Kata.. itulah yg kamu dan aku genggam . yg menjanjikan hal manis…
Maaf, aku ternyata hanya membuat luka baru untukmu
,dan menggores lebih dalam lukaku yg masih membekas
Kamu atau aku , kembali berfantasi pada masa lalu sblum brtemu..
Dunia ini tidak sempit, hannya saja kita yg hidup di tempat yg sama..
Kamu dan aku kini menyembuhkan luka masing-masing.. ataukah kita saling menyembuhkannya?
Senyummu kini yg tertoreh pedihny aluka yg ku buat untukmu..
Kita ini hanya ciptaan dari Maha yg Membolak-balikkan hati manusia
Waktu pun, tak mampu melawan titah pencipta Langit..
Aku dan kamu, sedang menjalani alur Cerita yg diciptakanNya untuk kita
Dimanakah kita akhirnya?
Aku tak tau jawabannya, mungkin kamu tau..
Laju kerja otakmu pun semakin cepat memikirkan tentang apa dan bgemna kita
Masih adakah kita yg saling tersenyum dibawah bingkai langit biru..?
Masih bersama kah kita diiringi melodi ombak dipantai?
Masih bisakah ku rasakan nyamannya tertidur dipangkuanmu?
Masih adakah kita yg saling memberikan semangat..?
Masih adakah kamu untukku?
Masih adakah kita yg menghabiskan pergantian sang surya ?
Kamu dan aku dimanakah akhirnya?
Minggu, 20 November 2011
Minggu, 06 November 2011
Happy birthday For You ^_^
Waktu terus berputar,
Pergantian bulan bintang dan matahari, yang mengikuti titah Tuhannya
Hujan pun begitu, yg kini kembali dating menyambut pergantian Umurmu..
Bobes.ku Sayang.. sy tak sampai hati mengucapkan selamat ulang tahun untukmu.. bukan tak mengingatnya.. tapi pertanda bahwa jatah waktu hidupmu semakin berkurang..
Para sahabt, keluarga mu membrikan ucapan selamat..
Selamat apa?? Sy tak sampai hati untuk ucapkan.. “selamat ya.. umur kamu berkurang”
Sy sedih dgn itu syg..
Tapi, kesedihanku itu takn sampai pada nalarmu..
Akhirnya, sy mencoba mengikuti jalan pmikiranmu dgn ucapan selamat..
“happy birthday my Bobes”
^_^, ketika org-org disekitarmu berbondong-bondong menjadi org pertama yg memberikan ucpan..
Sy dgn setia menanti waktu untuk menjadi org yg terakhir.. sygnya detik terakhir yg ku nanti kau pun tak sabar.. bahkan sy menahan sakit untuk menepiskan rinduku untukmu..
Knpa?? Knapa harus terakhir?? Itu yg ada dibenakmu…
Karena Hrapanku di ulang tahun Mu yg ke-23 , sy adalah perempuan terakhir yg mendampingimu.. itu harapku.. doaku tak perlu ku sebutkn disini.. krena di setiap sembah sujudku pada Tuhan yg memeprtemukan kita.. nama Mu slalu ku sebut.. krna juga Doaku sama dengn mereka yg memberikn mu ucpan untuk slalu diberkan yg terbaik oleh Sang Pencipta yg Paling baik..
Minggu, 23 Oktober 2011
Masih tentang sy dan kamu
Ini awal yang sulit ku rasa. Ok fine ! sy tidak akan menyalahkan keadaan ataupun waktu. Ini soal situasi yg tidak tepat. Lagi, ini bukan menyalahkan. Sy hanya belum siap dengan kondisi ini dan memaksaku harus menerimanya.
Tahun ajaran baru dimulai, sy terdaftar sebagai mahasisswi perguruan tinggi negeri, bertepatan dengan pindahnya ayah ke Jakarta. Sangat berat melaluinya, bukannya merasa bahwa ibu tak cukup untukku. Tp, entahlah mungkin karena sudah terbiasa dengan sgala bekal yang diberikan ayah untukku ketika memasuki lingkungan baru. Well, bekal itu memang ada tp tidak sesuai yang seharusnya. Sy mulai mencerna dan me-flashback beberapa bulan yang lalu sebelum berita bahwa ayah akan pindahtugaskan. Ayah, mencoba memberikan ku “sesuatu” tp sy terlalu lama memprosesnya sehingga sy sadar bahwa itulah bekal yang diberikan ayah. Bicara soal yah itu taka ada habisnya, pelukan hangatnya saat saya pulang menuntut ilmu. Sentuhan sayangnnya saat me-relaksasikn tubuhku yg tegang setelah seharian beraktifitas. Pria yang menyenangkan saat berdiskusi. Pertanyaanku taka ada yang tak terjawab, mulai dari exacta sampai sejarah. Itu yang sangat ku rindukan. Bukannnya ini tak bisa ku bicarakan dengan ibu, tp sejak awal sy sudah terdoktrin berbagi dengan ayah dan ibu. Ibu adalah bagian dari kehidupanku ketika itu menyangkut soal “hati” –everything- pacar, teman, sahabat,atau org2 yg lag PDKT. Terkadang juga tentang sekolah klo memang itu “makan hati” untukku. Klo kakakku bisa jadi gabungan dari ayah dan ibu untukku, hanya saja di adalah kakak yang memposisikan dirinya sebagai itu, bukan org tua.
Ini berat untukku, ayah jauh dariku. Hanya sesekali dengan alat bantu telpon yang memberikanku pesan darinya bahwa saya harus bisa mandiri. Di sisi lain, ibu belajar membiasakan diri memikirkan tentangku dan kedua saudaraku tanpa ayah –sangat melelahkan- . beralih ke kakak semata wayangku, sekarang lagi mmemulai untuk menyusun proposal S2, itu akan semakin menyibukkannya ditambah lagi perhatiannya kembali terbagi pada sosok pria yang mungkin itulah “calon suaminya” kelak.
Diwaktu yang bersamaan, kau ada untuk memberikan support yang memamg sedang ku cari -kubutuhkan-, memberikan ku gambaran-gambaran kehdupan. Kau sosok yang ku kenal hamper setahun walopun belum cukup 1thn. Awalnya hanya bercerita soal prasaanmu yg seperti benang kusut, sy mencoba untuk mencari ujung benag kusut itu dan meluruskannya , niatku hanya membantu.mu tak lebih. Walopun sy sadar beberapa waktu sebelum ini sy punya perasaan yg berbeda padamu, tp ku padamkan sebelum membara karena tau itu hanya sakit yang ku rasa. Perlahan perasaanku ternyata tak padam seutuhnya, diam-diam masih ada sesuatu yang membara didalamnya, sy sadar kau kembali menyalakan perasaanku itu. Ya.. rasa nyaman yang tak bisa ku tolak. Rasa nyaman yang sedang ku butuhkan, tp ditengah kegalauanmu. Diantara senangku, tersembunyi pilunya hatiku. Bersamamu rasanya tak ada yang perlu di khawatirkan. Yang mengagetkanku, ketika org disekitarku tau tentangmu –hubungan ini- respon yg ku dapat “jadi tahun depan sudah nikah?” OMG, I’m still 18 years old, ok age iits no problem, but we just beginning this story although I hope in the future you are my husband. Slalu saja ada yang janggal dar setiap perjalannan ini, ibu tiba-tiba ingin bicara sesuatu yang serius padamu katanya “bicara secara dewasa” sy tidak tau akankah rencana ibu itu sudah terlaksana atau belum, dan sy blum berani berkomentar ini padamu.
Tahun ajaran baru dimulai, sy terdaftar sebagai mahasisswi perguruan tinggi negeri, bertepatan dengan pindahnya ayah ke Jakarta. Sangat berat melaluinya, bukannya merasa bahwa ibu tak cukup untukku. Tp, entahlah mungkin karena sudah terbiasa dengan sgala bekal yang diberikan ayah untukku ketika memasuki lingkungan baru. Well, bekal itu memang ada tp tidak sesuai yang seharusnya. Sy mulai mencerna dan me-flashback beberapa bulan yang lalu sebelum berita bahwa ayah akan pindahtugaskan. Ayah, mencoba memberikan ku “sesuatu” tp sy terlalu lama memprosesnya sehingga sy sadar bahwa itulah bekal yang diberikan ayah. Bicara soal yah itu taka ada habisnya, pelukan hangatnya saat saya pulang menuntut ilmu. Sentuhan sayangnnya saat me-relaksasikn tubuhku yg tegang setelah seharian beraktifitas. Pria yang menyenangkan saat berdiskusi. Pertanyaanku taka ada yang tak terjawab, mulai dari exacta sampai sejarah. Itu yang sangat ku rindukan. Bukannnya ini tak bisa ku bicarakan dengan ibu, tp sejak awal sy sudah terdoktrin berbagi dengan ayah dan ibu. Ibu adalah bagian dari kehidupanku ketika itu menyangkut soal “hati” –everything- pacar, teman, sahabat,atau org2 yg lag PDKT. Terkadang juga tentang sekolah klo memang itu “makan hati” untukku. Klo kakakku bisa jadi gabungan dari ayah dan ibu untukku, hanya saja di adalah kakak yang memposisikan dirinya sebagai itu, bukan org tua.
Ini berat untukku, ayah jauh dariku. Hanya sesekali dengan alat bantu telpon yang memberikanku pesan darinya bahwa saya harus bisa mandiri. Di sisi lain, ibu belajar membiasakan diri memikirkan tentangku dan kedua saudaraku tanpa ayah –sangat melelahkan- . beralih ke kakak semata wayangku, sekarang lagi mmemulai untuk menyusun proposal S2, itu akan semakin menyibukkannya ditambah lagi perhatiannya kembali terbagi pada sosok pria yang mungkin itulah “calon suaminya” kelak.
Diwaktu yang bersamaan, kau ada untuk memberikan support yang memamg sedang ku cari -kubutuhkan-, memberikan ku gambaran-gambaran kehdupan. Kau sosok yang ku kenal hamper setahun walopun belum cukup 1thn. Awalnya hanya bercerita soal prasaanmu yg seperti benang kusut, sy mencoba untuk mencari ujung benag kusut itu dan meluruskannya , niatku hanya membantu.mu tak lebih. Walopun sy sadar beberapa waktu sebelum ini sy punya perasaan yg berbeda padamu, tp ku padamkan sebelum membara karena tau itu hanya sakit yang ku rasa. Perlahan perasaanku ternyata tak padam seutuhnya, diam-diam masih ada sesuatu yang membara didalamnya, sy sadar kau kembali menyalakan perasaanku itu. Ya.. rasa nyaman yang tak bisa ku tolak. Rasa nyaman yang sedang ku butuhkan, tp ditengah kegalauanmu. Diantara senangku, tersembunyi pilunya hatiku. Bersamamu rasanya tak ada yang perlu di khawatirkan. Yang mengagetkanku, ketika org disekitarku tau tentangmu –hubungan ini- respon yg ku dapat “jadi tahun depan sudah nikah?” OMG, I’m still 18 years old, ok age iits no problem, but we just beginning this story although I hope in the future you are my husband. Slalu saja ada yang janggal dar setiap perjalannan ini, ibu tiba-tiba ingin bicara sesuatu yang serius padamu katanya “bicara secara dewasa” sy tidak tau akankah rencana ibu itu sudah terlaksana atau belum, dan sy blum berani berkomentar ini padamu.
it's me [part 3] oleh Dumera Ulmona Nurul Hasanah pada 22 November 2010 jam 0:17
semakin hari waktu berlalu semakin cepat. cakrawala pagi terkadang enggan untuk menyambut hariku,
bersembunyi dibalik semak awan dilangit biru. semuanya berlalu begitu cpat tanpa sempat ku rasa tenang untuk menghentikan bahkan melepaskan sgala yg kuinginkan.
usia 17 thun, jembatan masa labilku ke masa dewasa.
waktu berlalu, hari-hariku semakin ruwet.
terlambat kesekolah, bolos jam pelajaran, melarikan diri dari sekolah.
ya.. it's me
ini yg terjadi pada diriku akhir-akhir ini.
ataukh mngkin salah satu pertandanya waktu berlalu begitu cepat,
bahwa driku jga akan Menghadap Tuhan dgnn cepat?
maaf .. ku akui karena "keanehan ku" seseorg tlah mrasa dirugikan
wajar saja klw mereka-mereka itu membenciku
hanya lantunan maaf yg bisa kuucap utk menghapus seseuatu yg menurutmu suatu kesalahan.
aku berjalan sesukanya, kemna saja kuinginkan
sndiri, brsama para sahabatku, ataupun saudariku
tak ada yg melarang.walopun trkadang aku mndapat teguiran orang tuaku
itu wajar !!
ragaku begitu bebas, bebas ini itu berbuat sesuka hati
melkukan yg diinginkan hasratku, tak peduli itu salah ataupun benar
entahlah..
mungkin ada yg salah di otakku
tapi,
nyatanya tak ada yg tau prasaanku yg bgitu tertekan dgn segala yg terjadi
kecemasan yg bersembunyi dibalik kebebasan,
ketakutan yg bergelut dengan penuhnya tantangan kehidupan.
org2 disekitarku yg membiasakanku dgn kebaikannya hingga ku merasa candu,
perlahan-lahan menghilang, lalu kmbali dgn sosok yg berbeda..
heii.. aku masihh 17 thun..
aku butuh bantuanmu, menjadi panduan berjalan didepanku
dalam perjalanan ini , aku yakin jatuh itu passti ku temui
tapi, taukah kmu.. untuk merasa jatuh yg pertama kali itu sangatt terasa sakit?
blum lagi tugas ibi itu yg harus kuselesaikan,
tmbah perintah ini itu, keinginan org2 disekitarku..
mampukah aku berjalan sndiri?
bersembunyi dibalik semak awan dilangit biru. semuanya berlalu begitu cpat tanpa sempat ku rasa tenang untuk menghentikan bahkan melepaskan sgala yg kuinginkan.
usia 17 thun, jembatan masa labilku ke masa dewasa.
waktu berlalu, hari-hariku semakin ruwet.
terlambat kesekolah, bolos jam pelajaran, melarikan diri dari sekolah.
ya.. it's me
ini yg terjadi pada diriku akhir-akhir ini.
ataukh mngkin salah satu pertandanya waktu berlalu begitu cepat,
bahwa driku jga akan Menghadap Tuhan dgnn cepat?
maaf .. ku akui karena "keanehan ku" seseorg tlah mrasa dirugikan
wajar saja klw mereka-mereka itu membenciku
hanya lantunan maaf yg bisa kuucap utk menghapus seseuatu yg menurutmu suatu kesalahan.
aku berjalan sesukanya, kemna saja kuinginkan
sndiri, brsama para sahabatku, ataupun saudariku
tak ada yg melarang.walopun trkadang aku mndapat teguiran orang tuaku
itu wajar !!
ragaku begitu bebas, bebas ini itu berbuat sesuka hati
melkukan yg diinginkan hasratku, tak peduli itu salah ataupun benar
entahlah..
mungkin ada yg salah di otakku
tapi,
nyatanya tak ada yg tau prasaanku yg bgitu tertekan dgn segala yg terjadi
kecemasan yg bersembunyi dibalik kebebasan,
ketakutan yg bergelut dengan penuhnya tantangan kehidupan.
org2 disekitarku yg membiasakanku dgn kebaikannya hingga ku merasa candu,
perlahan-lahan menghilang, lalu kmbali dgn sosok yg berbeda..
heii.. aku masihh 17 thun..
aku butuh bantuanmu, menjadi panduan berjalan didepanku
dalam perjalanan ini , aku yakin jatuh itu passti ku temui
tapi, taukah kmu.. untuk merasa jatuh yg pertama kali itu sangatt terasa sakit?
blum lagi tugas ibi itu yg harus kuselesaikan,
tmbah perintah ini itu, keinginan org2 disekitarku..
mampukah aku berjalan sndiri?
Langganan:
Postingan (Atom)