Senin, 23 Januari 2017

#30DaysinThailand : hari keberangkatan

Don’t tell me how educated you are, tell me how much you traveled.
— Nabi Muhammad SAW

Dan ini perjalanan tentang mencari ilmu. Sekaligus perjalanan seorang diri untuk pertama kalinya. Meskipun Sebenanrnya saya tidak betul betul sendiri, ada orang orang yang namanya juga terdaftar dalam surat undangan tersebut yang menjadi kawan sekaligus keluarga baru saya dalam 1 bulan kedepan.
Invitation Letter from Valaya Alongkorn Rajabath University (VRU)

Saya mengirimkan aplikasi CV kepada VRU yang tadinya ku pikir hanya sekedar mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) - Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Universitas tersebut. kalau ada yang bertanya kenapa harus pilih luar negri,kenapa bukan yang biasa saja? Ah, orang orang... terlalu menyibukkan diri nya tentang "kenapa....dan kenapa..." yang bukan atas dasar pertimbangannya. ya, saya mengirim aplikasi itu bukan atas dasar ingin terbilang keren tapi ada banyak pertimbangan , yaitu memikirkan KKN-PPL ini hanya membutuhkan waktu 1 bulan dibanding yang reguler membutuhkan 3 bulan belum termasuk program PPL yang memerlukan waktu 6 bulan.

 dan saya memang di buru waktu untuk segera menyelesaikan Kuliah, ini adalah tahun ke-6 ku di kampus, dan tidak juga tanda tanda lulus menghampiriku jika mata kuliah yang ini tidak juga ku program. 

SEAMEO-SEATEACHER
Datanglah kesempatan besar ini pada ku, kenapa tidak untuk di coba. Ternyata ini adalah program pertukaran pelajar yang di naungi oleh institusi SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization)yang  merupakan sebuah organisasi internasional yang dimaksudkan untuk memajukan kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di daerah Asia Tenggara.

14 Januari 2017
dan hari keberangkatan pun tiba. ini perjalanan pertama ku tanpa keluarga yang menemani. pertama kalinya merasakan terpisah dengan jarak ribuan kilometer. Terkadang memang kita butuh jarak untuk mencipatakan rindu yang lebih dalam, bahwa kita tak sekedar menyayangi, tapi dengan jarak, mengajarkan kita bahwa ada bagian yang hilang ketika kita tak bersama. Ada perasaan yang menggebu gebu yang meminta untuk segera bertemu kembali menyatukan bagian yang hilang. mungkin juga kita perlu berterima kasih pada jarak, karenanya perasaan saling memiliki semakin kuat. 
perpisahan di bandara ala cinta dan rangga
tanpa mereka, takkan ada kekuatan untuk berpisah setegar ini. untuk melakukan perjalanan setenang ini meredam rindu yang membara. sampai berjumpa kembali di bulan kedua tahun ini.
ketika revan tidak sadar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar