Laman

Selasa, 02 Juni 2009

Sebenarnya Cinta itu Hadir diantara Kita

ssiang itu matahari tak begitu terik. sepulang sekolah radit lagi-lagi menjemputku. tak ada orang di rumah. kunci pintu biasa di simpan bunda di bawa pot bunga kesayangannya dekat pintu. radit adala temanku sejak kecil, tapi seiring dengan berjalannya waktu aku makin akrab dengannya hingga usia ku beranjak menginjaki yang ke 16. tapi, sayangnya bunda tak perna tau ke akraban kami walaupun kami adalah tetangga.
bunda hanya tau klw radit adala tetangga sekaligus teman kecil ku. bunda terlalu sibuk untuk mengetahui hari-hari ku meskipun kadang-kadang aku curhat dengannya.
“ran, rumah mu ksosng lagi ya..?” Tanya radit pada ku sambil mmbeuka kulkas di dapur, aku tak perlu curiga padanya.
“ya.. kamu lihat sendiri saja. kakak mu Fani mana?”
“ngga tau, sibuk kali di kampus”
“dit, nonton yuk. film yg tadi mana?”
ya, sebelum pulang ke rumah tadi aku dan radit sempat mengunjungi rental kaset, untuk melihat-lihat film bagus. kbetulan kami dapat film yang lagi hot-hotnya di Bicarakan Twilight. film yang katanya romantis itu.
“nih, eh, ran aku pulang dulu ya.. ganti baju.. ngga enak nih gerahh.” ujar radit sembari memberiku kaset tersebut yang di ambilnya dari dalam tas.
“iya, nih. aku juga. tapi, kamu jangan lama ya..”
“iyya deh. kamu ngga apa-apakan aku tinggal sendiri.”
“ya.. ampunn radit. kamu kira aku ini anak SD, yang perlu di temani ma kamu teruss. aku kan dah kelas 1 SMA . Radit.!!”
“iyya deh.. yang udah SMA. hheheheh”
ku antar radit smpe pintu rumah. aku pun segera mengganti seragam putih abu2 ku dengan kaos oblong dan celana puntung rumah ku.
ku ambil hP-ku dalam tas. kupencet tombolnya..
“halo.. assmalamualaikum” sapa orang disebrang telepon
“waalikumsalam”
“ya.. ada apa ran”
“kak fani pulangnya jam berapa sih??”
“aku sekarang lagi sama bunda belanja bulanan. kamu dirumah baik-baik ya..”
“kok aku ngga dipanggil sih” rengek ku kayak anak kecil
“kamu itu kayak anak kecil aja. panggil aja tuh si radit untuk temanin kamu”
“biar kak rani ngga bilang aku juga akan panggil radit. hffuh..”
“ciee.. ciee.. tapi, awass ya.. klw kalian macam-macam di rumah. secara kalian kan Cuma berdua. klw cewe-cowo berduaan..
“yang ketiganya itu setaan. iya tauu,tau..” aku memtong omongan k’Fani
“ya.. udah dehh klw gitu. eh, kak jangan lupa yaa. beli coklat, hheehe”
aku segera mnutup telponnya.

“hai.. Ranii.. lagi nelponn siapa??’
“astaga.. kamuu.. nangetin orang aja.”
“kamu sih.. kebiasaan orangnya ceroboh gini. lagi nelpon siapa tuh?? gebetan baruu ya?”
“dit, kamu diam aja deh. lagi malass nih ngomongin hal yang seperti itu”
“iyya deh. filmnya mana. yukk nonton”
aku dan radit segera berjalan menuju ruang tengah keluarga.
“dit, gimana hubungan kamu dengan Febi?? katanya selama ujian mau mulai mpe kamu selesai ujian uda ngga pernahh kontak-kontakan lagi yaa?”
“iyya sih.. eh, kabarr dari mna tuh”
“kamu kan ngga pernah cerita lagi tentang dia. biasanya juga klw abis telpon-telponan dengan si Febi itu, kamu juga telpon aku dan ceritain semua apa yang kalian bicarakan. kebetulan, kemarin si Febi nyamperin aku di kelas”
“apa?? febi mendatangi kamu waktu di sekolah?
“hee-eh” aku menggangukkan kepala sembari memberikannya segelas softdrink
“tapi, dia nggak apaa-apain kamu kan? dia nggak macam-macam dengan kamu kan?”
“biyasa aja kali.. ngga kok. malahan dia baik banget ma aku.”
“baguslah klw begitu.”
sejenak suara-suara dari film tersebut mulai terdengar, aku dan Radit terdiam.
setengah jam filmnya terputar masih saja tak ada percakapan antara aku dan Radit. entah radit terlalu serius menonton filmnya ataukah dia memikirkan hal yang aku bicarakan.

“hmm. aku pusing nih rani, dengan febi. aku ngga ngerti maunya dia. katnya di sayang sama aku. kok dia khianati aku si”
“ maksud kamu khianati?”
“iya.. dia itu selingkuh dengan teman Les-ku. awalnya si aku ngga percaya tapi, setelah dijelaskan. sama di Fandi itu. yyaa. aku mau ngapain lagi, asalkan Febi bahagia.. makanya aku nggak pernah hubungi dia lagi. ngomong-ngomong, kalian bicarakan apa kemarin?”

“nggak. dia bilang Cuma ngga enak ma kamu. katanya mau minta maaf. tapi, takut di cukein sama kamu.”
“berhenti dehh nomongin soal febi. klw dia emang mau minta maaf. langsung aja datang ke aku ngga perlu pamit sama kamu dulu kan?”
“hhhffuuuuh..” aku menghela napas panjang.

“mm. dit, kamu kan lebh tua 2 tahun dari aku. berarti akmu sudah berpengalaman lebih dari aku selama dua taun. aku mau nanya sesuatu dengan kamu? bukan apa sih, aku bingung aja dengan diriku sendiri. bingun dengan apa yang ku alami. bingung dengan perasaan ku. bingung dengan semuanya.. bla.. blaa. blaa..
“in-tinyaaa..”
mungkin raditt bosan mendengar intermezzo ku, dan ingin langsung mengetahui inti yang ingin ku tanyakan.

“sebenarnya, cinta itu apa sihh??”
denagn wajah innocent ku aku berbalik pada radit yang duduk disampingku. dengan mimic serius entah menonton ataukah mendegarku
“jadi, Cuma mau nanya itu aja??
“iya!!” aku hanya mengangguk dengan muka datar. bingung!!!
“ran, ku pikir kamu pasti lebih tau dari aku. pemikiranmu tentang kehidupan lebih matang daripada aku. jadi, hal yang seperti itu tak perlu kamu Tanya padaku. karena kamu pernah merasakannya kan??”
giliran radit yang bertanay padaku
“iyaa. sih!!”
“hhhhff. ran. umur seseorang atau lama tidaknya orang itu hidup tidak menentukan ia bisa lebih dewasa. tergantung orang itu memaknai setiapa apa yang terjadi dalam hidupnya.” Rdait menghembuskan nafas panjangnya..
seprtinya dia memikirkan hal yang sama

mata kami berdua tertuju pada adegan romantis Bella dan Edward coolen berbaring di rumput. tak ada pembicaraan lagi antara aku dan radit . kami berdua menikmati film yangbegitu romants ini.
“dit, pengen dehh punya..” kalimat ku terpotong
“punya.. apa??” radit berbalik pada ku dan tersenyum sinis. aku hanya menegok sebentar padanya lalu kepala ku berbalik lagi kea rah TV.

“hhe, punya pcara kayak dia..!!” aku menunjukk Edward menggunkan dagu ku
“hhahahhha.. knapa??” radit tertawa mendengarnya. mungkin dia pikir aku ini bercanda
“knapa?? karena dia begitu tulus mencintai wanitanya, walaupun awalnya agak ragu untuk diakuinya” unkapku padanya dengan jujurr. pikiranku mulai menerawang

“hffuuhhh…!!!” ku dengar hembusan nafas radit yang ke sekian kalinya.
“kenapa?? menghembus nafas kayak gitu lagi” aku berbalik padanya, radit yang duduk disampingku melihtaku dengan tatapan aneh.
“kamu kenapa sih, kok ngeliatin akau kayak gitu.” alis ku bertemu, menunjukkan kebingungan

“ran, lyat mata aku..”
“emang knapa dengan mata kamu.. hehehhhe. ngga merah kok.ngga kenapa-kenpa” jawabku santai lalu kembali terbuai dengan film
“ran, lyat aku!!”
tiba-tiba saja kedua telapak tanagn radit membalik kepalaku ke arahnya. jarak kami lumayan dekat. deg..deg..deg…degg.. jantungku mulai berirama. ada apaini?? aku langsung menunduk
“mavv ya ran!! aku ngga maksud..!!” radit melepaskan tangannya.
aku kembali menunduk.
kenapa dengan diriku.???
“mmuachh!!” kecupan radit mendarat di kening ku. jantungku berirama semakin cepat. aku langsung mengangkat keplaku dan melihatnya..

“Ran, …… !!! Apakah kamu Tidak menyadari klw SEBENARNYA CINTA ITU HADIR DI ANATARA KITA” kalimat radit cukup membuatku jantungan. dia menatap mataku dengan penuh arti.

“kamu ngga pernah sdar klw cinta itu ada diantara kita. ran, klw org lain yg melihat kita atw siapapun. mereka ngga akan pernah percaya klw hanya sebagai saudara. Lebih dari itu Ran!!” Radit membalas tatapan ku, sambil menggoyang-goyangkan pundakku.
“dit. itu ngga mungkin. cinta itu ada karena memang kita sebagai adek kkak sejak kecil. klw pun ada ya.. cinta kakak ke adeknya dan cinta adek ke kakaknya.” kulepaskan tangan radit dari pundakku.

“bukan ran..!! Cinta yang hadir itu. seperti Cinta antara Edward dan Bella. aku tau kamu ran. perhaian kamu ke aku denagn perhatian mu ke Aldy mantan mu.. itu bedaa..!!”
“ya.. bedalah.. secara’kn waktu itu Aldy Pacar aku bukan Kakak atau teman ku.”
“ bukan gitu. aku bisa liat klw perhatian mu lebih dalam ke aku disbanding ke Aldy. mavv klw aku ungkit sola dya. tapi, aku mohon sama kamu jangan bohong dengan perasaan yang kamu milki untkku.aku tau klw kamu merasakan hal yang sama kan??” Radit teruss memaksa. ktaruh telapak tangan ku ke jidatnya dan kembali ke jidatku..
“hmm. panas!! pantas aja. kamu berbicara yang ngga bakalan terjadi”
“apaan sih kamu!!!” raut wajah radit memerah menampakkan amarah
“jangan gitu dong. sanatai aja. nih minum dulu” aku mencoba menenangkannya dengan segelas softdrink.
“ssrrrupppttt..!!!” langsung saja dya menyeruputnya tanpa pedulu minuman itu seperti menusuk-nusuk lidahnya
‘saya pulang dulu ya.. pintu mu di kunci saja!!” radit langsung berdiri dari samping ku dan berjalan menuju pintu
“eh, dit..!!! please jngan pulang ya..” ku tarik tangannya untuk menahannya. ia hanya berbalik pada ku.. dan mencoba melanjutkan langkahnya
“radit.. please..!! yyaa, Aku tau hal itu. Jauh hari Aku tlah merasakannya klw CINTA ITU HADIR DIANTARA KITA.” satu kalimat yang mampu menghentika langkhnya terlontar dari mulutku. aku menunduk, menyembunyikan muka ku yang mulai memerah..

“aku sadar,, sbelum kamu menyadari. karena walaupun aku tau kamu memperlakukan wanita dengan sangat baik, bahkn lebih dari sangat baik. tapi, kebaikanmu padaku beda. disaat kamu Lemah dan aku punya masalah kamu tetap mendukung ku, meskipun kamu juga butuh hal itu. dirimu yang selalu berusaha untuk tetap menghiburku, menemaniku” aku masih tetap menunduk

“thanxx ya…” aku mulai mengankat kepalaku..
“wlcome, thanx juga krena dah mau jujur.. KLW CINTA ITU HADIR DI ANTARA KITA” ucap radit padaku dan kemudian memelukku dengan erat

Senin, 04 Mei 2009

K'di itukah kau

anginn malamm begitu dinginn
aku berkeliling mencari cemilan malamm di sekitar tempat tinggal ku.
tak ku temukan, aku pun mencarinya di tempat yang agak jauhh
ku kendarai sepeda motor
sempat berkeliling sejenak, ku lihat ada beberapa gerobak penjual gorengan
kuhentikan motorku dekat gerobak itu,
disampingnya ku lihat sosok seseorang yang sepertinya ku kenall
terbersit dalam diriku untuk menegurnya tapi ragu
“ah, mungkinkah itu dia”
dia yang pernah menjadi sosok seorang kakak dalam hidupku. walopun keakraban kami bisa dihitung hari.
orang yang pernah menemani kesedihan ku seharian Karena ulah temannya
aku masih sangat ingat siapa naamanya, bibir ku hanya bergerak mengucapkan namanya tapi suaraku tak mendukung untuk menegurnya, dia pun hanya tersenyum maniss padaku
ingin sekali aku menyapanya
menanyakan kabarnya. tapi, aku takut kalau nantinya salah orang.
ingin sekali rasanya hatiku menegurnya, kakak yang pernah mengajari ku banyak hal.. yang pernah menjagaku disuatu ketakutan.
masih ragu saja hatiku untuk memanggilnya padahal dia sudah berada di hadapan ku
hanya hatiku saja yang berkata untuk memanggilnya..
“k’Di itukah kau?”

Senin, 20 April 2009

Love story

Api semangat ku kini redup

Entah apa yang ada dalam benakku..

Kepala sepertinya ingin pecah..

menumpahkan semua yang ada di dalamnya

aku tak bisa menahannya lagi.

Aku tak punya siapa-siapa yang bisa ku temani..

Sahabat???


Never.. sahabat hanya sebuah lambang.

Tak ada dalam nyata klw dia selalu bersama mu..

Selalu ada di setiap detik yang kau lakukan??

Itu omong kosong.. karena dia masih punya sesuatu yang perlu dia lewati dengan dirinya

Karena dia punya kehidupan sendiri..

Dan kamu hanay sebagian kecil bahakan hanya setitik debu dalam hidupnya…

Ketika sang malam kembali bertugas..

Aku masih tetap terjaga di kala itu..

Tak ada yang kuperbuat..

Hanya duduk termenung.. entah apa yang ada dikepalaku..

Dimalam yang hening.. di saat orang bergulat dengan kelelahannya..

Dalam mimpi indah..

Aku bertahan dalam keterjagaanku

Bersama suara-suara malam..


Ingatanku ter-flashback saat seseorang ada bersamaku..dia adalah pangeranku

Walopun tak ada disampingku..

dia melewati setiap jarum jam berputar bersamaku..

tangisanku tak pernah terdengar selain dia yang mendengarnya..

dan jeritanku pada Tuhan di Malam hari

waktu terus berputar dan tak pernah berhenti menjalani tugasnya..

seseorang muncul ditengah perjalanan hidupku bersama sang pangeran

yang akan menghapus air mataku..

seseorang itu datang bak sang raja..

dengan sosoknya yang pemberani.. bijaksana..

tapi, tak hilang aura ketulusan diwajahnya…

aku kemudian menceritakan semua yang ku alami bersama pangeran..

ternyata sang raja yang begitu berwibawa.. berhijarah ke wilayahku

untuk mencari permaisuri yg akan mendampinginya..

aku begitu dekat dengan sang raja ini ketika pangeran, menghilang secara pelan-pelan dari hidupku.


Waktu terus berputar, hari berganti bulan, bulan berganti tahun..

Raja seringkali bermain ke sebuah istana tempat ku tinggal,

Tapi, istana yang megah ini bukan milikku..

Aku tinggal bersama seorang permaisuri..

Dan hal yang sudah ku ketahui sejak awal,

Sang raja sudah menemukan calon pendamping hidupnya..

“permaisuri yang tinggal bersamaku”

Setiap saat sang raja selalu menitipkan salam untuk permaisuri..

Permaisuri.. hanya selalu dan selalu membalasnya dengan senyuman.

Membuatnya semakin anggun dan cantik..

Tiap kali salam raja ku sampaikan padanya dia hanya tersenyum..

Dan terkadang sedikit canda.. di sampaikannya padaku..

Pangeranku yang dulu pergi dengan meninggalakn kenangan..

Entah, kenapa.. permaisuri sangat membenci pangeran yang pernah ku miliki

Tapi, dia adalah cinta pertama ku

Dan dia yang mengenalkanku arti berbagi..

Suatu hari.. sang raja kembali berkunjung ke istana yang megah ini

Yang hanya di huni olehku, permaisuri dan beberapa orang dayang-dayang

Ku sambut sang raja ini dengan senyum yang merekah..

Karena aku bisa mengkap dari wajahnya bahwa ini merupakan waktu yang tepat untuknya melamar sang permaisuri

(itu yang ada dalam benakku)

Dan ketika ingin ku panggilkan permaisuri untuknya dia berkata:

“jangan beranjak dari tempat mu.. dan duduklah dihadapanku

Karena tujuanku bukan untuk menemui permaisuri.. tapi untuk menemuimu”

Saat itu juga dahiku mengerut, bingung apa yang ada dalam pikiran sang raja yang tampan rupawan ini.. apa lagi di saat malam datang ia selalu memetik gitarnya untuk diperdengarkan oleh permaisuri yang begitu ia cintai... kenapa kali ini ia tidak ingin bertemu dengan permasuri idamannya, yang semua akan dilakukan untuk wanitanya.

Ketika aku mulai duduk didahapannya, kulihat air muka..yang tak biasanya memancarkan kebingungan..

Aku bisa menangkap bahwa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya tentang permaisuri..

Kupancing dirinya untuk berbicara dengan apa yang dipikirkannya..

Ia pun memulainya…

“aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran permaisuri..

Aku sudah terlalu lama menunggu dirinya untuk menjawab penantianku terhadapnya..

Yang kulihat hanya dirimulah.. yang begitu semangat membantuku..

Walopun aku sudah merasa dia merasakan yang sama denganku.. dengan caranya menatapku..seperti berkata dia juga menyayangiku

Dengan caranya berbicara padaku.. tapi, mungkin ini hanya rasaku yang terlalu besar padanya. Sehingga terkadang aku merasa dia juga mencintaiku.. tapi, nyatanya.. entahlah..

Ketika aku mencoba untuk bersamanya..berjalan mengelilingi istana ini..

Dia hanya tertawa, tersenyum dan terkadang terlihat aura muka yang mengatakan untuk mengusirku..tapi juga seperti berkata jangan tinggalkan aku sendiri

Aku tak mengerti apa yang dipikirkan oleh.. saudari sepupumu itu” emosi sang raja meluap..

“tapi, sungguh aku mencintainya.. dia telah meneteskan air mata kasihku padanya. Tiap malam aku memohon pada sang khalik agar aku dijodohkan padanya agar dia bisa menjadi permaisuriku.. duduk bersamaku dalam tahta.”

Saat itu air mata sang raja menetes.. kemudian, kulihat dirinya menangis.. dihadapanku.. dengan tersewdu-sedu.. aku bingung dalam keadaan seperti itu.. tidak tau apa yang harus aku lakukan..

Kemudian dia hanya berkata sambil mengusap air matanya

“ aku pulang dulu menenangkan pikiranku, tolong jangan beritau siapa-siapa tentang hal ini. Apa lagi pada permasuri pemilik istana ini”

Kuberikan sapu tangan yang selalu ku pegang.. untuk mengusap lagi air matanya. Sapu tangan yang sama dengan Pangeranku dulu, yang dibeli oleh pangeran untukku dan untuknya, agar aku slalu mengingat pangeran. Begitu juga dia. Tapi, tak ku pedulikan saat itu. Karena ku tau sepertinya raja membutuhkannya. Walopun sangat berat bagiku

Ketika sang raja pulang.. aku santai bercerita dengan permaisuri..

Dan memancingnya berbicara tentang sang raja..

Awalnya dia tak mau.. namun ketika bermula..

Aku bisa tangkap bahwa dia sangat membutuhkan sang raja..tapi tak diakuinya..

Aku bercerita tentang sang raja.. apa yang biasa aku lakukan bersamanya.. ketika ia dating sebenarnya untuk menemui permaisuri.

Kemudian, permaisuri tertawa dengan anggunnya..

Tak henti tertawa hingga perutnya terasa sakit olehnya..

Aku heran apa yang ditertawakannya..

Aku memberanikan diri untuk bertanya..

Kemudian hanya menjawab” hhaha.. tahukah kamu apa yang sbetulnya terjadi??

“maksud kakak”

Aku memanggilnya kaka

“bahwa sebenarnya yang dicintai oleh raja itu adalah kamu”

“yang diinginkan raja untuk jadi permaisurinya adalah kamu..hahaha”

Permaisuri masih tertawa..

Aku terdiam.. bingung tak tau apa yang harus kulakukan..

Dan beberapa waktu ..aku memikirkan hal itu. Mungkinkah itu??

Perkataan permaisuri terbukti..

“putri..aku bingung dengan permaisurimu..

Ku rasa hatinya tertutup untukku..

Makanya kenapa tak ku coba saja bertanya pada hati yang membukakan pintunya untukku?”

“maksud raja?”

“putri, aku tidak tau apa yang harus aku katakan dan harus ku lakukan.. tapi, aku sudah berpikir bahwa.. mungkinkah jika dirimu yang menjadi permaisuriku., aku lelah.. dengan semuanya.. aku baru menyadari bahwa hatimu yang membuatku lebih nyaman selama ini”

“maaf raja, tapi permaisuri juga sebetulnya mencintaimu”

“aku juga bisa melihat itu tapi tak kulihat apa-apa dalam dirinya. Aku menyayangimu, sungguh aku menyayangimu. bahkan ku lihat dirimu lebih baikdengan permaisuri pemilik istana ini.”

“jangan bandingkan aku dengan permaisuri, raja!! Karena permaisuri selalu lebih baik dariku. Dan raja juga sangat tau tentang diriku.. aku sangat menyayangi pengeranku dulu”

“maafkan aku putri, jika bicaraku membuatmu benci padaku, atau bicaraku tak pakai otak.. ya.. aku tau itu, beruntung sekali pangeran yang pernah menjagamu itu. Sampaikan salamku padanya jika suatu saat nanti dia kembali pada mu.

“ya.. akan aku sampaikan klw dia kembali. Tapi klw tidak??”

“sampaikan lewat hatimu yang terdalam untuknya, salamku pasti akan sampai.. aku pulang dulu, dan kali ini aku betul-betul pulang ke istanaku”

“maksud raja, raja tidak akan ke sini lagi”

“tidak seperti itu. Aku apasti akan ke sini lagi. Dalam waktu yang lama. Maaf ini sapu tangan mu. Tak sanggup jika aku harus memilki ini. Karena ku tau ini adalah sapu tangan yang sepasang dengan pangeran mu.”

Sang raja berlalu meninggalkanku.. setelah menyimpan sapu tangan putih itu di atas meja ku..

Dengan menunggang kudanya ia sempat berbalik memberikan senyumnyan untukku. Dan kudanya berbalik arah lagi menuju diriku. Raja turun dari tunggangan kudanya

“ada apa raja?? Apa yang raja lupa??’

“aku lupa memelukmu untuk yang pertama dan mungkin terakhir kalinya, sekaligus yang akan sedikit mengobati rinduku kelak”

Ku biarkan tubuh raja yang besar mendekap ku.. aku lau teringat kapan pangeran mendekap ku begitu hangat seperti ini, dan jawabnnya tidak pernah.!!

Ku ceritkan kepergian sang raja pada permaisuri.. dia hanya tersenyum dan berkata hal yang tak ingin aku dengar

“semoga dia mendapat seorang wanita yang terbaik yang bukan aku dan takkan kembali ke sini lagi untuk mengganggu ku”

Aku setuju dengan permaisuri semoga raja mendapat wanita yang diinginkannya tapi, bukan berarti dia tidak boleh lagi ke sini. Karena raja merupakan bagian dari hidupku yang juga sudah ku anggap sebagai kakakku..

Detik tak juga berhenti melawan tugasnya, kini kegundahanku semakin menumpuk.. kedua orangtuaku tak juga pulang menemuiku, meskipun mereka selalu menghubungiku melalui surat yang dikirimnya ataupun klw mereka punya waktu luang untuk menelponku..

Dulu, ketika sang pangeran pergi ada raja yang menemaniku.. tapi, sekarang??

Permaisuri terkadang kurang peduli dengan ceritaku,. Tapi, ia selalu cerita dan berbagi kesedihannya denganku.. berbagi kebhagiaannya yang sudah hampir ia dapatkan ketika ia berhijra ke kerajaan lain ia bertemu dengan seorang pangeran, dan pangeran itu adalah teman main saat kecilnya. Karena kedua orang tua mereka.. sahabat. Aku turut bahagia dengan kebahagiaan permaisuri, tapi di sisi lain aku bingung dengan kegundahanku..

Sudah lama aku tak bertemu dengan sang raja, aku merindukannya…

Meskipun komunikasi diantara kami tak putus tapi, aku sangat membutuhkannya. Bertemu dengan dirinya..

Dan, kini baru aku sadari dan baru aku mengerti bahwa setelah raja pergi, aku baru bisa merasakannya bahwa aku mencintainya, sunguh mencintainya..

Sayangku untuk sang raja yang membingungkan diriku.

Aku tak mempunyai kekuatan lain selain dirimu raja. Aku baru sadar bahwa semangat yang selama ini kumiliki adalah dirimu.

(mantap towh.. cerita ku,.. J)

-the end-