketika memasuki area kompleks Istana, itu sangat luar biasa luasnya. Dan terdiri dari beberapa bangunan. Kami (Saya, Ria, Inya, Tiara, Teacher Kanok, Teacher Opp dan juga teacher Ann –kala itu jadi teman dekatnya teacher opp) sampai di tempat itu sekita pukul 09.00 pagi. 

Masih sangat pagi tapi orang orang sudah banyak disitu. Ada banyak turis mancanegara yang juga mengunjungi tempat tersebut. Di setiap sisi bangunan ada polisi atau semacam security yang menjaga.

Berdasarkan brosur yang kami dapat tentang bang pa in palace, sama halnya dengan Istana Kerajaan Thailand yang lainnya, Bang Pa In Palace ini di bagi menjadi dua bagian. Yaitu, wilayah luar dan wilayah dalam. Yang dimana wilayah luar bangunan itu , terdiri dari bangunan yang diperuntukkan untuk masyarakat umum serta untuk kegiatan upacara. Di bagian dalam Istana  khusus untuk Raja dan juga Keluarga dekat dari para Raja.
Bangunan utama dari wilayah luar Istana, meliputi

Ho Hem Monthian Thewarat

Ho hem Monthian Thewarat adalah struktur batu kecil berupa gaya Khmer prasat (tempat tinggal Dewa yang berbentuk Tongkol Jagung yang begitu besar), ini di bangun oleh Raja Chulalongkorn pada tahun 1880 dan didedikasikan untuk Raja Prasat Thong dari kerajaan Ayutthaya yang secara harfiah namanya berarti Raja dari Istana emas karena ditemukannya emas pada miniatur Khmer ala prasat selama pengunduran dirinya.
Ria, saya, Inya, Tiara, Teacher Ann


Bangunan selanjutnya yang termasuk dalam Bangunan utama Bagian luar, yakni
Saphakhan Ratchaprayun yang merupakan Aula pertemuan untuk keluarga kerajaan. Sayangnya kami tidak mengunjungi bangunan ini.

Bangunan yang ke-tiga yaitu Phra Thinang Aisawan Thipya-art, yang merupakan paviliun dengan empat serambi dan atap bongkahan yang dibangun oleh Raja Chulalongkorn di tengah tengah kolam luar pada tahun 1876. 

Ini merupakan bangunan salinan dari Phra Thinang Aphonphimok Prasat yang terdapat pada  Istana Agung (Grand Palace) yang dahulu dibangun oleh ayahnya yaitu Raja Mongkut, sebagai Paviliun untuk pertukaran kedudukan kerajaan sebelum menaiki tahta. Raja Chulalongkorn memberi nama bangunan ini Aisawan Thipya-art setelah kepemilkan paviliun dari Raja Prasat Thong. Sekarang, paviliun ini menjadi tempat dari patung Raja Chulalongkorn yang mengenakan seragam Panglima Tertinggi, yang didirikan oleh putranya Raja Vajiravudh. (Rama VI)
Phra Thinang Aisawan Thipya Art nya ada dibelakang kita. Photo Take By Teacher Kanok. di penghujung pagi melawan matahari

Bangunan terakhir yang juga  merupakan Istana  luar yaitu Phra Thinang Warophat Phiman, secara harfia memiliki arti Tempat Tinggal kerajaan seperti surgawi yang bersinar.
bangunan Phra Thinang Warophat Phiman


Untuk masuk ke Phra Thinang Warophat Phiman ada beberapa persyaratan, yaitu harus berpakaian sopan. Meski untuk aturan ini sudah di anjurkan sebelum memasuki gerbang utama istana, tetapi jika pakaian yang dikenakan oleh pengunjung masih di anggap kurang sopan maka tersedia sarung songket lilit khas Thailand di depan bangunan. 
abaikan muka oon nya. lagi ngambil sarung di tempat persediaan

pose depan pintu masuk. soalnya, didalam tidak boleh am,bil gambar.


Selanjutnya, tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di dalam Istana. Segala jenis kamera harus disimpan terlebih dahulu. Dan didalam akan ada pemandu yang akan menjelaskan fungsi dari keseluruhan ruangan yang ada.

Phra Thinang Warophat Phiman adalah bangunan dengan gaya neo-klasik,sebuah rumah besar yang dibangun oleh raja Chulalongkorn pada tahun 1876 sebagai tempat tinggal dan ruang singgasananya

Terdapat ruang pertemuan dan ruang tamu dihiasi dengan lukisan minyak yang menggambarkan evolusi signifikan dalam sejarah dan adegan Thailand dari sastra Thailand. Rangkaian lukisan bersejarah itu diperintahkan oleh raja Chulalongkorn pada tahun 1888. Disini Juga terdapat Apertemen pribadi yang terletak di bagian dalam istana,dan masih digunakan oleh Yang Mulia kapan pun mereka tinggal di istana. Ibaratnya sih, sebagai tempat persinggahan raja kalau lagi berkunjung ke Provinsi Ayutthya


Nah, sekarang lanjut ke wilayah Istana bagian dalam. istana bagian dalam ini dipisahkan dari istana luar oleh jembatan tertutup dengan dinding louvered dimana para dayang bisa melihat keluar tanpa terlihat. Jembatan ini menghubungkan Warophat Phiman Mansion ke tevaraj-kanlai. 
disalah satu sisi Tevaraj-Kanlai Gate

lorong area Tevaraj Kanlai Gate

Gerbang keluar , yang merupakan pintu masuk utama ke istana bagian dalam. Pada bagian ini terdapat bangunan tempat tinggal, paviliun dan gazebo yang ditata di taman, karena raja Chulalongkorn sangat menyukai taman.

Bangunan yang terletak di istana bagian dalam ialah 
  • Phra Thinang Uthaya Phumisathian,
  •  Ho Withun Thasana, 
  • Phra Thinang Wehart chamrun, 
  • Phra Tam nak fai nai.

dan terdapat Bangunan bangunan yang didedikasikan Untuk mengenang , ratu sunandakumariratana dan para permaisuri kerajaan serta anak anak dari Raja Chulalongkorn.

Kami hanya sempat mengunjungi beberapa bangunan saja, untuk istana wilayah dalam. Karena begitu luasnya Bang Pa-in Palace ini hingga begitu menguras tenaga. Wajar saja jika tersedia penyewaan mobil golf. Tapi, harganya cukup merogoh kantong lebih dalam berkisar antara 300 THB – 400 THB (agak lupa, hehe). Lumayan uang segitu bisa dipakai makan beberapa hari.

Selanjutnya , tentang  Ho (menara) Withun Thasana merupakan observatorium yang diabngun oleh raja Chulalongkor pada Tahun 1881 sebagai menara pengawas untuk melihat daerah sekitarnya.

pintu masuk Ho Withun Thasana
Ho Withun Thasan ada dibelakang kita yaa...



Mengenai Phra Thinang Uthayan Phumisatan, menjadi tempat tinggal favorit dari Raja Chulalongkorn ketika beliau tinggal di Bang Pa-In Palace. Dibangun pada tahun 1877 terdbuat dari kayu dalam gaya chalet swiss dua lantai. Rumah itu dicat dengan dua nuansa hijau yang berbeda.
Phra Thinang Uthayan Phumisathian



Masih dengan Istana wilayah dalam, ada Phra Thinang Wehart Chamrun. Rumah dua lantai bergaya khas Cina ini dibangun, setara dengan kamar dagang cina dan dihadiahkan kepada Raja Chulalongkorn pada tahun 1889.
Phra Thinang Wehart Chamrun

Dan masih banyak lagi bangunan yang tidak bisa kami singgahi satu persatu untuk mengetahui nilai sejarah pada bangunan tersebut. Kami hanya singgah di beberapa tempat, tanpa tau apa cerita dibalik bangunan itu. Karena bangunan-bangunanya sungguh Instgramable gaes.

Gra-Jom Tae



seperti Gra Jom Tae, yang merupakan paviliun pertama yang kami singgahi. Paviliun yang berada di teengah tengah danau, dekat dari bangunan Phra Thinang Aisawan Thipya-art. Disitu, kita bisa memberi makan ikan. Ikannya sebesar lengan orang dewasa. Makannya pakai roti yang sudah disediakan. Jadi, rotinya dibuang ke danau danaunya trus ikan ikannya akan berebut. Seru juga.
ikannya nda keliatan ya.. 

dibelakang saya yang seblah kiri itu Phra Thinang Aisawan, trus yang kanan Tevaraj Kanlai gate

Tempat lainnya lagi ada Keng Boo-Pah Pra-Paht. Rumah ini dibangun untuk anak Raja bermain main. Semacam area tempat bermainnya lah. Bangunannya seperti rumah rumah barbie. Hahahah... kami berkeliling lagi. 


di area Keng bOO-pah Pra path

Nah, ada beberapa bangunan yang didedikasikan untuk mengenang Ratu Sunandakumariratna pada tahun 1881 Ratu Sunandakumariratna tenggelam. Saat itu kapalnya tenggelam di sungai chao phraya, dalam perjalanan menuju istana bangpa-in, Raja Chulalongkorn mengatasi kesedihan, membuat tugu dari marmer untuk mengenangnya. raja mengarang dedikasi dirinya dalam bahasa Thailand dan Inggris

Dan pada tahun 1887 putri Saovabhark Nariratana, permaisuri Raja Chulalongkorn dan tiga anaknya meninggal. Jadi Raja memiliki sebuah batu peringatan yang terbuat dari marmer dengan potret mereka yang dibangun di dekat monumen peringatan sebelumnya untuk Ratu Sunandakumariratana. Katanya, anaknya juga meninggal di Sungai itu...
(malangnya, nasibnya ini Raja Chulalongkorn... ditinggal oleh Istri dan anak anaknya).

Saatnya, berjalan pulang gaes... perut memberi kode keras untuk segera disi. Apalagi, kita disana makannya lumayan susah. karena harus mencari halal food.

kitapun keluar melalui pintu loket yang ternyata didalamnya merupakan sebuah kantin. Ada restonya juga. Dan beberapa penjual souvenir khas Thailand, seperti Sabun buah. Baju kaos dll. Kami singgah di loket penjual jus buah. Penjualnya ramah. Dan menawari kita untuk berfoto dengan buah-buahnya.

penjualnya yang pake kacamata. kita disuruh pegang buah buahannya gaes..


keluar dari Bang Pa-In Palace itu sudah pukul 12.30. itu artinya kamii berkeliling Istana selama 3 stengah Jam. Dan itupun tidak semua tempat kami singgahi berlama lama. 
yang menemani kami siang itu, skip tiara : Teacher Opp, Teacher Ann, Teacher Kanok


Untuk teman teman yang sangat suka dengan wisata sejarah, ini salah satu tempat yang wajib kalian kunjungi. terletak di Provinsi Ayutthya, District Bang Pa-In. 
Tips yang bisa saya bagikan ke kalian jika mengunjungi tempat ini
  1. jangan lupa untuk sediakan Air mineral dalam perjalanan mu, karena waktu berjam jam itu tidak terasa. 
  2. Jika kamu butuh jasa tour-guide , itu juga tersedia disini. 
  3. sediakan kamera yang mumpuni, ya.. wkwk.. sayang kan kalau sudah ditempat sebagus ini tapi gambarmu asal asalan (kayak foto fotoku di atas, hahaah) 
  4. gunakan pakaian yang menyerap keringat yaa. Apalagi kalau kesana dimusim panas. Namanya saja Istana Musim panas. Mataharinya disana seperti nantangin para turis
  5. tidak perlu tergiur membeli souvenir di area istirahatnya. harganya berkali kali lipat dari harga pasar, cuy... hahha
Bagaimana ? Wisata Sejarahnya menarik kan? wisata sejarah tidak melulu tentang museum tua dengan cerita mistik. Tapi, kisah kehidupan kekeluargaan para pemerintah di suatu daerah juga bisa menjadi pembelajaran yang menarik.


2 komentar:

  1. Bagus banget istananya ya.. Pasti saya juga kalo ke sana bakalan gifo pengen foto di semua sudut ��

    BalasHapus