Kamis, 11 April 2019

Bunda.. Sudahkah kita bilang "iya,boleh.." Pada Anak?


"Bunda... saya bisa mandi hujan di luar sama Aiman?" izin Revan di suatu sore.
ketika anak meminta izin seperti ini, ada banyak kekhawatiran yang muncul di kepala para bunda. begitupun saya. Awalnya, saya tidak mengizinkan Revan bermain di luar, sambil mandi hujan. Meski saya tau itu sedikit melukai hatinya. Karena yang kupikir, tak apa iya kecewa hari ini untuk kebaikannya di hari nanti. Tapi, nyatanya saya salah. Kenapa bisa salah ?

Dibaca lebih lanjut lagi ya.. tentang hal tersebut. karena ternyata ada usia tertentu yang disarankan dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes yang merupakan Psikiater anak dan Remaja.
kok bisa dapat informasi dari dr.Rinvil Renaldi?

Rayakan Kesuksesan Gerakan "1 Juta iya Boleh dengan meluncurkan Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia"
yaa.. bisa. Karena saya dan Revan sempat menghadiri acara Rayakan Kesuksesan Gerakan "1 Juta iya Boleh dengan meluncurkan Modul Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia" pada hari sabtu 6 April 2019 di Mall Ratu Indah, Makassar. Dan ternyata acara ini dilaksanakan secara bersamaan di 3 Kota yang berbeda yaitu, Jakarta, Yogyakarta dan Makassar.


Gerakan ‘1 Juta Iya Boleh’ dari DANCOW Advanced Excelnutri+ telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1 Juta ‘Iya Boleh’ dari orang tua di seluruh Indonesia dalam kurun waktu dua bulan sejak diluncurkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya dukungan terhadap eksplorasi dan sosialisasi si Kecil agar dapat tumbuh berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia. 
Megawati Irawan, Brand Executive DANCOW Advanced Excelnutri+


Megawati Irawan, Brand Executive DANCOW Advanced Excelnutri+ mengatakan, “Sebagai mitra terpercaya orang tua, DANCOW Advanced Excelnutri+ senantiasa mengedukasi dan mendorong para orang tua Indonesia untuk berkata ‘Iya Boleh’ demi mendukung si Kecil bebas bereksplorasi dan mengembangkan potensi mereka. Melanjutkan Gerakan ‘1 Juta Iya Boleh’ yang diluncurkan Februari 2019 lalu, DANCOW Advanced Excelnutri+ meluncurkan modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’.”


Modul ini tersedia dan dapat diakses serta  diunduh e-book pada: dancow.co.id/dpc -; Anak Unggul Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi orang tua di seluruh Indonesia dan memberi dampak positif bagi sebanyak mungkin anak Indonesia. Dengan Modul ini diharapkan para orang tua Indonesia dapat terus mendorong si Kecil berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia dengan lima karakteristik kunci, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan memiliki jiwa Pemimpin. 

ketika saya memenelusuri Modul ini melalui smartphone, ternyata begitu menarik. karena di Modul ini kita akan mendapat informasi perkembangan kecerdasan, kreatifitas, kepemimpinan dan pada poin apa anak kita dirasa masih kurang.
Tak hanya itu, jika para bunda sekalian kebingungan mengatur makanan anak dengan gizi seimbang. di modul ini ada solusinya. namanya Piring Nutrisi. Di Piring Nutrisi, bunda bisa menyesuaikan menu mulai dari Sarapan sampai Makan malam.

Drs. Hendra Jamal, M.Si, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengatakan bahwa orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter generasi mendatang. Untuk itu kami menyambut baik inisiatif pembuatan modul ‘Iya Boleh untuk Anak Unggul Indonesia’ sebagai panduan pengasuhan si Kecil yang dilengkapi dengan tips-tips yang bisa dipraktekkan orang tua dalam kehidupan sehari-harinya.

Modul ini juga diharapkan untuk turut berperan dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Diperkirakan dalam periode tahun 2020-2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di mana 70% penduduk Indonesia berusia produktif (15-64 tahun), sehingga pada tahun 2045 Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu dari tujuh kekuatan ekonomi terbesar dunia
Launcing Modul Iya boleh untuk Anak Unggul Indonesia

Kapan waktu anak dibolehkan dan dilarang?
Mendengar kata "larang" berarti ada hal yang tidak boleh dilakukan seseorang. seperti membunyikan tanda "stop" pada otak untuk tidak mengerjakan hal yang dilarang tersebut. Namun, seringkali ketika si kecil tidak diperbolehkan mengerjakan hal yang diinginkannya rasanya dunianya seperti mau runtuh. Seperti segalanya tak boleh lagi Ia jangkau. Meski bukan seperti itu maksud dari para orangtua. Secara emosional, si kecil merasa terluka.

dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes


Menurut dr.Rinvil Renaldi, Sp. KJ (K), M.Kes yang merupakan Psikiater anak dan Remaja. Perhatikan lagi usia si kecil. Jika usianya masih 1-4 tahun, si Kecil tidak perlu dilarang. Lebih Tepatnya diarahkan mana yang baik dan tidak membahayakan dirinya tetapi bukan dengan melarang. biarkan anak mengeksplorasi semuanya. Mau dia mandi hujan, tidak masalah untuk mengatakan "iya boleh" tapi tetap dalam pengawasan para orang tua. 


Dr. Setia Budi Salekede, Sp.A(K)


Dokter anak,Dr. Setia Budi Salekede, Sp.A(K)mengatakan bahwa ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu, seperti infeksi saluran pernafasan dan diare. Hasil riset menunjukkan 41,9% anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernafasan dan 12,2% anak masih sering terkena diare. Oleh karena itu anak harus mendapatkan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan asupan probiotik seperti Lactobacillus rhamnosusyang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran cerna, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Nah, ketika usianya sudah mencapai angka 5 tahun ke atas. disinilah momen para oarangtua menanamkan apa yang baik dan yang tidak. memberikan contoh Ini bisa kamu beli yang itu tidak perlu. Contoh kasus lain, Jika anak dan ibu akan melakukan aktivitas belanja kebutuhan dapur tetapi sebelum itu si kecil meminta untuk membeli eskrim. Apa yang akan Bunda lakukan? apakah menolak permintaanya karena berbelanja kebutuhan dapur lebih utama atau mengikuti kemauannya dahulu membeli eskrim setelah itu barulah membeli kebutuhan dapur?

Sikap yang tepat untuk kasus seperti itu. Perhatikan lagi usianya. Jika usia anak masih dibawah 5 tahun tidak masalah untuk mengikuti kemauannya terlebih dahulu. tetapi jika Usianya sudah 5 tahuhn keatas maka bisa diberi pengertian untuk sedikit bersabar. Mendahulukan tujuan utama selanjutnya baru mengikuti keinginannya.

“Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila kebutuhan dan pemenuhan emosional selama masa perkembangan anak dapat terpenuhi, maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal, serta memiliki karakteristik Anak Unggul Indonesia, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli dan memiliki jiwa Pemimpin,” tambah dr. Rinvil Renaldi, Sp.KJ(K), M.Kes, Psikiater anak dan remaja.


para pemateri di evenn Launching Modul Iyaboleh


Bagaimana menghadapai anak tantrum? 
 
Seringkali, jika anak dilarang. Maka reaksinya adalah menangis meraung raung. meronta ronta agar keinginannya tersebut terpenuhi. berada pada situasi ini membuat para orangtua kebingungan, sikap seperti apa yang harus ditunjukkan. Karena orangtua pun mungkin akan merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. Apalagi kalau kejadiannya berada di lokasi keramaian.

Sebagai orangtua, jika anak anda mengalami hal ini biarkan dia mengeluarkan emosinya sambil tetap dirangkul. Jangan membiarkannya begitu saja dan berlagak tidak peduli bahkan membiarkannya begitu saja.

Anak perlu dirangkul, dipeluk ditenangkan. Tapi, Bukan di balas dengan emosi juga ya.. Urusannya tidak akan selesai kalau seperti itu heheh..
ambil anaknya, tenangkan dahulu dan beri penjelasan. Jangan memberi p[enjelasan ketika anak sedang emosi. Biarkan dia mengeluarkan amarahnya dengan kita yang tetap ada di sisinya. Karena orangtua adalah naungan pertama para anak. 
Jika kita menjauh, lantas sama siapa lagi si kecil akan merasa terlindungi?


4 komentar:

  1. Bener banget anaknitu perlu dirangkul katanya diusia egosentris dia kalau kita malah ngelawan dia bisa jadi lebih keras kekita huhu

    BalasHapus
  2. perasaan anak2 itu memang halus banget ya Bun.. daya tangkap dan ingatannya juga cepat sekali terhadap hal2 yg ditemuinya sehari2.. menjadi seorang ibu memang butuh kontrol diri yg besar sekali untuk bisa mengajarkan kebaikan kepada Si Kecil :)

    BalasHapus
  3. saya setuju sama dokter Rinvyl tawwa kalau ada bataasan untuk bilang "iya boleh" ke anak, kalau mereka sudah 5 tahun dan pada saat egosentrisnya berkurang heuheuehue..

    BalasHapus
  4. perlu sabar dan penuh pengertian dalam mengajar anak ya :D

    BalasHapus