Laman

Jumat, 24 Agustus 2012

konsep cintaku



Menicntaimu dalam konteks sederhana..
Melihatmu tersenyu, menikmati setiap sentuhan lembut pada puncak kepalaku..
Berccerita bersama mu, atau pun hanya mendengar mu mngeluh…
Mungkin sukar mempertahankan konteks sederhana ini..
Dan menjadikan cinta ini yang betul-betul cinta yang suci,
Tanpa menodai kesucianmu ataupun aku..
hingga bumi dan langit bergemuruh untuk bertasbih,
Membuat para malaikat Allah cemburu dgn jalinan kasih suci..
Kasih suci yang aku dan kamu miliki..
Mencintai di tengah kekhawatiran..
Aku ingin menjadikan setiap sentuhan mu sebagai bekal kita di kahirat..
Menjadikan sentuhan yg halal..
Saling menggenggamkan tangan antara aku dan kamu..
Yang merontokkan segala gemuruh di hati,
Dan kembali kita membuat langit dan bumi bertasbih..
Allahu Akbar..
Konsep untuk menjaga kesucian cintaku hanya sesederhana itu..
Tapi, tak sederhana untuk kita wujudkan..

Rabu, 01 Agustus 2012

dunia dan isinya itu seperti kita


Dunia itu sempit.
Sesempit  pikiran kita saat emosi meluap..
Marah, jengkel, kekecewaan menyatu dalm otak yg siap meledak
Seperti magma yg terdpat dalam perut gunung ayng akan tumpah menjadi larva..
Kemudian,
Laut dan pelangi yang menghiasi keindahan bumi mulai terlupa
Seperti kasih dan rindu yang sempat hadir sebelumnya..
Rona purnama yg menawan tak terlihat lagi
Seperti cinta yg terasa memudar pula..
Padahal ia tertanam begitu dalam seperti akar pohon
Pohon yg aku dan kamu lihat di sekitaran istana tamalate..
Akarnya begitu kuat, sekuat cinta kita yg masih bertahan meski rapuh..
Itu karena masing-masing dari kita pernah terluka..
tapi,
akan ada masa di mana bumi ini akan hancur..
pohon asama di sekitar istana tamalate itu pun juga pasti takkan adalagi
akankah kita dan perasaan ini seperti itu?
seperti bumi yg akan hancur di kala sisrafil meniup terompetnya?