Laman

Selasa, 08 Juni 2010

Hm.. What do you think about “school”??


Adduhh….
Sebelum dilanjut Cuma mau mengingatkan klw ini hanya pemikiran seorang Nurul
Gadis belia yang sudah mulai bosan dengan yang namanya sekolah malahan bisa dikatakan sudah sampai dititik jenuh. Why?? Padhal kan sekolah klw di hitung-hitung tinggal satu tahun lagi. Well, story about school, okey sebenarnya jadi seorang pelajar itu sangat teramat menyenangkan, apalagi menjadi seorang pelajar putih abu-abu. Yang gila-gilaan bareng teman-teman, yang bolos sekolah rame-rame tau nggak masuk peljaran yang gurunya killer dengan alasan organisasi.
So, apa yang buat saya mencapai titik jenuh pada sekolah??
Ya,, sistemnya lah!! semua orang tau klw sekolah itu merupakan tempat pendidikan, tempat untuk mendidik. Tapi, perlahan-lahan sekolah ini sudah mulai jau dari fungsinya. Malahan, bisa dikatakan sekolah saat ini merupakan penindasan pada perkembangan seorang remaja. Lagi  dan lagi, kenapa penindasan?? Kesannya semua memaksa kita untuk ini dan  itu, apalagi klw mendengar ada orang tua yang mengatakan “kamu harus sekolah” klw begini kan kesannya kita dipaksa untuk sekolah. Walopun mungkin alasannya ini semua untuk masa depan kalian juga.
                Klw dilihat dari teman-teman yang saya amati, yang termasuk golongan amal (anak malas) atau kurang memperhatikan pelajarannya. Tidak semua mata pelajaran yang mereka hindari, ada juga subject –subject tertentu yang membuat mereka tetap mengikuti pelajaran itu dengan alasan pelajaran itu memang termasuk meinatnya atau bakatnya atau mungkin guru dari mata pelajaran itu betul-betul mengajar seorang siswa. Bukan menuntut seoranmg siswa mendapat nilai bagus.
                Guru berpengaruh besar pada pendidikan, pada perkembangan seorang siswa di sekolah. Coba qta renungkan dari cerita ini,saya mengambil pelajaran besar saat menduduki bangku SMP. Melihat seorang guru yang betul-betul mentransferkan ilmunya kepada anak didiknya. Yang tidak begitu menuntut nilai , tapi seberapa besar kami sebgai siswanya memahami apa yang di ajarkannya. Karena menurut dia kalau kami paham dengan pelajaran yg diajarkannya,secara otomatis kami akan mendapat nilai yang bagus, dan itu artinya dia (guru) telah berhasil menjadi seorang guru. Dan ternyata kami jarang mendapat nilai rendah pada pelajaran itu. Tapi, suatu ketika tiba-tiba nilai kami rendah yang paling tinggi hanya mencapai angka 70. Dengan raut wajah yang sedih pak guru ini, kemudian berkata “kali ini saya gagal mengajar kalian. Dan saya akui tdiak selamanya saya berhasil, saya juga manusia biasa. Tapi, sebelum saya memberikan remedial kpada kalian saya harus mengoreksi diri saya sendiri, sebelum mengoreksi ulangan kalian” setelah berkata seperti itu dia kemudian keluar dari ruangan kelas yang saat itu ku tempati. Dan membuat ku berpikir, kalau guru yang lain pasti akan mencaci maki kami, tapi dia tidak. Dia malah mencaci dirinya sendiri. Salutt… ten thumb up 4 u sir !!!
                Tapi, coba bayangkan kalau gurunya coba ngasih tugas sebelum dijelaskan !! menjelaskan tentang kimia tapai baca buku cetak kesannya tidak menguasai pelajarnnya itu. Trus klw gurunya menertawakan siswanya yang tidak bisa dalam pelajarannya. Atau ada juga guru yang menjatuhkan atau memeprmalukan siswanya didepan siswa-siswa yang lain. Klw seperti itu apanya coba yang buat kita betah di sekolah!!!
                Truss undang-undang juga sudah menjelaskan, bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sebelum lanjut tentang UU, kalian tau ndagg tentang seorang bupati yang nggak punya ijazah SMP dan menggunakan ijazah palsu?? (saya tidak mungkin menjelaskan itu di sini, silahkan kalian cari tau sendiri) coba bayangkan, ini seorang bupati !! pemimpin masayarakat tingkat kab/lkota, kok ngga punya ijazah?? Usut punya usut karena dia-nya tajirrr ya, otomatis maenn uanglah untuk jadi seorang pemimpin.
                Intinya, kan kita hidup truss sekolah untuk mendapat hidup yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Nahh itu maksudnya mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan seseorang lebih baik lagi dan berguna bagi orang lain. Orang cerdas kan dag harus tau apa itu sistem koloid, tdak harus bisa mengerjakan rumus EK=1/2 mv2.  Truss tidak mesti tau kan apa itu u/v = dx/dy. Biar orang tau semua itu tapi klw dag bisa  di aplikasikan, dag bisa di transfer ke orang lain itu artinya = 0. Nihil.
                So, sekolah tidak sekolah intinya jadilah orang yang b’manfaat bagi org lain. Truss menurutku pelajaran yg betul-betul penting ya.. agama, kewarganegaraan, matematika, bahasa Indonesia, bahasa inggris, bahsa jerman, ekonomi, sosiologi.