Jumat, 31 Juli 2020

ke Baitullah bagi yang (di) Mampu (kan Allah)

Ingat rukun Islam yang ke 5?
"Naik Haji bagi orang yang mampu"

Saat ini untuk melaksanakan ibadah haji butuh waktu yang sangat lama. Bukan soal biaya yang dikumpulkan dalam jangka waktu yang lama, melainkan juga tentang daftar tunggu yang bertahun tahun. Kecuali kalau kamu punya biaya yang sangat lebih, kamu bisa daftar melalui ONH (ongkos Naik Haji) plus.

Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, beberapa orang memilih ke Tanah Suci Mekkah dengan menunaikan ibadah Umroh saja dahulu. Selain dari biaya yang sedikit lebih murah dari biaya Haji, ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja (tergantung travelnya, hehe) tidak harus menunggu musim haji antara bulan Dzul Qo'dah dan Dzul Hijjah. 

Tapi, jangan berkecil hati jika untuk umrohpun kalian belum mampu dari segi biaya. Karena definisi mampu menurut kita itu berbeda dari definisi mampu menurut Allah SWT.  Iya, Allah mampukan hambanya bagi siapa saja yang Ia hendaki. 

(Setelah bertahun tahun, baru bisa cerita ini)
Dan saya betul betul merasakan Allah SWT itu Maha Pemurah, Maha mendengar segala doa.

Tahun 2015.
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak
(Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

Saya mengucapkan talbiyah di atas bus menuju mekkah, perjalanan dari Madinah.

Sebelumnya, saya tidak pernah merencanakan untuk melaksanakan ibadah umroh. Tapi, pernah sekali mendengar seseorang memperoleh hadiah umroh dari undian. Sayapun meminta hal yang sama pada Allah, sekali tapi dengan amin yang paling serius. Setelah itu tak pernah lagi ku minta pada Allah untuk ke Baitullah. Saya masih terlalu sibuk menjadi ibu baru. Mengurus Revan yang usianya belum setahun. Sembari mengejar ketertinggalan dikampus tepatnya di semester 6. Dan sorenya, mengajar part-time di bimbingan belajar. Begitulah kesibukan saya.

Tahun 2014.
Tempat saya mengajar ikut bekerja sama dengan pemerintah Kota Makassar menjadi salah satu sponsor dalam rangkaian acara ulang tahun kota Makassar yang ke 407. Setiap karyawan dan tentor mendapat baju kaos dan kupon undian di acara gerak jalan santai acara tersebut. Sayapun dapat satu. Dan tentu saja pas hari H, saya tidak ikut meramaikan gerak jalan santai itu. Tapi, mencoba keberuntungan dengan menitip kupon undian yang dibagikan dari kantor ke teman yang dengan semangat '45 ingin mengikuti gerak jalan tersebut. 

Beberapa hari telah berlalu. Saya mendapat jadwal mengajar pagi, padahal belum sempat tertidur karena ngelonin bayi yang begadang sampai pagi. Tak ada istirahat, karena ada tanggung jawab yang lain yang harus ku kerjakan. Yaitu mengajar. Karena mengajar ini juga menjadi me time untukku. Pas masuk, FO (front office) langsung kasi selamat ke saya "selamat yaa ul. tawwa ul"

Saya yang kurang tidur ini, bingung. Selamat atas apa. "Maksudnya kak? Selamat apa? Hahah" ucapku.
"Ih.. menangki undian toh? Pergiki gerak jalan santai waktunya hari minggu?" 
"Undian apa kak?" Saya sungguh sudah lupa tentang itu, padahal ini baru hari selasa.
"Liatmi di koran, ada pengumumannya itu nomor nomor undian yang menang. Ku tau bilang kita, karena saya catat nomor-nomor kupon karyawan di cabang sini sebelumnya ambil"
Kak nanni yang bertugas sebagai FO pagi itu menjelaskan, saya masih takjub. Mencoba mengambil koran yang di tunjukkan. Dan mencocokkan nomor kupon yg baru saja ku ambil dari dompet.
Iya nomornya sama. Betulkah ini ya Allah?

Masih ragu dengan kabar pagi itu tapi sekaligus senang. Saya membaca keterangan pengambilan hadiah bagi para pemenang. Selanjutnya hadiah bisa diperoleh setelah mengonfirmasi data diri dan bukti kupon di kantor walikota Makassar. 

Beberapa hari saya melewatkannya, hingga tiba dihari terakhir melapor. Kami bertiga (saya, Epan, dan ayahnya) berangkat ke kantor walikota. Dan menuju bagian yang mengurus hadiah undian. Sampai di ruangan tersebut, beberapa orang menyambut kami. Saya memberikan berkas-berkas yang diperlukan. Mereka bertanya apakah saya membeli kupon dalam jumlah yang banyak? Jawabanku, tentu saja tidak. Itupun juga kebetulan karena pembagian kantor. Karena katanya ada yang membeli kupon undian tersebut berblok-blok. Yaa.. tentang rezeky itu sudah diatur oleh Allah. Hingga akhirnya saya diberi undangan untuk mendatangi malam puncak ulang tahun kota Makassar sekaligus surat keterangan ke travel. Yang ternyata travel yang jadi sponsor Umroh itu pemiliknya Direktur Utama tempat saya kerja. 
Acara HUT Makassar itu di akhir tahun 2014. Karena saya harus mengurus paspor, menunggu visa terbit, tentu tidak langsung berangkat. Akhirnya nyebrang ke tahun 2015. Bahkan beberapa kali keberangkatan saya tertunda. Rencananya saya hanya berangkat sendiri. Tapi, mama (mertua) tidak ingin saya jalan sendiri jadi beliau meminta anaknya alias suami 🤣 untuk menemani saya dan mama yang membayarkannya ditambah bapak memberi kami uang saku selama di sana (semoga rezekynya mama dan bapak lancaar terus dan panjang umur yaa). Alhamdulillahirabbil alamiin. Saya akhirnya tidak jalan sendiri dan rezeki dari Allah SWT kala itu berkali-kali lipat.

Awal tahun 2015 keberangkatan kami masih tertunda, dikarenakan terbitan visa yang susah keluar dari pemerintahan Arab. Tapi, dipertengahan tahun 2015 kita dihubungi pihak travel akan berangkat minggu depan. Iya, semuanya serba tiba-tiba menyiapkan keberangkatan umroh dalam 7 hari 🤦🏻‍♀️. Baju-baju kami packing itu seadanya saja. Tak ada persiapan yang matang. 

Dan itu sudah ketentuan final. Tak ada lagi penundaan karena tiket sudah ada. Rasanya dihidupku ini semua serba tiba-tiba. 
Ketika hari H pun tiba, kami berdua masih miss-komunikasi dengan pihak travel. Dipikiran kami pukul 14.00 sudah ada di bandara jadi perkiraan berangkat pukul 5 sore atau lewat. Ternyata, pukul 14.00 itu pesawat sudah take off. Saya yg tadinya ada di kampus, dan suami yg ada di kantor langsung pulang dengan segera. Berburu ketinggalan, berulang kali kami diteror untuk segera sampai di bandara. Setelah sampai di bandara kami berdua mendengar panggilan terakhir utk nama kami. Berlari-larian di bandara, menenteng masing-masing 2 koper. Dan ternyata salah gate. Lari lagi ke gate yg seharusnya. Alhamdulillah, hampir saja kami ketinggalan pesawat. Pikiranku kala itu, jika memang kami ketinggalan pesawat mungkin memang belum rezeky. Tapi, Allah mudahkan semuanya. Allah berikan jalannya dengan seorang kawan yang terus membujuk Flight Attendant bahwa beberapa menit lagi kami akan sampai. Rute kami saat itu, transit Jakarta-Malaysia-Madinah 4 hari - Mekkah 7 hari. Oiya, rencana lainnya jika ketinggalan pesawat ini, kami akan membeli tiket baru menuju jakarta. Alhamdulillah, kami berdua masih diberi kesempatan. Meski cara kami berpamitan pada keluargapun terburu-buru.

Begitulah, salah satu cara Allah memberikan rezeky pada hambaNya. Seperti pada ayat yang dikenal dengan ayat seribu dhinar 
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)"


Berikut beberapa foto-foto kami selama di tanah suci Madinah dan Mekkah

After Dzuhur, Masjid Nabawi MMadinah



Umroh pertama setelah tiba di Kota Mekkah.
(Mata ngantuk, perjalanan panjang dari madinah ke Mekkah)

                      Loc : Masjid Bir Ali

(umroh selanjutnya, muka bahagia setelah berhasil mencium Hajr Aswad. Dan berakhir dengan tali tas yang putus)


Loc : Jabal Rahmah, tempat bertemunya Adam dan Hawa


Pelataran Masjidil Haram,Mekkah.
Sambil ngabuburid, puasa hari pertama.


area menuju perpustakaan. Soalnya dilarang foto dalam perpustakaannya.


Jalan menuju Masjidil Haram Mekkah.
Dari penginapan 



Loc : Masjid Terapung Laut Merah, Jeddah.


Loc : Mesjid Terapung Jeddah



Bonus 🤣, Our 1st wedding Anniversary


.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar