Jumat, 05 Januari 2018

#30daysinThailand : 2nd week "welcome to phra na kon si Ayyuthya"


rutinitas pagi (same like upacara)
satu minggu berlalu. mengamati sekolah ini yang ternyata cukup luas untuk ukuran sekolah tingkat dasar dan Taman Kanak Kanak. dengan fasilitas yang dilengkapi dengan ruang laboratorium sain dan bahasa. ruang fitness, perpustakaan, ruang kesenian, ruang guru, ruang foreign teacher, kantin, ruang perlengkapan pengajaran. dan kerennya lagi, sekolah ini menggunakan "active board" papan tulis layar sentuh yang terhubung dengan projector. saat observasi mengajar kami. mencoba mempelajari bagaimana cara menggunakannya. untuk 1 jam pelajaran membutuhkan waktu sekitar 60 menit dan langsung berganti dengan mata pelajaran yang lain.
Laboratorium Bahasa

Ruang Fitness

laboratorium Sains

Ruang Kelas untuk internasional program

Foreign Teacher's room

alas kaki harus dilepas sebelum memasuki ruangan



di sekolah ini juga, menggunakan sistem "full day school" yang di mulai dari senin-jumat , pukul 08.30 sampai 15.30.

be an assistant teacher

Teaching Assistant
Senin pagi itu matahari cukup terik. Ini minggu Ke dua. Sesuai agenda di minggu ini kita harus menjadi asisten dari guru pendamping. Dan ternyata guru pamong saya sedang tidak ada jadwal mengajar pagi itu. Saya hanya melanjutkan observasi  dari minggu sebelumnya . masuk ke random kelas. Dan berhenti pada pratom 2 (setara kelas 2 SD). Itu pun atas permintaan guru mata pelajaran science di kelas itu. Saya bertugas sebagai operator yang menjalakan software pada konputer yang menjadi media pembelajarannya.  Cukup seru. Siswa menjawab pertanyaan yang di tampilkan dari media pembelajaran tersebut. Dan saya akan meng-klik bagian yang menentukan apakah jawaban mereka benar atau tidak. Jika ada kelompok yang menjawab dengan benar akan di beri poin 100.



Host Family
Jumat lalu, kami ber empat, sudah diberi tahu bahwa kami akan tinggal 2 minggu selanjutnya di host family. Salah satu di antara kami seorang kristiani, dan akan menginap selama 2 minggu di rumah salah satu guru pamong. Kami memanggil nya Techer Kung. Sedangkan kami bertiga, belum tau tinggal dengan siapa. Kami hanya diberi informasi bahwa akan tinggal di rumah seorang guru juga yang muslim tapi beliau tidak mengajar di sekolah tempat kami praktek. Kami sudah mempacking pakaian dan barang-barang sama seperti pertama kali kami akan berangkat ke thailand. Koper dan tas tas penuh yang siap di angkut ke “kampung muslim” tempat tinggal teacher Syarif. Ya, dari namanya saja beliau sudah terdengar nama seorang muslim. Sore itu teacher syarif menjemput kami di sekolah. Barang di angkut satu persatu ke dalam mobilnya. Harap harap cemas merasuki perasaan kami. Tempat seperti apa yang akan kami tinggali. Bagaimana kami akan mengawali penyeseuaian diri terhadap lingkungan yang lebih baru ini. Cukup jauh dari rumah kami yang pertama. Hingga kami masuk di pedesaan yang bernuansa islami.. dan akhirnya saya mendengar suara adzan untuk pertama kali setelah seminggu.

Setelah menjemput anaknya yang masih berusia 1 tahun di rumah neneknya itu, dan singgah di pasar tradisional muslim. Akhirnya kami sampai di rumahnya. Kesan pertama “speechless” jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya cukup jauh. Bahkan sangat jauh. Pekarangan rumahnya sangat luas. Teacher syarif juga memiliki ternak kerbau dan kambing, di belakang bangunan tempat kami tidur terdapat per sawahan milik beliau juga. Pemandangannya cukup menyejukkan persis pedesaan khas Indonesia. Sawah, kebun, dan pepohonan rindang. Sayangnya.. semakin malam di luar pekarangan tempat kami tinggal cukup gelap. Apalagi kami bertiga tinggal di bangunan yang berbeda dengan tuan rumah. Agak sedikit horror rasanya. Meski merasa tidak enak hati, malam itu rasanya penuh drama.  Semakin membuat perasaan rindu akan kampung halaman tak terbendung lagi. Dan keputusan akhir kami akan kembali ke rumah yang sebelumnya. Dan tidak akan pindah tempat tinggal lagi. Maaf kan kami teacher syarif.
Rumah Teacher Syarif , bangunan yang bagian kami tinggali


Persiapan mengajar
Minggu depan sudah waktunya giliran kami mengajar. Dan saya mendapat jadwal di hari kedua. Cukup menegangkan. Apalagi saya lebih sering menghadapi siswa tingkat menengah. Sudah lama rasanya tidak mengajar tingkat dasar. Rencana pembelajaran ku pun, di revisi berulang kali. Menyesuaikan rencana pembelajaran yang ada di sekolah tersebut. Dan saya akan mengajar mata pelajaran science di pratom 5 (kelas 5 Sekolah Dasar). Dengan materi siklus air untuk pertemuan pertama dan pertemuan selanjutnya mengenai awan dan fenomenal alam.
            

                                                            ===========================

one week passes. observed this school which turned out to be large enough for elementary school size and kindergartens. with facilities equipped with scientific and language laboratories. fitness room, library, art room, teacher room, foreign teacher room, cafeteria, teaching room. so cool. This school uses an "active board" whiteboard touch screen connected to the projector. when our observations taught, we were trying to learn how to use it.

for 1 hour lessons takes about 60 minutes and instantly switches to other subjects.
in this school also, using a system of "full day school" which starts from Monday-Friday, 08:30 to 15:30.

 teaching Assistant

Monday morning t. All this the second week. The agenda at this week we have to become assistant teachers. And it turns out my tutor teacher don’t have schedule for teaching that morning. I just went on observations from the previous week. entered into a random class. And stop at pratom 2 (equivalent to grade 2 SD). It was at the request of teachers of science subjects in the class. I served as an operator who run the software on the computer is the medium of learning. Quite exciting. Students answer questions in the show of the learning media. And I'm going to click section that determines whether their answers are correct or not. If there are groups who answer correctly will be given 100 points.
host Family
Last Friday, all of us, had been told that we would stay the next 2 weeks in host family. One of us a Christian, and will stay for two weeks in the house of one teacher tutors. We call it techer Kung. While the three of us, do not know with whom to stay. We have just been informed that it will stay in the home of a teacher is also a Muslim but he did not teach in the school where we practice. We've packed clothes and items the same as the first time we will go to thailand. Suitcases and bags full  ready in transport to "Muslim village" Sharif teacher residence. Yes, of course he had heard the name of a Muslim name. That afternoon syarif teacher picked us up at school. Our luggage transported one by one into his car. Please anxiously permeate our feelings. The place looks like what would we live. HOW we will start adaptation ourselves to this new environment. Quite far from our house first. Until we get in rural nuanced Islamic .. and finally I heard the call to prayer (adzan) for the first time after a week.
After picking up his son 1-year-old at his grandmother's house, and stopped at a traditional Muslim markets. Finally we arrived at him house. First impressions "speechless" the distance between the houses from one another far enough. Even long. His yard is very spacious. Teacher syarif also owns a herd of buffalo and goats, at the back of the building where we slept there field belong to him as well. The scenery is quite soothing exactly typical rural Indonesia. Fields, gardens and shade trees. Unfortunately .. more nights outside the yard where we were staying was quite dark. Moreover, the three of us stayed in a different building with the host. Quite a bit of horror taste. Although feel bad, it was great night full of drama. Increasingly making sense of longing for home unstoppable again. And the final decision we will go back to the house before. And it will not move to another place again. We are very sorry teacher syarif for make you feel bad

preparation of teaching


Next week it's time for our turn to teach. And I got the schedule for the second day. Quite stressful. Moreover, I often face the intermediate level students. Already a long time it did not teach the basic level. My lesson plan was, in the revised repeatedly. Customize lesson plans that exist at the school. And I will teach science subjects in pratom 5 (grade 5 elementary school). With the material of the water cycle for the first meeting and the next meeting of the cloud and phenomenal nature.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini