Laman

Minggu, 15 Juli 2012

bahkan hujan dan kemarau pun ingin bersatu


hujan dan kemarau..
dua musim yang berbeda, yang saling kontras satu dgn yang lainnya
hujan dan kemarau tlah berkomitmen
bahwa mereka akan bergantian menemani kita

keduanya tetap saling memberi keindahan,
hujan dengan pelanginya,
atau fatamorgana yang muncul di tepi-tepi jalan

dan kemarau
dengan identitasnya bernama matahari
juga meberikan keindahan senja, dgn matahri terbenam
ataukah sapaan surya dikala matahri mulai terbangun..

dan saat dimana hujan dan kemarau hadir di waktu yang tepAt,
merupakan hal yang mustahil terjadi kebanjirankan
sedangkan disudut indonesia lain sedang kekeringan...

tapi.. mungkin itu dulu
dulu.. ketika hujan dan kemarau masih saling bersepakat
ataukah masa kontrak dan hujan tlah habis..?

hingga saat ini kita melihat hujan dan terik matahari muncul di saat yg bersamaan..
beberapa masa silam, kita mengenal musim dimana hujan dan kemarau saling menyapa
musim yang org terdahulu menyebutnya pancaroba..
musim yang menyiksa orang-orang tua kita dahulu
tapi saat itu pula kebahagiaan kemarau dan hujan, karena meraka saling bertemu dan bergantian untuk bekerja..

kali ini, 
semakin berlalunya waktu, dan tak hentinya pun bumi berotasi
hujan dan matahari tak peduli lagi yang menentang mereka
tak peduli  akan banyak hal yang tersiksa jika mereka bersatu..
meski sulit untuk menyatu,,,
kali ini 
hujan dan matahari mencoba untuk saling berpelukan
mereka takkan lagi saling bertukar waktu
saling menyapa dimasa pancaroba

sejenak aku berpikir, haruskah ada yang tersakiti jika kita ingin menyatu??
haruskah kita melawan yang menentang  kita ??
seperti kemarau dan hujan yang ingin bersatu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar